TAKDIR SANG DEWA JUDI

TAKDIR SANG DEWA JUDI
2. Mustahil berbicara bahkan melihat ROH /HANTU


__ADS_3

...


Setelah sampai di depan rumah Tohar ..., Tao phiex langsung menggedor pintu dan teriak keras memanggil nama Tohar sehingga bukan hanya Tohar yang keluar membuka pintu tapi juga orang tuanya Tohar ikut berlari kecil kedepan pintu setelah mendengar teriakan Tao phiex...


Akhirnya dengan malu malu dan tentunya masih ada rasa gemetar di badan dan wajah yang masih sedikit pucat serta nafas ngos ngosan akibat lari ...


Tao phiex terpaksa menceritakan kejadian tadi depan rumah sendiri saat mendengar suara tanpa wujud tanpa ada hal yang di tutup tutupi.


Setelah mendengar cerita Tao phiex Tohar menjadi tertawa terpingkal pingkal dan menganggap bahwa Tao phiex hanya membual saja atau mengarang cerita dan hanya alasan agar bisa numpang tidur di rumahnya .


Tetapi kedua orang tua Tohar yang peduli melihat Tao phiex memang masih kecil menganggap wajar untuk umur seusia dia ada mempunyai perasaan takut.


Sehingga menyuruh Tohar untuk diam mempersilahkan masuk kerumah dan menyuruh untuk langsung saja membawa ke kamar dan menyilahkan tidur bersama tentunya di kamar Tohar.


Setelah masuk kamar Tao phiex tidak bisa tidur dan hanya melamun di pojok kamar seakan akan sedang berpikir keras layaknya memikirkan sesuatu yang berat ...( mungkin kalau jaman sekarang mikir biaya hidup yang makin tinggi kali ye... )


Tohar yang melihat itu menjadi kasihan dan iba sehingga inisiatif mengajak ngobrol hal hal lain berharap bisa meredakan ketakutan Tao phiex saat ini.


Tapi karena tidak ada respon dan terlihat masih linglung maka Tohar pamit tidur duluan dan hanya mengingatkan agar Tao phiex jangan terlalu memikirkan hal tersebut dan tentunya menyarankan agar tidur saja.


"Huh ....apakah tadi itu benar benar suara tanpa wujud ...?'


'Ah...jangan jangan tadi itu Hantu'


'Apakah mungkin tadi hanya perasaanku saja ? '


*Begitu banyak pertanyaan dan juga tentunya pikiran pikiran sendiri sesuai yang Tao phiex ketahui*


Akhirnya dengan menghela napas pasrah Tao phiex merebahkan badan untuk tidur dan berharap besok adalah hari yang baru tanpa rasa ketakutan .


....-Esok paginya Tao phiex yang memang semalam tidur terlambat karena tidak mudah untuk bisa tidur setelah rasa ketakutan ..


Menjadi bangun agak siang dimana matahari sudah terang dan menembus celah jendela kamar .


'Hah ...sudah agak siang rupanya ' ( kata Tao phiex dalam hati )


Kemudian langsung bangun dari dipan tempat tidur yang terbuat dari bambu dan melirik ke samping ternyata Tohar temennya sudah tidak ada ...


mungkin sudah pergi ikut orang tuanya membantu di pasar untuk berjualan karena orang tua Tohar adalah pedagang pasar.


Dan dengan masih agak kuyu lemas badannya karena kurang tidur semalam Tao keluar kamar untuk berniat berpamitan kepada siapa saja yang ada dirumah itu dan akan langsung pulang kerumah sendiri.


Benar saja begitu sampai ruang tengah rumah keluarga Tohar yang bermarga Su hanya ada pelayan wanita setengah baya yang sedang menyapu hampir semua ruangan .


' Mmm...Maaf saya Tao temen Tohar dan semalam tidur dikamarnya bareng ....


Sekarang saya mau pamit pulang tolong nanti sampaikan ya salam dan juga terima kasih karena sudah boleh menginap ...


( Tao berbicara pelan dan lembut agar pelayan wanita itu tidak kaget )


'Oh ...iya tuan muda tadi sempat berpesan jika teman Tao bangun agar sebelum pulang silahkan makan atau bungkus bawa pulang makanan yang sudah disiapkan di meja sana ...


( balas pelayan wanita itu dengan sopan sambil menunjuk menggunakan jempolnya)


'Oh ...begitu yah ....kalo begitu saya tidak akan sopan ...


' Maaf sudah merepotkan ...


Dan sampaikan nanti terima kasih atas semuanya ...


"Akan saya bawa pulang dan di makan nanti di rumah sendiri saja !"


( kata Tao yang sambil melangkah menuju meja makan dan mengambil makanan yang sudah di siapkan )


Setelah perjalanan dan sudah dekat dengan rumahnya Tao kembali kepikiran kejadian semalam sehingga membuat ragu untuk masuk kerumah sendiri ...


'Berani ...atau tidak .....+ Berani ... tidak ...Berani ....tidak " .( Tao terus bergumam sendiri dan sambil menghitung dan akhirnya membulatkan tekad untuk berani masuk kerumah sendiri )


Begitu sampai depan pintu dengan masih agak takut takut akhirnya Tao masuk kerumah

__ADS_1


'Ternyata tidak ada apa apa dan masih seperti biasanya ...he he ... ( sambil cengengesan akhirnya kembali santai dan keluar kembali samping pintu untuk duduk di kursi bambu karena hanya disitu yang terdapat kursi untuk duduk )


Di dalam rumahnya tidak ada apa apa hanya ruangan kosong dan bahkan hanya kamar nya saja yang ada tikar anyaman bambu untuk tidur Tao setiap harinya.


Sesaat setelah santai duduk Tao langsung membuka buntalan makanan yang dia bawa tadi dari rumah Tohar dan langsung tanpa pikir panjang menyantap makanan itu dengan lahap maklum kan lapar juga dia karena anak kecil se usia dia memang lagi doyan doyan nya makan .


' Hei ...kamu makan sendiri aja aku tidak ditawari bahkan seperti di cuekin !'


( Suara tanpa wujud kembali didengar oleh Tao )


Seketika itu juga makanan terlepas semua dan jatuh ketanah


Tao sendiri langsung reflek melompat serta berniat kabur lari dari situ...


Tapi entah kenapa dan bagaimana caranya Tao seakan terpaku diam berdiri tanpa bisa bergerak hanya mata dan mulut saja yang bisa digerakan .


'Hi ..hi tolong aku jangan di makan Hantu yang baik hati '


( Tao berbicara memelas seperti sedang meminta sesuatu sambil gemetar ketakutan )


" Hah ...memangnya aku makan manusia '


( Balas suara tanpa wujud )


"Perkenalkan ...Aku BAGASPATI kamu bisa memanggilku kakek guru atau apalah terserah kamu karena itu tidak penting bagiku "


" Dan Apa yang ada dalam ingatan kamu itu semua aku yang telah mengirimnya sehingga secara tidak langsung kamu sudah menjadi muridku "


( Kakek itu melanjutkan kata katanya )


"Sampai sini Apakah kamu Paham ? "


( tanya kakek itu )


Tao yang masih mematung diam hanya bisa memikirkan apakah dia tidak dalam halusinasi ...


' Hantu yang baik jika memang benar apa yang tadi di bicarakan ...bolehkan aku melihat wujudmu ?


( Tao dengan hati hati berkata ke suara tanpa wujud itu )


" Hah .....itu dia yang mau aku sampaikan ke kamu Tao ! ( balas kakek bagaspati dengan sedikit mendesah mengeluarkan suara seakan menyesal berbicara ke Tao )


"Jadi Begini ya Tao ..... untuk sementara kamu hanya bisa mendengar suaraku saja sampai nanti aku akan melatihmu dan mengajarkanmu menjadi orang sakti sehingga bisa melihat bahkan merasakan atau bahkan kamu bisa berkelahi melawan wujud wujud Roh seperti aku ini "


( kembali kakek bagaspati berbicara dengan nada yang mulai terdengar ramah dan akrab )


...Tao yang masih ragu tapi karena berpikir daripada bingung dengan semua kejadian ini maka lebih baik menganggukan kepala tanda setuju walaupun masih ragu dan takut.


Kemudian setelah itu kakek bagaspati menerangkan secara umum tentang dia yang tinggal di pohon nhang key dan usianya sudah ribuan tahun serta sekarang dia hanya berbentuk ROH dan nanti suatu saat akan ada waktunya Tao bisa melihat setelah tingkatan Pertapa karena dijaman itu hanya tingkat Pertapa yang sudah bisa menyentuh ranah ROH.


Saat ini Tao masih di pendekar muda bintang 1 sehingga butuh waktu dan latihan untuk terus merangkak mencapai Pertapa.


Tanpa disadari waktunya berapa lama Tao sudah mulai akrab dengan keadaan saat ini dan tidak lagi ada rasa takut terhadap suara tanpa wujud setelah banyak mendapat informasi juga pencerahan dari kakek bagaspati


Dan .....sekarang Tao sudah mulai resmi memanggil kakek bagaspati dengan sebutan KAKEK GURU.


"Dengarkan baik baik nih Tao ....


"Walaupun gurumu ini hanya sebuah Roh tapi untuk membunuh Pertapa semudah menginjak semut apalagi kalau dia masih di tingkatan pendekar ....cukup dengan aku tunjuk pake jari sudah hancur tubuh mereka .."


" Nah yang penting selama kamu tidak menyinggung Dewa apalagi Begawan maka tidak perlu sopan untuk meminta bantuan Gurumu ini ...he he.. ( kata sang guru Tao sambil cengar cengir walaupun saat ini Tao tidak melihat wujudnya )


Tao yang mendengarkan hanya bisa senyum senyum sambil manggut manggut tanda mengerti ...


"Sudahlah.... sekarang kamu duduk santai di bawah pohon seakan akan tidak terjadi apa apa sambil mendengarkan guru berkotbah '


"Jangan kelihatan kalau kamu sedang berbicara nanti dikira gila jika ada yang tidak sengaja melihat tingkahmu"


( kata kakek guru cuek )

__ADS_1


Dan Tao juga terus terusan hanya manggut manggut tanda mengerti tanpa membantah sedikitpun ...


....mulai dari itu sekarang Tao hampir setiap hari melakukan aktifitas rutin dengan sering duduk di bawah pohon nhang key dan mendengarkan ajaran dari kakek gurunya...


Walaupun kadang kadang akan datang teman Akrab nya yaitu Tohar su untuk sekedar main ngobrol atau ngajak berburu atau sekedar iseng nengok keadaan Tao ...


Tapi Tao tidak membuat tingkah yang aneh sehingga tidak ada yang curiga kepadanya tentang Roh gurunya serta tentang Keadaan Tao yang sekarang mulai berlatih keras menjadi seorang Pendekar...


......"Tao ...sekarang setelah semua ilmu Yang gurumu ini ajarkan sudah kamu serap maka tinggal terus di sempurnakan "


Untuk saat ini coba kamu ke Hutan dan Carilah Sarang Lebah Madu Hutan yang usianya sudah ratusan tahun nanti ambil dan bawalah kesini ...( kata guru Tao memerintah )


"Untuk apakah guru ? ( tanya Tao heran )


"Sudahlah sana buruan pergi jangan banyak tanya nanti juga akan tahu " ...( balas kakek guru )


Dan setelah hampir menjelang malam Tao pulang dengan beberapa benjolan di dahi dan tangan akibat dari sengatan dari beberapa Lebah madu Hutan yang usianya ratusan tahun ...


Tapi itu tidak diperdulikan oleh Tao bahkan mengganggap itu menjadi pengalaman yang mengesankan setelah mulai melangkah menjadi pendekar.


"Guru aku pulang ...."


'ini sarang Lebah nya guru '


( Tao menyapa gurunya sambil menyerahkan buntalan sarang Lebah madu hutan )


" Ha ha ha .... ha ha ha ( gurunya Tao tertawa terpingkal pingkal sambil mengambil buntalan )


"Maafkan gurumu ini Tao lupa memberi tahu kalau kamu harus mengoleskan daun herbal anti sengatan racun ketika mengambil sarangnya ...he he " ( kata kakek guru seakan tidak bersalah....#Dia lupa kalau dia ini Roh yang tidak mungkin bisa kena sengatan ataupun sentuhan mahluk fana )


" Tao .....coba kamu mendekat sini ... guru akan langsung meneteskan Madu lebah ini ke matamu dan tentunya akan menambah dengan aura energi dari guru sehingga kamu bisa langsung menyerap efek nya "


( kakek guru Tao langsung mengambil beberapa inti Madu disarang Lebah itu dan bersiap untuk menambahkan energi spiritual di madu itu )


Setelah Tao menghampiri guru dan sudah siap dengan duduk bersila depan gurunya .


Maka proses meneteskan madu lebah hutan itu di mulai ...


Awal nya memang Tao merasa perih dan sakit matanya seakan akan di tusuk tusuk jarum bahkan sampai mengeluarkan air mata ...


Tapi setelah beberapa saat rasa sakit itu menghilang dan Tao mulai merasakan perbedaan di matanya setelah membuka mata pelan pelan ....


Samar samar ....dan lama kelamaan mulai terlihat jelas ada sosok kakek berjubah putih dengan rambut panjang putih serta jenggot yang agak panjang dengan warna putih juga.


Sedang posisi duduk juga menghadap dirinya ...


Yang pasti Tao sudah paham jika sosok itu adalah gurunya


Hanya Tao masih tetap dibikin kagum akan sosok itu karena setelah melihat wujudnya ternyata masih terlihat gagah dan berwibawa dengan kulit yang terlihat bersih serta terawat...


"Guru bukankah Hantu itu menyeramkan ?" ( tanya Tao cuek seperti biasa )


" Sialan bocah gila ...Kamu samakan gurumu ini dengan Hantu jelek hah ? Dasar murid gila ....murid kurang ajar ...( teriak kakek guru mengumpat kesal )


" He he ...maaf guru ..( Tao membalas dengan sedikit tersenyum )


"Ya sudah ...sekarang kamu telah bisa melihat ROH tanpa harus menjadi seorang Pertapa"


( kakek guru menjelaskan sambil mengelus elus janggutnya )


"Jadi apakah kamu masih takut melihat Hantu atau Roh ? ( tanya kakek guru tao )


'Terimakasih guru berkat guru aku sekarang tidak takut lagi melihat Roh ataupun Hantu ..he he ( jawab Tao cengengesan )


Dan semenjak hari itu Tao phiex sering iseng mengobrol dengan banyak Roh terutama Roh rendahan secara tingkatan yang ada di sekitar rumahnya apalagi di belakang rumah nya ada sungai yang di dalamnya terdapat Roh raja lele tawar dan juga Roh siluman belut mereka juga merasa senang karena ada manusia yang bisa di ajak berbicara dan tidak takut kepada meraka....


Dan juga hampir semua Roh yang ada di desa itu ternyata patuh dan tunduk serta takut terhadap kesaktian Gurunya sehingga memudahkan Tao phiex untuk mengenal meraka semua ...


Tidak disangka oleh Tao phiex bahwa Gurunya itu adalah Tetua atau Leluhur para Roh yang ada di desa nya bahkan merupakan Roh yang sangat di segani dan terkenal di wilayah kerajaan Xiao Long karena kasaktianya .

__ADS_1


__ADS_2