
Mereka berkumpul di sebuah ruangan. Awalnya hanya sunyi namun Jisoo akhirnya membuka suara.
"Sebelumnya, kami benar-benar minta maaf atas kejadian tadi. Sungguh aku tidak ingin kalian terlibat."
"Apakah kau tidak ingin menjelaskan sesuatu pada kami?" Tanya Tae Hee.
"Sebenarnya kami berdua adalah anggota kerajaan di Gwangju. Aku adalah putri Mahkota Kim Jisoo dan dia adalah sepupu sekaligus pengawal pribadiku, Kim Jiwon. Kami memutuskan kabur dari istana setelah aku mengetahui bahwa Raja, ayahku sendiri, akan menjodohkanku dengan seseorang yang tidak ku kenal. Dan jika mereka bilang kalau mencari tahanan yang kabur, perkataan itu mungkin benar secara harfiah. Karena aku merasa seperti seorang tahanan di dalam sana." Jelas Jisoo panjang lebar.
"Itulah mengapa kami tidak ingin berada disini terlalu lama, karena akan membahayakan kalian dan masyarakat disini." Tambah Jiwon.
"Chanwoo juga sudah bercerita padaku tentang kalian. Kalian juga sama seperti kami." Kata Jisoo pada akhirnya. Ia sedikit lega karena sudah mengatakan yang sebenarnya.
Semuanya tertegun pada Jisoo dan Jiwon. Memang tak mudah untuk bisa keluar daei kerajaan, namun cara yang diambil Jisoo dan Jiwon adalah cara tergila menurut mereka.
"Kami tidak ingin melibatkan kalian dari masalah kami. Jadi kami memutuskan untuk pergi sejauh yang kami mampu." Sambung Jisoo.
"Menurutku akan jauh lebih baik jika kalian tetap disini." Sahut Yunhyeong yang tentu mengagetkan semuanya. Lelaki itu seperti orang bisu yang tiba-tiba berbicara. "Jika kalian pergi, kalian akan tertangkap. Mereka sudah mampir kemari dan tidak mungkin akan kesini lagi. Mereka tidak mungkin membuang-buang waktu hanya untuk itu. Jadi setidaknya tetaplah disini untuk sementara waktu."
"Benar kata Yunhyeong. Lebih baik menetaplah disini saja. Kami akan membantu kalian." Song Kyu Hyung menyetujui.
"Hyungku benar. Jika kalian tertangkap, tidak ada jaminan kalian masih tetap hidup setelah kembali ke istana." Tambah Chanwoo.
"Terima kasih banyak atas kebaikan kalian. Sungguh aku tidak tahu harus membalas kalian dengan apa." Kata Jisoo membungkuk berterima kasih pada keluarga Song.
"Tidak perlu seperti itu. Kita sama-sama ingin hidup bahagia dan berbagi kebahagiaan yang kita punya. Tidak ada ruginya saling membantu." Jawab Tae Hee tulus.
__ADS_1
"Jadilah bagian dari keluarga kami." Kata Kyu Hyung.
Jisoo dan Jiwon saling menatap. Kemudian mereka mengangguk menyetujui. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi mereka selain menemukan keluarga yang sesungguhnya.
"Panggil aku Eommoni dan Kyu Hyung Abeoji. Kami sangat senang bisa menjadi orang tua kalian."
_______
Makan malam keluarga Song kali ini tidak biasa. Dua orang anggota baru juga ikut duduk disana. Dinginnya malam itu tak terasa karena kehangatan yang mereka jalin.
"Itu adalah sup daging domba dan kimchi lobak. Ini resep turun-temurun keluarga kami. Cobalah." Tae Hee memberi Jisoo dan Jiwon semangkuk sup tersebut.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara, sampai Junghwan menyadari ketidakhadiran seseorang.
"Yunhyeong Hyung kemana?" Tanyanya
"Kebiasaan. Nanti akan ku antar makanannya. Kau sisakan dulu semangkuk." Tae Hee kesal dengan anak sulungnya.
"Donghyuk, Hanbin, Jinhwan, berburulah besok. Kita akan membagikan beberapa hasil panen dan daging rusa pada para warga desa."
"Baik, Abeoji." Jawab ketiganya bersamaan.
"Junghwan, Chanwoo, panenlah lobak dan sawi putih. Junhoe, pergilah ke kebun stroberi. Mungkin Jiwon mau membantu?" Tanya Kyu Hyung.
"Baik, Abeoji. Aku akan membantunya." Balas Jiwon.
__ADS_1
"Jisoo, bisakah kau mencari teritip? Aku akan meminta tolong Yunhyeong untuk menemanimu."
"Teritip? Baik, Abeoji." Kata Jisoo. Tapi seketika ia merasakan sebuah sentakan di hatinya. Dia baru menyadari fakta bahwa yang akan membantunya adalah Yunhyeong. Mengingat ia belum akrab dengan Yunhyeong yang terlihat dingin itu.
Jiwon memandang ke arah Jisoo agak sedikit menahan tawa. Menyadari hal itu, Jisoo membalasnya dengan pelototan mata.
"Untuk yang tidak mendapat tugas, bantu Eommoni membersihkan rumah seperti biasa. Kalau sudah selesai makan, kembalilah ke kamar." Dalih Kyu Hyung.
"Baik, Abeoji." Jawab mereka serentak.
________
Jisoo dan Jiwon berjalan beriringan menuju kamar mereka yang bersebelahan.
"Jadi, besok kau bersama Yunhyeong." Jiwon melirik Jisoo dan kemudian berjalan mendahuluinya.
"Ya. Berhentilah, Kim Jiwon!" Seru Jisoo.
"Wahhh kalian sungguh-sungguh akan bekerja bersama."
"Diam atau aku akan benar-benar menendangmu." Kata Jisoo emosi.
"Haish. Ya! Bukankah dia tampan, hah? Masuk kriteria idamanmu, bukan?" Jiwon menggoda Jisoo.
"Hahahah lucu sekali. Masuklah ke kamarmu dan diamlah." Kata Jisoo yang sudah masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Begitu saja marah." Ucap Jiwon lirih dan masuk ke kamarnya.
_______