Takdir Panjang Cinta RISA

Takdir Panjang Cinta RISA
21


__ADS_3

"Nek,,,,nenek bangun Risa sayang sama nenek,,risa janji akan cari calon suami,,,supaya nenek seneng"Ujar Risa memegang tangan neneknya yang di pasang infus.


"Sayang,,,udah kamu pulang ya mama sudah hubungi teman kamu,kamu nginep disana aja,biar mama yang jagain nenek,dari tadi pagi kamu udah disini dan kamu belum makan,,,dan mama minta kamu nginep di rumah Leta ya soalnya ayah kamu pergi kekota P ada sedikit Masalah disana, dan Aza lagi ke rumah mertuanya,mama yakin kamu ngak mau kesana,oh ya kamu ngak ke apartemen Leta katanya kakak nya sama istrinya pulang jadi dia di rumah nggak dia apartemen"Jelas wita pada Risa dia takut jika Risa sendiri di rumah,dan dia akan menitipkan Risa pada keluarga leta.


Risa memandang mamanya yang ngak berhenti bicara sejak tadi, dia ingin sekali membantah ucapan mamanya tapi itu tidak akan bisa menang, hanya membuang oksigen saja.


"Ya,,,Risa berangkat aja sekarang" jawab Risa dia hanya bisa pasrah.


"Ngak,ngak kamu di jemput leta baru mama percaya kamu bisa aja ngak pulang,,,"Kata wita,dia sudah tahu akal anaknya,,


"iya"


"Assalamualaikum"salam seseorang dari luar


"waalaykumsalam"


"nah ini leta udah datang,,,leta mama titip Risa ya ,,mama mau jagain nenek,,,mama ngak tenang kalau Risa sendirian di rumah kamu kan tau sendiri,,,oh iya sebelum pulang kamu bawa Risa makan dulu dia belum makan dari pagi,,dan juga kamu ingatin risa mandi dia belum mandi"ujar wita panjang lebar,,dia mengucap tapi tidak lihat bahwa lawan bicaranya masih berdiri di depan pintu.


"Mama udah,,,mama itu nyuruh orang sopan tapi malah enggak,,lihat tu Leta udah berdiri dari tadi di depan pintu,bukan di surih masuk malah nyerocos ngak penting"tukas Risa,,


"masuk Let,,duduk"kata Risa lagi


"eh iya,,maaf mama ya sayang mama ngak sopan,,kamu gimana udah ada calon suami belum"kata Wita tidak enak setelah leta duduk di sebelahnya.


Ditanya seperti itu Leta hanya tersenyum getir baru beberapa hari lalu dia putus karena pacarnya selingkuh dan Risa hanya memandang datar tapi didalam hati mereka sama-sama berkata 'kan mulai lagi'.


"Kok cuman senyum aja,,atau kamu udah mau nikah ya,jangan lupa undang mama,,"kata wita lagi.


"ngak ada ma,,leta baru aja putus,,"ujar leta sendu,,dia meremas rok nya dan menunduk.


"eh,,maafin mama ya leta,,mama ngak tau,,kamu jangan sedih,walau kita di tinggalin laki-laki tapi jangan berlarut kamu cantik loh,jadi gampang cari yang baru tapi jangan jual mahal banget,,kayak perawan tua di sebelah sana"Ujar wita memegang bahu Leta agar melihat kearahnya dan sedikit menyindir Risa.


"Udah deh mah,,kita mau pulang,,jaga diri dan nenek,,kalau nenek udah sadar kabari Risa,kita pamit"kata Risa langsung,,dia sudah malas mendengar kata sang mama,yang berakhir akan menyindir nya.


"Ayo let"Ajak Risa setelah salam pada wita diikuti leta.


....


"Huff,,,maafin mama ya let"ujar Risa tidak enak pada leta.sekarang mereka sudah berada di dalam mobil Leta.


"Ngak papa kalik,,gue cukup terhibur sama mama lo,,karena,"ujar Leta menggantung.


"Karena apa"tanya risa memicingkan mata kearah Leta.


Leta tidak menjawab dia menjalankan mobilnya keluarga dari daerah parkir rumah sakit menuju rumah keluarga nya.


Risa yang tidak mendapat jawaban dari leta hanya diam,dia pasrah saja jika leta tak menjawab pertanyaan nya.


Di perjalanan mereka hanya diam,leta yang fokus mengemudi dan Risa yang sibuk dengan pikirannya.


"kita di rumah gue aja makan malamnya,,bunda udah masak yang spesial karena keluarga mau ngumpul,,lagian kalo jam segini cukup waktu kita nyampe dirumah gue pas jam makan malam kok"Terang leta setelah lama mereka saling diam.

__ADS_1


"Ngak papa kan"tambah leta lagi.


"Gue juga ngak lapar,,tapi tunggu dulu lo kumpul keluarga, terus gue ngapain,,ngak mau lo antarin gue ke apartemen aja"jawab Risa cepat.


"Ngak ada,,nanti mama marah,,lagian lo belum pernah ketemu bunda sama ayah dan kakak kakak gue,dan jangan lupa sama keponakan gue"kata leta dia sedikit melirik Risa yang sedang memberenggut kesal.


"Lagian cuman keluarga gue doang,,ngak keluarga besar,,,kalau keluarga besar nanti mudah mudahan lo jadi ipar gue"canda leta.


"Terserah"jawab Risa ketus dan memalingkan wajahnya ke arah kaca luar.


setelah perkataan Risa tersebut mereka hanya diam,tidak ada pembicaraan lain.


...


"udah turun,,udah sampai nih"kata Leta setelah memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah nya.


"hmm"Risa cuek.


Risa membuka pintu mobil dan kembali menutupnya dia berdiri sambil memperhatikan rumah besar yang ada didepannya.


rumah tersebut hampir sama dengan rumah neneknya,,hanya saja,gaya dan cat rumahnya berbeda.


"udan ayo"ajak leta mengandeng tangan Risa masuk,, setelah menyuruh satpam yang menjaga rumahnya mengalihkan mobilnya ke garasi.


Risa melepas tangan leta dia berfikir kayak di gandeng sama pacar sama yang masuk rumah mertua,,apa lagi dia masih merasa normal,, menyukai laki-laki.


"assalamualaikum bunda teman adek datang nih,, yang adek ceritain itu loh"Teriak leta dari ruang tamu.


"hehehehe,,,ini adek bawa teman adek,,mau kenalin sama. bunda,,dan juga dia mau nginep disini,,,mama wita udah bilangkan"jawab leta menyalami tangan bundanya diikuti risa.


"oh ini toh anak wita cantik"sapa bunda leta ramah.


"terimakasih tante"jawab Risa


"duduk,,duduk dulu sayang ngak enak berdiri,,kamu panggil bunda dong sama ama leta"kata wita


Risa tersenyum dia merasa senang karena kehadirannya di terima,padahal dia tadi berfikir apa dia tidak menggangu acara keluarga ini.


"iya ta,,eh,bunda maksud nya"ujar risa sedikit aneh dengan panggilan tersebut.


"bunda siapa yang dateng"tanya seseorang perempuan cantik memakai celemek,yang sama datang nya dari arah bunda leta tadi."eh ada tamu"katanya dan duduk di salah satu sofa.


"mbak masak,,emang bisa,nanti ngak enak lagi"ejek leta pada perempuan tersebut,tak lain dinda kakak iparnya.


"apaan kamu,, masakannya mbak enak tau,,kamu ngak usah ngarang deh"kata dinda.


"mana ada buat kopi aja asin"ujar leta tersenyum mengejek.


"apaan itu kan kamu yang bikin mbak salah,masa kamu tukar letak gula sama garam"Sungut dinda.


"mana ada,,mbak aja yang ngak bisa ngebedain"jawab leta.

__ADS_1


"udah-udah,,pada berantem ngak malu apa"kata bunda leta setelah diam menonton pertunjukan adu debat antara anak dan menantunya.


"maaf ya risa jadi ngak enak"kata bunda leta.


"eh,,, bunda tahu nama aku"tanya risa.


"tau lah kamu kan anak wita"terang bunda leta.


Risa hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti.


"oh iya,,kita kekamar dulu bunda,,Risa belum mandi jadi dia mandi dulu sebelum makan nanti bau makanan ngak sedap lagi karena baunya"kata leta


"mana ada,,kamu yang bau kali"kata dinda menimpali ucapan adik iparnya.


Leta berenggut kesal ucapan iparnya, sedangkan risa dan bunda leta tertawa.


"ish,,pada ketawain adek ya,,ayuk sa kamu mau mandi ngak"kata leta pergi dari sana dan masuk kamarnya yang dilantai dua, diikuti risa.


Setiba di dalam kamar leta merabahkan dirinya di kasur,, diikuti risa yang duduk di sebelahnya.


Risa menampar paha leta,leta berenggut kesal dan beralih duduk menatap sahabatnya yang tadi menabok pahanya.


"ada apasih sa gue capek tau ngak"kata leta kesal.


"gue mau mandi"jawab risa belum selesai sudah didahului leta


"mandi aja,,tu kamar mandinya"jawab leta menunjuk pintu kamar mandi dan kembali merebahkan dirinya di kasur.


Risa Kembali menabok paha leta,leta hanya diam dia sangat capek,,apa lagi batinnya belum sepenuhnya pulih dari sakit hati yang menyiksa,risa kesal dengan leta yang hanya diam.


Diambilnya bantal dan di pukulnya badan leta,leta yang mendapatkan serangan juga ikut membalas dia duduk dan mengambil bantal lainnya.


"hiya,,gue pukul lo"teriak leta.


"gue juga"jawab risa teriak.


leta yang sudah tidak sanggup memukul terus saja di pukul oleh risa.


"ampun,,ampun"teriak leta terengah-engah


"ngak bakalan gue ampuni lo"jawab risa menghentikan pukulannya,dan mengatur nafas,


Setelah sesaat mereka mengatur nafas mereka saling pandang dan tertawa.


risa kembali ingin melancarkan aksi pukulnya.leta yang melihat itu langsung berlari keluar kamar, dia menjerit minta tolong,diikuti risa yang berlari keluar dengan membawa bantal.


Setiba di luar kamar leta melihat kakaknya langsung saja dia berdiri di belakang kakaknya,risa yang melihat itu.


lansung memukul tidak melihat siap yang dia pukul.


orang yang di pukul risa memegang bantal dan melihat risa tajam.risa yang merasakan jika bantal yang dia pegang berhenti di awang-awang merasa aneh,kalau pun leta yang menghentikan itu tidak mungkin,dia membuka matanya dan melihat siapa yang di pukulnya.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2