
"Gimana nyenyak tidurnya"Kata wita saat mereka telah selesai makan malam
"Hmm"jawab Risa, dia sangat malas untuk menjawab pertanyaan sang mama,Risa beranjak dari duduknya untuk pergi ke kamarnya.
"Risa"Panggil nenek Risa sebelum Risa melangkah kan kakinya.
Risa menoleh raut wajah nya berkerut seperti mengatakan ada apa, melihat cucunya yang bersikap dingin nenek Risa hanya menghela nafas berat, dia tau Risa sekarang memiliki mood yang mudah berubah-ubah.
"nenek mau bicara,ayo ke ruang keluarga"ajak nenek pada Risa,Risa yang mendengar hanya melangkah kan kakinya ke arah ruang keluarga tanpa menjawab.
"Ada apa nek"Tanya risa langsung, setelah neneknya duduk diikuti semua orang.
"kapan kamu mau menikah, umurmu sudah tidak muda lagi,apa yang kamu nantikan sebenarnya"tanya sang nenek
"Risa belum siap nek, mungkin secara fisik risa seperti sudah siap,tapi secara batin risa belum siap,masih banyak goresan luka yang belum membaik"Ujar Risaisa apa adanya.
"Nenek tau tapi sampai kapan" Kata sang nenek.
"Kalau kamu tidak ada calon maka nenek sudah mempersiapkan nya untukmu,nenek ingin melihat kamu ada pendamping saat nenek sudah tidak ada,kakek dan abangmu menghampiri nenek di mimpi mereka bilang mereka sedih dengan kamu yang selalu terjebak masa lalu,sudah cukup Risa,kamu tidak boleh egois,nenek melihat abang mu yang tersiksa di mimpi itu,dia bersalah saat kamu selalu trauma dengan masa lalu mu,dia menangis risa,, nenek tidak lah ada lagi saat maut menjemput,siapa yang akan menjaga mu"ujar nenek risa panjang lebar dada nya naik turun nafasnya memburu,air mata mulai berjatuhan.
Risa melihat neneknya merasa bersalah harusnya dia membuat neneknya bahagia di usia senja tapi yang dia lakukan membuat neneknya sedih.
"Risa akan mencoba mencari calon suami sendiri, Risa tidak mau dijodohkan dan maaf nek risa selalu membuat nenek sedih"ujar Risa dia beranjak dari duduknya dan berlari ke kamarnya yang berada diatas.
Sesampai nya di kamar,Risa mengunci pintunya dia ingin sendiri,dia pergi kekamar mandi mengguyur badannya yang bergetar menahan tangis tanpa melepaskan pakaiannya,ia ingin berteriak tapi takut didengar, Risa hanya menangis dalam diam, dia duduk dilantai, badannya basah, dia tidak merasa dingin atau apa,yang dirasakan hanya perasaan aneh tidak nyaman.
Satu jam di kamar mandi Risa keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya, berjalan kearah lemari dan mengambil pakaian tidur yanh yang menurut nya nyaman.
Direbahkan tubuhnya yang sudah berpakaian.menatap langit langit kamar,dia merasakan hampa,tidak ada yang terasa,mulai memejamkan mata, tapi tidak bisa tertidur, belakangan ini dia susah sekali untuk tidur, diambilnya obat dari laci nakas dan meminumnya, beberapa menit sudah meminum obat tersebut Risa menjadi mengantuk dia tertidur lelap.
....
bulan telah berganti di gantikan fajar yang mulai menampakkan diri, walaupun malu-malu tapi pasti.
Membuat seorang gadis yang masih memejamkan matanya bergerak gelisah untuk menghindari sinarnya.
__ADS_1
Risa bangkit dari tidurnya,masih memejamkan matanya bergerak meregangkan otot-otot yang kaku karena tidur.
mulai membuka mata dan bergerak turun dari kasur, berjalan kearah kamar mandi dan mulai mengerjakan aktivitas paginya. Setelah selesai dengan urusan kamar,beranjak keluar,menuruni tanggal berpapasan dengan pelayan yang akan keatas,
"Pagi nona"Sapa pelayan tersebut ramah di jawab anggukan
"Nenek sudah bangun bi"Tanya risa
"Belum nona, nyonya belum ada keluar kamar dari tadi " jawab pembantu tersebut.
Dahi Risa berkerut,heran kenapa nenek nya belum bangun biasanya neneknya berada di taman belakang menghirup udara segar di pagi hari.
"Nyonya besar seperti tidak sehat setelah acara makan malam kemarin nona,"Katanya lagi melihat sang nona keheranan.
Risa membulat kan matanya dia berjalan tergesa-gesa ke arah kamar nenek nya,di buka pintu kamar dan mulai melangkah kan kakinya.
Risa mendekat kearah neneknya yang masih tidur di bawah selimut, dipanggil nya sang nenek tapi tidak ada respon dari yang bersangkutan,mulai memegang dahi sang nenek,yang dingin tidak biasanya,di cari tangan sang nenek juga sama dingin walaupun tak begitu terasa.
Mulai panik, bayangan orang-orang pergi darinya mulai terbayang di carinya denyut nadi sang nenek dengan mata yang sudah berair dan menghembuskan nafas lega tapu masih terlihat khawatir karena denyut nadi yang melemah.
Dipanggil pelayan dan menyuruh menelpon ambulans dia mendekap sang nenek berharap tidak akan terjadi apapun,hanya tangis dan penyesalan yang dia lakukan.
Sekarang Risa telah berada di depan UGD dia hanya mondar mandir seperti setrikaan,dia hanya berdoa terlihat dari mulutnya yang terus berkomat kamit dan air matanya yang tidak berhenti dia seperti Dejavu dengan keadaan seperti ini yang membedakan hanya dia tidak berlumuran darah.
Dari arah depan terlihat satu orang yang memanggilnya dengan raut wajah sama dengan nya.
"Rafa,,hiks nenek dafa,,selamat kan nenek daf"ujar Risa yang melihat bahwa rafa yang memanggilnya.
"Tenang Risa nenek akan baik baik aja,jangan menangis kepala mu bisa sakit Risa"Kata rafa mendekap erat tubuh risa yang bergetar.
"Shutt kamu kuat,jangan cengeng nanti ngak cantik lagi"Bujuk d
rafa,dia tahu dengan cara ini dafa bisa mendiamkan risa,risa tidak suka dianggap sebagai anak kecil, walau sebenarnya Risa masih sering bersikap kekanak-kanakan.
Dan benar Risa langsung terdiam,dia ingin sekali mendorong dafa dan memakinya tapi di urungkannya karena dekapan rafa dapat membuat nya tenang.
__ADS_1
Setelah Risa tidak menangis rafa merenggangkan pelukannya dan menarik Risa untuk duduk di kursi tunggu.
"Kamu sudah menghubungi tante dan om"Tanya rafa pada risa,risa menggeleng.
"Aku tidak ada kepikiran untuk menghubungi mereka aku panik dan tidak seorang pun yang aku hubungi"Kata Risa
Rafa mengangguk mengerti karena dia sendiri tau karena dokter keluarga Risa adalah temannya.
"Kamu sudah sarapan,lihat ilngus mu kamu sakit"tanya Rafa sambil membersihkan hidung risa dengan sapu tangan yang ada dalam sakunya dan juga tadi dia merasa tubuh risa sedikit panas.
"Kamu mandi lagi dengan air dingin tengah malam,"tanya Rafa,dafa tau jika Risa depresi maka dia akan mengguyur badannya dengan air dingin berjam jam bahkan ada sampai dia pingsan dibuatnya.Risa hanya diam tidak mengiyakan atau membantah ucapan Rafa.bagaimana dia bisa berbohong dengan dokter psikis nya.
Rafa adalah psikiater yang bekerja di rumah sakit ini.dia bertemu Risa saat pernikahan aza dan Dafa dia melihat Risa hanya diam dan tersenyum dengan mata yang kosong tanpa kehidupan.
Rafa mulai bertanya siapa Risa pada Rafa,Dafa yang mengetahui cerita Risa dari aza menceritakan pada Rafa,membuat Rafa kaget dengan ceritanya dia pernah juga mengalami hal tersebut yang bedanya kekasihnya yang Meninggal karena menyelamatkan nya.
Waktu itu Rafa seperti Risa malah lebih parah,tapi orang tuanya membawa nya ke psikiater dan Alhamdulillah dia sembuh dari traumanya,dia menjadi psikiater karena pengalamannya ini ingin membantu orang.
Rafa juga menyarankan agar Risa di bawa pada psikiater dan dia merekomendasikan dirinya saja, karena dia ingin lebih dekat dengan Risa,entah kenapa entah karena merasakan nasib yang sama atau dia tertarik dengan Risa.
...
Rafa yang melihat Risa hanya diam mengetahui jawabannya,yaitu benar.
"Kamu masih minum obat tidur"Tanya Rafa lagi tapi risa hanya diam.
Rafa hanya menghela nafas
"Aku telpon tante dulu,kamu tenang"kata Rafa lagi.dijawab anggukan oleh Risa.
Setelah Rafa menelpon mama risa dan juga papa aza dia kembali duduk sebelah Risa,dia melihat risa memegang kepalanya.
"Kamu pusing,,lebih baik kamu tiduran terlebih dahulu,dan sebelum itu kamu di periksa dulu, jangan-jangan kamu kekurangan cairan,kalau perlu kamu harus memakai infus agar tidak lemes"Tutur Rafa khawatir.
Risa mendelik dia hanya pusing tapi disuruh itu-itu seperti sakit berat saja.
__ADS_1
"Jangan melihat ku seperti itu aku,tidak mau kamu juga sakit"tutur Rafa cepat saat melihat Ekspresi risa kesal.
*BERSAMBUNG*