Takdir Panjang Cinta RISA

Takdir Panjang Cinta RISA
11


__ADS_3

"RISA"Kaget abi


"Sa,sa bangun,Risa"Panggil abi berharap risa bangun,,Ya risa pingsan dalam pelukan abi.


"Tolong,"teriak abi panik"ih ada orang ngak sih disini sepi amat"geram abi


"Abi ngapain lo disini,itu siapa"Tanya orang yang baru muncul entah dari mana.Abi melihat kedepan ada laki laki seumuran dengan nya,"cello,lo ngapain disini"tanya abi masih dengan mendekap erat tubuh risa yang pingsan tampa menjawab pertanyaan pria tersebut."Cuman ngenang masa lalu"Ucar pria yang di panggil cello.Cello atau MICHELLO putra sesuai perkenalan di awal ya guys.


"Lo ngapain,peluk peluk perempuan lagi"Kata cello lagi


"Tolongin gue,tolong lo bawa mobil kan"Kata abi cepat setelah dia menyadari bahwa risa masih pingsan.


"Iya emang itu siapa"Kata cello sambil mendekat untul melihat siapa yang pingsan,dan seketika tubuh cello menegang , Orang yang telah hilang,orang yang dia rindukan, orang yang pergi tanpa sebab.


"Risa"Gumam cello kaget masih bisa di dengar abi.

__ADS_1


"Lo kenal Risa"tanya abi


"Iya ,nanti gue jelasin, yang terpenting sekarang kita bawa risa ke rumah sakit dulu"Jawab cello mengambil risa dari dekapan abi dan berlari kecil ke arah mobilnya yang terpakir.Sedangkan abi merasa heran pada teman masa kecilnya,Tidak pernah ia melihat cello sekhawatir itu terhadap perempuan selain ibunya dan kembarannya,Dan juga ada rasa tidak rela saat cello mengambil risa dari dekapannya ,tapi abi tetap mengikuti cello.


"Biar gue aja bawa mobil"kata abi mengambil kunci mobil dari cello.


Posisinya sekarang Abi sebagai pengemudi sedangkan cello berada di belakang bersama risa,cello meletakkan kepla Risa pada pahanya dia berusah memberhentikan darah yang mengalir di hidung risa,sambil terus bergumam"Sa bangun,gue mohon sama lo harus bangun,,Jangan kaya gini lagi sa"Gumam cello khawatir tapi masih bisa di dengar oleh Abi.


Sekarang mereka berada di depan ruang ICU.


"Lo kenal dimana sama risa"ujar abi yang membuat cello berhenti dan menatap abi.


"Dia yisa yang sering gue ceritain ke lo, Orang yang pergi tanpa pamit"Jawab cello sambil menduduki bokongnya sebelah abi.


"Jadi dia"Kata abi

__ADS_1


"Iya"Jawab cello cepat.


"Oh ya kok lo bisa sama risa"Tanya cello.


"Gue teman SMA nya risa"Jawab abi'juga calon tunangan gue'Lanjut abi dalam hati.


Belum sempat cello mengangkat suara nya orang tua Risa terlebih datang dulu.


"Abi"Panggil Adi,dia menggandeng istri nya yang sudah terisak."Gimana keaadaan risa"Kata nya lagi


"Dokter masih di dalam om"Jawab abi


"Kok bisa sampai begini Bi"Tanya adi lagi


"Maafin abi om tan,abi tadi pergi sama risa kedanau yang ada didekat sekolah,kata ibu itu tempat favorit risa,jadi abi ngajak dia kesana,Tapi risa malah nangis jadi abi memeluknya berharap risa lebih tenang tapi malah risa jadi pingsan dan hidungnya juga berdarah"Kata abi menyesal dengan perbuatannya.andai dia tidak membawa risa kesana pasti ini ngak akan terjadi tapi nasi sudah jadi bubur biarlah

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2