Takdir Panjang Cinta RISA

Takdir Panjang Cinta RISA
17


__ADS_3

"Maaf,,,gue juga berharap gitu,tapi itu yang sebenarnya"Kata roni menjawab.


"Ngak,,,ngak risa udah janji buat selalu buat kita,dia ngak mungkin"Kata lisa histeris sedangkan diva hanya bisa menunduk dan menangis.


Setelah keaadaan mulai tenang mereka beranjak untuk pulang,Abi tiba di rumah dengan keadaan murung


"Assalamualaikum bu,yah"ucapnya masuk rumah.


"Waalaykumsalam,nak"jawab ibunya


"Kok baru pulang"tanya ibu abi yang sedang menonton TV dan duduk di sofa yang membelakangi abi tanpa melihat abi.


Abi mendudukkan dirinya sebelah ibunya,ia yakin Risa pergi kekota nenek dan kakeknya ibunya pasti tahu,"Ibu taukan kalau risa pergi berobat"Tanya abi tanpa menjawab pertanyaan ibunya terlebih dahulu.


"Kamu sudah tau"Kata ibunya dan langsung mematikan TV Karena dia tahu bahwa akan ada pembahasan yang penting.


"Kenapa ibu ngak bilang,kalau ibu bilang kan abi bisa ikut, terus gimana dengan tunangan abi sama Risa"Abi dengan panjang lebar.


Ibu abi menatap anaknya dalam, anak yang dari bayi sampai sekarang,dia yang membesarkannya tanpa bantuan siapapun tidak ada yang hal yang dia lewatkan dari anaknya tapi itu salah, dia salah, mengambil keputusan untuk menjodohkan anaknya dengan anakbsahabatnya,"ya,,,ibu tau,dan juga petunangan kalain dibatalkan"Ujarnya.


"Kok ibu ngak bilang sama abi,kenapa bu"Abi frustasi.


"Kamu tanya kenapa,kamu Nerima perjodohan ini karena orang yang kamu sukakan,dan bunda udah pernah bilang kalau kamu ngak mau ngak usah tapi kamu ngeyel, dan bilang abi mau,apaan kamu ,bukan cuma kamu yang sakit tapi Risa juga,ibu kayak ngak peduli sama kebahagiaan kamu,kayak ibu maksa keinginan ibu padahal itu ngak pernah"Ibu abi panjang lebar.


"Ibu merasa ngak sayang sama anak sendiri,ngak tau kalau anaknya punya yang lain"tambahnya.


"Maafin abi bu,abi salah"Jawab abi dengan penyesalan.


...

__ADS_1


"Pagi nona"sapa pelayan sebuah butik terhadap seorang gadis yang sangat cantik,dengan gaya kasualnya dia memasuki sebuah ruangan yang berada di butik tersebut dan diikuti oleh gadis lainnya.


"jadwal Hari ini tidak ada pertemuan apapun,tapi anda ada jadwal untuk makan malam dengan nyonya besar,nona"Kata gadis yang mengikuti tadi,


"Ngak usah formal amat lah za, lagian cuman ada kita kok"Kata gadis lainnya dan menduduki kursi yang ada diruangan tersebut.


"Iya ,iya ,,kita ada jadwal makan malam sama nenek,dan seperti biasa nenek udah nyiapin lo jodoh"Kata gadis yang di panggil za tadi atau lebih tepatnya azzara putriana.


"Sialan lo"Sungut gadis tersebut.


"Lo emang ngak mau nikah ya,umur lo itu udah 28 tahun,gue aja yang 25 Udah nikah, lima bulan lagi aja gue udah mau lahiran"Kata aza .


"Sampai kapan lo mau terjebak dengan masa lalu,lagian kan penyakit lo udah sembuh,lo harus bangkit sa lo harus jadi risa yang gue kenal,dimana risa yang selalu bilang,masa lalu ya masa lalu,kita ngak usah hapus memori masa lalu kita yang penting ikhlas dan ambil hikmahnya,dimana risa itu sekarang"panjang lebar kata aza sambil mendudukkan dirinya di sofa,"Huff,,,,capek juga berdiri,,lo cepat cari asisten deh,gue udah diminta berhenti kerja sama mas Dafa"Katanya lagi.


"Hmm"Jawab gadis tersebut yang tak lain adalah risa.


Ya risa sudah sembuh 4 tahun lalu dan terhitung sekarang sudah sepuluh tahun dia tidak kembali ke kota P dan menetap di kota J, orang tuanya juga tidak kembali ke kota P karena nenek risa merasa kesepian setelah 6tahun lalu kakek risa meninggal,dan juga papa risa melanjutkan bisnis keluarga nya.karena tidak ada lagi orang yang bisa melanjutkan nya.


ya risa mempunyai asisten yaitu sepupunya anak dari adik ayahnya, dia juga sahabat risa saat kuliah,ya itu aza,telah menikah satu tahun lalu dan sedang hamil 4 bulan.


Selain aza risa juga memiliki sahabat lainnya,yaitu taleta yunastira, anak bunsu dari keluarga terpandang, memiliki dua kakak laki-laki satu sudah menjadi duda dan satu lagi masih melajang dengan usia tiga puluh tahun.


"Yaudah gue izin ya gue ada cek up hari ini,dan mas dafa udah ada di depan"izin aza pada risa"Dan jangan lupa ada makan malam sama nenek, Lo jangan pulang ke apartemen,sebelum Maghrib harus ada dirumah,lagian lo ngak ada jadwal hari ini,jadi lo ngak punya alasan untuk nolak"Kata aza sebelum melangkah untuk keluar ruangan.


"Iya gue hadir buat nanti malam"Jawab risa.


Setelah kepergian aza risa menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya, sejenak dia memejamkan matanya dan menatap ke langit-langit ruangan tersebut.


"Huff,,,apa yang harus gue lakuin,gue terlalu takut buat keluar dari sisi nyaman,gue takut buat mencoba"Gumam risa tapi lama kelamaan dia merasa mengantuk dan tertidur dengan posisi tersebut.

__ADS_1


Dring,,,, dring,,,,..


Hp risa berdering, membuat risa terganggu dengan tidurnya,


"Is siapa sih"Kata risa sambil mengucek matanya, dia mengambil Hpnya yang berada di atas meja kerjanya,


dilihatnya layar handphone nya ternyata aza yang menalfond nya.


on calling


"Halo ada"belum sempat risa menyelesaikan kata katanya tapi orang yang di sebrang sana sudah mencrocos duluan


"......"


"Iya,emang jam berapa sih"Jawab risa dan melihat jam di pergelangan tangannya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah lima,waw dia sangat lama tertidur nya, untung saja di sedang berhalangan untuk sholat,maka dia tidak mengabaikan perintah sang pencipta.


"......."


"Iya,, iya,maaf"Kata risa lagi.


"........."


"Waalaykumsalam"jawab risa


off calling.


Risa mulai beranjak dari tempat duduknya, dia masuk kamar mandi yang di ruangan tersebut, setelah mencuci mungkanya,dia terlihat lebih fresh.


Risa beranjak keluar ruangan,di mulai dia keluar pelayan butik memberikan hormat padanya yang di balas dengan senyum tipis dan anggukan.

__ADS_1


Setelah risa keluar butik yang tepat berada di tepi jalan raya,dia melihat anak kecil sekitar lima tahunan melintas,dan di susul dengan mobil yang melaju sangat kencang,dia membulatkan matanya saat melihat anak tersebut, langsung saja dia berlari,dan menarik anak tersebut, dia terduduk dengan memeluk bocah tersebut dan tangannya sedikit gores,Risa mengalami keringat dingin dia tidak merasakan sakit apa-apa padahal dia terduduk cukup keras tapi malah dia terbengong dan menangis dia teringat kejadian dengan kakaknya,andai dia cepat seperti ini maka. kakaknya tidak akan pergi.


__ADS_2