
..........,......,...,.....,
"Anak ini ....." ( kakek guru membatin )
" Selama aku memperhatikan Dia , ....selalu saja ada Keberuntungan yang menyertainya , ...."
"Se akan akan Takdir Keberuntungan memihaknya "
"Aku yakin di masa depan nanti, ... anak ini akan Membawa Takdir yang besar...."
"Aku tidak tahu Takdir apa itu , ...yang jelas aku akan mengawalnya sampe anak ini menjadi kuat "
( kakek guru berkata dan berjanji dalam hati )
"Guru ...apakah Guru sudah tahu apa yang terjadi ? " ( tanya Tao phiex penasaran )
" Hmmm.....Guru tahu ..." ( jawab kakek gurunya singkat )
"Apakah itu guru ? ...( Tao phiex semakin penasaran )
"Baiklah akan guru jelaskan ....Guru tidak tahu nama nya di duniamu ini , ...Tapi setahu guru itu adalah Batu Dewa ,...atau Batu Ilahi, ...atau Batu Surga ,....terserah kamu menamai apa itu ..."
( Kakek guru berhenti sejenak untuk melihat respon Tao phiex )
"Batu itu setahu guru hanya ada di alam Dewa ...."
"Guru tidak tahu kenapa ada Batu itu di duniamu ini "
"Di Alam Dewa sana sudah menjadi umum ketika para Dewa akan membakar dupa yang terbuat dari Batu itu untuk melakukan Ritual Permintaan kepada Begawan di NIRWANA"
"Batu itu ketika di bakar akan menghasilkan Asap yang punya Aroma wangi yang menyengat"
"Dan Asap serta Aroma dari Batu itu,... istimewa karena dia tidak dibatasi Hukum Dimensi "
"Asap dan Aroma nya akan Naik dari alam Dewa ke Nirwana ,....dan Tidak terpengaruh oleh Hukum batas Dimensi "
"Itulah sebabnya Para Dewa juga menggunakan Batu itu untuk Ritual Permintaan "
( Kakek guru menerangkan dengan jelas )
" Baiklah ... Simpan saja Batu itu .. , ...gunakan seperlunya saja "
"Kalau untuk Tembakau dan cengkeh yang ada dikantong itu tidak perlu kuatir, ....kamu bisa mencari di Hutan sana...tanaman itu banyak tumbuh liar di duniamu ini "
( kakek guru berkata sambil menunjuk kantong yang masih di pegang Tao phiex )
"Terima kasih guru ..." ( kata Tao phiex singkat )
__ADS_1
"Ya sudah ....sekarang lanjutkan Latihanmu di Hutan sana " ...( kakek guru memberi perintah dan langsung berubah menjadi asap putih samar yang kemudian hilang diterpa angin )
"Huhhh ...guru selalu saja begitu ...seakan pamer kesaktian di depan ku " ( kata Tao phiex dalam hati )
"Apa katamu hah ...murid kurang ajar ..." ( tiba tiba ada suara tanpa wujud )
"Aahh....Maaf guru ...maaf ...( sambil mengelus kepalanya yang dijitak oleh gurunya ...Tao pun langsung berlari secepat mungkin tanpa menghiraukan kanan kiri ke arah Hutan Kapur )
Dan hanya butuh sekitar lima menit dia sudah berada di kedalaman Hutan Kapur ...
Seperti biasa Tao phiex pun berlatih berlari dengan mengelilingi Hutan Kapur sebanyak 5 kali ...
Setelah itu Tao phiex berlatih melompat dari Pohon satu ke pohon lainnya ...
Tidak disadari Tao phiex sudah Di pohon paling ujung Hutan Kapur yang mengarah ke Puncak ...
"Aku ingat .....bukan kah Di atas puncak sana Paman shi. .. bekerja menambang batu Kapur ? "
( kata Tao phiex dalam hati ketika melihat puncak gunung yang terlihat hampir semuanya putih karena tertutup oleh batuan Kapur )
"Apakah aku menemui Paman shi sekarang ? ...kebetulan aku harus berterima kasih juga atas informasinya mengenai Jahe hutan waktu itu ?
( Kata Tao phiex lagi dalam hati )
"Hais..." ( sambil mendesah )
"Tapi ....aku lupa tidak membawa PIL Jahe Manis buatanku ...he he ...( kata Tao phiex dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal )
"Ah ...aku kembali saja sekarang ke tengah Hutan " ( Tao phiex berkata lagi dalam hatinya )
Lalu Tao phiex melesat cepat seakan anak panah yang di tarik dari busurnya ...
wusss..
Dalam sekejap mata sudah sampe di tengah Hutan ...
"Lebih baik sebelum pulang,...aku akan mencoba lagi menghisap Rokok ini ."
"..aku masih penasaran apakah Di Hutan ini juga akan berdatangan Roh dan Siluman ketika aku memakai Rokok ini " ....
( Tao phiex mulai mengambil kantong di sakunya dan membukanya kemudian mengeluarkan Pipa kayu yang sudah terisi tembakau )
Setelah menaburkan serbuk Batu kemenyan diatas tembakau yang ada di Pipa kayu itu , ...Tao phiex pun mulai menyalakan dengan Batu api dan membakar Rokok itu...
"Shhhhhh...yiuhhhhh....wuihhh.." ( suara Mulut Tao phiex yang sambil monyong menyemburkan asap rokok yang mulai di hisapnya )
Tiba tiba mulai datang bermunculan sosok sosok ROH dan Siluman dari berbagai arah di Hutan itu dan mulai mengelilingi Tao phiex
__ADS_1
"Huh ....ini tidak menarik ..." ( kata Tao phiex dalam hati )
"Kenapa ROH dan Siluman di Hutan ini terlihat jelek jelek , apa di hutan ini tidak ada tukang pangkas rambut ,....
"Sampe sampe ada yang gondrong acak acakan ? ....tidak seperti Roh atau Siluman yang ada di dekat rumahku ..! ".
( Tao phiex masih membatin dengan wajah kesal... se akan kecewa melihat wujud para Roh dan Siluman yang datang )
"Hai bocah ....apa kamu yang memanggil kami semua ..???" ( tiba tiba Siluman Kodok maju di antara barisan Roh dan Siluman yang datang itu )
"Ho ...ho ..ho ....menarik ...sungguh menarik ....apa kamu bisa melihat kami semua dan bisa mendengarkan kami disini ???...
( Kata Siluman yang berbentuk Kera besar setinggi orang dewasa dengan mata merah dan dan seluruh bulunya hitam legam sambil maju ke depan diantara barisan seperti yang Siluman Kodok Lakukan )
"Bocah ....jawab dong jangan diam saja ...apa kamu takut setelah melihat kita semua ? ...
( Siluman Kodok bertanya sambil mencondongkan badannya supaya jelas terlihat )
" ....Huhhh... Kalian ini cuma Roh jadi tidak ada guna nya mengancamku ! " ( jawab Tao phiex santai )
"Ho ...ho ..ho... Menarik ...menarik ....ini makin menarik...."
"Anak muda ...apa kamu benar benar Manusia ?
" Lalu bolehkah aku yang Gagah berani ini tahu namamu , ....dan darimana kamu berasal ? ...
( Tanya Siluman Kera menepuk nepuk dadanya )
"Cuih ....Apa an Gagah berani , ...Kera jelek sepertimu Hidup aja sudah anugerah !!! ....( Siluman Kodok yang menimpali dengan meludah kesamping )
"Heh ...Kodok Buduk ..jelek ...apa kamu menantangku bertarung ? ..( langsung dijawab oleh Siluman Kera )
"Siapa Takut...!" ( dan Siluman Kodok pun menatap siluman Kera dengan gaya menantang )
"Sudah ...berisik ...Kalian ini sesama Roh harusnya saling mendukung bukan saling mencela " ....lagian kalian ini semua sama jeleknya..." ( tiba tiba Tao phiex memotong percakapan dengan sedikit maju ketengah agar mereka tidak jadi bertarung )
"Kamu ...Ahhh ...baiklah ...aku akan menahan emosiku ...tapi kamu harus mengenalkan diri ...!!! ( Siluman kera yang emosi sedikit mereda tapi masih melirik Siluman Kodok )
"Baiklah ....dengarkan semuanya .....namaku 'Tao phiex ' ....aku tinggal di desa thie phur di sebelah barat hutan ini .... Aku memanggil kalian semua karena aku ingin berkenalan ...itu saja tidak lebih "
( Tao phiex kemudian mengenalkan dirinya dan sekaligus menjelaskan maksud tujuan memanggil ROH dan Siluman itu )
"Ho ...ho ..ho ....menarik ....menarik ...ini sungguh menarik ...." Apakah hanya itu saja ? ( tanya Siluman kera kemudian )
"Ya ...itu saja ...jadi mohon maaf semuanya jika telah mengganggu kesibukan kalian ....sekarang kalian bisa kembali ke tempat masing masing , ....karena aku juga akan pulang , ...lain kali kita sambung lagi pertemuan ini ! .... Terima kasih semuanya ..."
( jawab Tao phiex kemudian langsung melesat lari cepat ke arah barat hutan itu untuk pulang ke rumah )
__ADS_1
"Haisss...anak muda itu ....aku bahkan belum mengenalkan diriku yang Kuat ini .." ( kata Siluman Kodok sambil menghilang dari situ dan di ikuti semua Roh dan siluman yang ada disitu )
"Kuat apanya ...dasar kodok jelek " ...( siluman kera tidak mau kalah langsung menghilang juga dari situ )