Takdir Panjang Cinta RISA

Takdir Panjang Cinta RISA
12


__ADS_3

Dokter keluar dari ruangan pemeriksaan


"Dok bagaimana keadaan anak saya"


"Bagaimana keadaan risa dok"


Ucap mereka kompak.


"Siapa keluarga nya"Kata dokter


"Saya ayahnya dok"jawab adi cepat.


"Mari kita bicara diruangan saya"Kata dokter tersebut."Apa kami sudah bisa bertemu risa dok"Tanya wita


"Sebentar lagi buk,kami akan memindahkan risa keruang rawat"jelas dokter"Mari pak keruangan saya"Tambah dokter tersebut.


Adi pergi mengikuti dokter tersebut,sedangkan Wita,abi,dan cello masih di depan ruangan tersebut.Wita melihat kepada cello dia merasa kenal dengan cello


"Hmm apakah kita pernah bertemu"Tanya wita pada cello"Iya tante, Saya cello yang sering main dengan bang calvin dan Risa dan juga mantan tetangga tante"Jelas cello


"Oh kamu yang sering dipanggil mic sama risa"Ingat wita"Ya tante"jawab cello


"Hmm bang calvin mana tan"Tanya cello


Wita hanya tersenyum sendu.


Ya cello adalah mantan tetangga risa,Dia pindahan dari kota B dan itu juga merupakan kota asal abi atau kota asal ayah abi sedangkan ibunya merupakan orang asli kota P. Dia pindah waktu kelas 5 SD, Dia cepat dekat dengan risa ya karena risa tidak punya teman sebaya yang dekat dengan rumahnya,Sedangkan diva sangat jauh rumahnya dari risa,Jadi risa biasanya main hanya dengan abangnya tapi saat ada cello dia cepat dekat dengannya tapi dia tidak tau cello mempunyai kembaran, karena kembaran cello masih di kota B sampai lulus SMP.


Sekarang mereka sudah berada diruang inap Risa,dengan Wita yang berada di kursi sebelah ranjang risa sedangkan adi,abi dan cello duduk di sofa ruang tersebut.

__ADS_1


Sedangkan risa masih belum sadar.


"Hmm sebenarnya risa sakit apa om tan kok sampai di rawat dan sampai sekarang risa juga belum sadar"Tanya abi


"Gue ngak papa kok"Kata risa lemah.Mendengar suara risa semua orang berdiri dan melihat ke ranjang.


"Sayang kamu udah bangun"Kata wita sambil tersenyum lebar.


"Ada yang sakit atau kamu mau apa"Tanya Wita,Risa tersenyum menatap mamanya dia sangat beruntung bisa mempunyai mama yang baik dan pengertian"risa ngak papa ma"Ujar risa lemah dengan senyum nya.


"Yisa"


Risa menegang saat ada orang yang membuat dia kembali ingat masa lalunya.


Dia beralih menatap orang yang memangilnya.'Dia kembali,kenapa,dia'Batin risa,dia menatap cello dengan tatapan yang sulit diartikan dia kembali menatap ibunya"Ma risa capek,risa tidur lagi ya ma"Ujar risa pada mamanya."Iya sayang"ujar wita tersenyum."Mending kalian semua balik,nanti orang tua kalian khawatir"Ujar risa pada abi dan cello.


"Kalau gitu kita pamit tan,om"kata Abi sambil melirik cello.sedangkan cello merasa sedih saat risa tak menggubris sapaannya"Woi ayo pulang"Bisik abi pada cello,"assalamualaikum tan om kita pamit"Ujar mereka dan keluar bersama atau lebih tepatnya abi menarik cello agar ikut dengannya.


Didalam mobil sangat hening tidak ada yang berbicara karena mereka masih asik dengan pikiran masing-masing.


"lo"panggil abi sambil melihat ke arah cello.


"Hmm"balas cello tanpa melihat abi


"Lo,kok risa kayak ngak kenal gitu ya sama lo"


kata abi"ntah lah gue ngak tau,gue juga heran tadi kok ngak ada bang calvin ya di sana,karena perasaan gue kalau risa sakit pasti yang paling khawatir itu bang calvin"Ujar cello tetap fokus ke jalanan.Abi merasa aneh bukannya abang risa telah lama meninggal.


"Abang Risa udah ngak ada"Kata Abi yang membuat cello ngerem mendadak."Apa"pelik cello"Lo ngak bercanda kan,gue ngak suka candaan lo"Kata cello lagi dengan nada sedikit meninggi,dan menatap sengit abi"Gue ngak bercanda,ya kali gue canda hal kaya gini"Ujar abi serius, menatap kedepan.'Jadi Abang calvin meninggal dan gue ngak ada pas risa butuhin gue,gue udah janji akan selalu ada buat dia,tapi gue ngak ada saat itu,pantasan risa marah sama gue'pikir cello dia memukul stir mobilnya,'tapi gue kan ngak tau kapan bang calvi meninggal dan juga kan dia yang ninggalin gue'Pikir cello lagi.

__ADS_1


"Emang kapan bang cello meninggal"Tanya cello "Kalau ngak salah pas risa nerima kelulusan bang risa kecelakaan dan juga dirawat 2 hari setelah itu dia ngak bisa tertolong"Jawab abi.'apa,jadi gue yang salah'Batin cello


Cello kembali melajukan mobilnya dia kembali fokus dengan jalannya, dia masih menyalahkan dirinya.


Sekarang cello sudah berada didalam kamarnya,dia sudah merebahkan tubuhnya pada ranjang.cello menatap lurus ke atas dia memikirkan'Apa yang terjadi 3 tahun lalu,kenapa bang calvin bisa meningal dan juga kenapa keluarga risa juga pindah,risa apa yang terjadi sebenarnya'pikir cello


" Besok gue akan jenguk Risa,dan gue akan minta maaf sama dia."gumam cello.cello mulai memejamkan matanya.


Pagi hari


"pagi mom, dad"sapa cello senyum kepada orang tua nya.


"Pagi"orang tua cello kompak


"Mau kemana bang kok udah rapi pagi,pagi dan juga tumben bangun pagi ini kan hari Minggu"tanya sang momy,dia heran melihat anak bujangnya yang sudah rapi di pagi hari dan juga anaknya tersenyum tulus hari ini .


"Cello mau pergi ke rumah sakit mom ,mau jenguk teman yang sakit"Jawab cello sambil menikmati sarapan yang disediakan oleh momynya.


"Jenguk siapa bang, Aldo masuk rumah sakit lagi"Kata sang dady membuka suara.


"Engak dad, Abang mau jenguk yisa mom dad"Kata cello meminum air putih yang ada di sebelah piringnya.


"Yisa,,emang abang udah ketemu sama dia"Kata sang momy


"Udah mom,ini kan abang mau jenguk dia"kata cello


"Oh dia sakit apa bang,dan juga Calvin gimana kabarnya"Tanya momy nya antusias


"Momy kangen banget sama Risa,dia pasti imut banget,kalau dia udah sehat bawa main kesini ya"kata momynya lagi

__ADS_1


"Hmm abang ngak yakin dia mau kesini"Kata cello menunduk."Emang kenapa dia marah sama abang, Abang buat dia marah ya,minta aja sama calvin agar dia ngak marah lagi sama abang"kata sang momy."iya itu abang jahil banget sih kalau sama risa baru ketemu aja udah buat dia marah,pantasan dia ninggalin Abang waktu itu tanpa mau bicara dulu sama abang"Timpal sang papa.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2