
......................................................
"Aura ini ......" ( tiba tiba saja Tuan Shi Zen menghentikan langkahnya )
Aura Energi yang di keluarkan oleh Tao phiex saat ini telah menyebar tidak hanya di Kamarnya ...
Bahkan sampai keluar di halaman rumahnya ...
Aura energi itu seperti hembusan angin yang menerpa siapa saja dan apa saja yang ada di sekitar rumahnya ...
Kadang Aura energi itu berhembus seperti angin yang sedikit panas ....
Kadang juga berhembus sedikit dingin ....
...........
...........
"Ini pasti Aura Nak Tao Phiex, ....Sungguh aura kekuatan yang berbeda,....Pada usia nya yang masih belasan Tahun tapi sudah bisa mengeluarkan Aura Energi yang sangat besar sampai ke halaman rumahnya "
"Jika dilihat dari jangkauan Aura energinya ,....harusnya dia akan menerobos ke Pendekar Puncak ! ... ( Kata Tuan Shi Zen dalam hatinya ,...sambil memperhatikan Rumah Tao phiex )
"Baiklah ...aku akan menunggunya sampai dia selesai meditasinya ..." ( kata Tuan Shi Zen dalam hatinya lagi )
............................................
Saat ini di dalam kamar Tao phiex sudah mulai membuka matanya ....dan pelan pelan menghembuskan udara dari mulutnya se- akan merasakan perasaan yang lega ...
"Hahhhh ....wuihhhhhh " ( Nafas Tao phiex di keluarkan sedikit lewat mulutnya )
"Akhirnya aku bisa mencapai tingkatan ini "
"Energi dalam tubuhku di tingkatan Pendekar Puncak sangat berbeda ,....
"aku sekarang bisa merasakan pergerakan ataupun aura kehidupan dalam jangkauan hampir 20 langkah di sekitarku "
"Pantas saja para pendekar puncak punya insting yang kuat"
"Rupanya seperti ini menjadi Pendekar Puncak,....walaupun aku masih di Pendekar Puncak awal tapi ini sangat menyenangkan "
"Kelihatannya ada yang datang...? " ( kata Tao Phiex merasakan kehadiran seseorang di halaman depan rumahnya )
Kemudian Tao phiex pun keluar kamarnya dan langsung ke pintu depan dan membukanya ......
"Apakah ada yang sedang mencari ku ? "..... ( Tanya Tao phiex setelah keluar rumah sebagai basa basi )
"Ah ..Luar Biasa,......Instingmu sangat peka ,.....aku bahkan belum mengetuk pintu rumah mu ,......tapi Nak Tao phiex sudah tahu aku disini ! " ( Jawab Tuan Shi Zen sambil tersenyum ramah )
"Eh ..emmm...iya Maaf ...Paman Shi zen ya ? " .....( Tao phiex sedikit ragu melihat Tuan Shi Zen )
"Kamu masih mengingatku Nak Tao phiex ? "
"Aku senang kamu masih ingat ....."
"Apakah Pamanmu ini menganggu kesibukan Nak Tao phiex saat ini ? ...( tanya paman shi basa basi )
"Ahh... Tidak paman ...Paman jangan sopan ..." ( Jawab Tao phiex dengan senyuman )
__ADS_1
"Baiklah ...Apakah sekarang paman boleh masuk ke rumahmu Nak ? " ( Tanya paman lagi )
"Hais...sampe lupa " ( sambil garuk garuk kepala yang tidak gatal )
"Masuklah paman ....tapi maaf di dalam tidak ada tempat duduk , ....
"Sebaiknya paman duduk di depan rumah saja,....hanya di situ yang ada kursinya ...he he " ( Tao phiex menjawab sekaligus mengajak Paman Shi ke tempat duduk depan teras rumahnya )
"Paman Shi ....Ada apa kah gerangan mencari ku ? " ( Tao phiex membuka percakapan karena merasa dia adalah Tuan rumahnya sebagai basa basi )
"Hmmmm...Kamu seperti orang dewasa ,..Tapi Paman suka ,....."
"Begini Nak Tao phiex ,.....Paman tidak akan ber basa basi ,...."
"Kebetulan Paman lewat sini membawa Rombongan untuk pengiriman Batu Kapur ke Pasar Di Kota Parkir Raja ,....malam ini Paman shi ....berhenti dan istirahat di jalanan depan desamu ini ,...dan akhirnya mampirlah kesini ,...."
( Paman Shi menjelaskan,.... sambil menunggu respon Tao phiex )
"Jika Nak Tao phiex tidak keberatan paman bermaksud mengajak Nak Tao phiex untuk ikut ? " ... ( Paman shi langsung mengutarakan maksudnya )
"Ohh ..ikut ya ? ....Paman Shi,...sangat baik ,....Apakah tidak akan merepotkan jika aku ikut paman ? " ( tanya Tao phiex kemudian )
"Tidak masalah ,...justru paman akan sangat senang bisa mengajak Nak Tao Phiex ! ....Jadi nanti Paman juga tidak bosan dalam perjalanan,....apakah Nak Tao phiex bersedia ?
( Paman Shi seperti sedang merayu sambil sedikit memicingkan matanya )
"Ahh...Baiklah Paman ...jika paman tidak repot ,....maka aku tidak akan sopan "
"Dan terima kasih paman ,....sudah mengajak ku "
( Tao phiex menjawab dengan antusias ,...karena dalam hati Tao phiex ini juga kesempatan untuk bisa pergi jalan jauh ,....selama hidup Tao phiex hanya mengenal sekitar desanya dan paling jauh Hutan Kapur )
"Ah ...iya ...terima kasih paman ,...Besok pagi aku pasti sudah disana " ( Jawab Tao phiex segera tanpa ragu ,...dan berdiri untuk menghormati paman Shi yang pergi dari rumahnya untuk kembali ke rombongannya )
.............
"Aku tidak menyangka anak itu akan langsung menerima ajakan ku "
"Benar benar masih anak anak dan juga Polos "
"Di masa depan nanti ketika dia menjadi kuat,...mungkin aku orang pertama yang telah mengenal dia dari bawah ,...dengan begitu aku akan jadi orang yang dekat dengannya "
( Paman shi terus berkata dalam hati sambil senyum senyum sendiri )
..................
"Haissss....aku lupa, .....kenapa tadi aku tidak memberi paman PIL Jahe manis yang sudah aku siapkan untuk nya ! " ( Tao phiex tiba tiba menepuk jidatnya )
"Ya sudah lah .,...besok saja saat perjalanan aku akan memberikan PIL Jahe manisnya " ( batin Tao phiex )
"Sekarang lebih baik aku tidur biar besok badanku segar ...."
( Kata Tao phiex lagi dalam hatinya )
Kemudian Tao phiex pun langsung masuk rumah dan langsung menuju kamar untuk tidur ...
..................................
__ADS_1
.................................
Keesokan harinya Tao phiex bergegas menuju ke ujung desa setelah sempat berpamitan kepada Kakek gurunya ...
Dan diujung Desa Tao phiex melihat Rombongan kereta yang sangat panjang di jalanan ...
"Wah ...wah ..gila ...banyak amat keretanya ? " ( Tao phiex kaget melihat panjangnya deretan Kereta gerbong disana )
"Paman Shi sangat kaya ....aku tidak akan rugi ikut dengan nya ,...he he " ( kata Tao phiex dalam hati sambil tersenyum sendiri )
Setelah sampai di Deretan kereta paling depan Tao phiex bisa melihat disamping kereta yang di Tarik dengan Kuda berdiri dengan gagah Paman shi yang terlihat sudah menunggu kedatangan Tao phiex ....
"Pagi Paman Shi..." ( Tao phiex langsung menyapa )
"Pagi juga ,....kamu terlihat sudah siap ? "
"Baiklah kalau begitu ,...kita langsung berangkat saja " ( kata paman shi sambil menunjukan Tao phiex untuk naik si kereta paling depan )
"Semua nyaaaaa...Kita akan akan berangkat,....jadi bersiaplah ...!!! ( tiba tiba Paman Shi memberi aba aba kepada rombongan dengan sedikit teriak )
"Kami sudah siap Tuan " ( jawab rombongan serempak )
Kemudian perlahan lahan Rombongan mulai meninggalkan desa ....
Di Barisan paling depan adalah Kereta Kuda yang berisi Tao phiex duduk disamping Paman Shi sebagai kusirnya ...
Di belakang di deretan kedua ada Kereta Kuda juga yang hanya berisi sang kusir ,....karena kereta kuda ini sebenarnya disiapkan Paman Shi khusus untuk membawa Tao phiex ,...
Tapi karena Tao phiex masih kecil dan belum bisa membawa kereta sendiri maka paman shi memutuskan untuk menjadi kusirnya ...
Itu juga bertujuan agar dalam perjalanan Paman Shi bisa lebih mengenal Tao phiex dan tentunya berharap untuk lebih dekat dan akrab ...
Kemudian 20 deretan kereta gerbong yang berjalan pelan di belakang adalah kereta yang penuh dengan muatan Batu Kapur dengan di Tarik oleh Se ekor Kerbau setiap masing masing dari kereta kereta barang itu ...
Tuan Shi Zen adalah seorang yang cerdas dan ambisius ....
Tapi disini dia sangat merendah dan perhatian terhadap Tao phiex ...
Mungkin Tuan Shi Zen seperti sudah bisa melihat masa depan yang akan Tao phiex capai .....
Bahkan beberapa anak buahnya di Rombongan yang ada di deretan belakang banyak yang mulai bisik bisik ...
"Anak muda itu .....kenapa Tuan besar sangat perhatian ..." ( bisik salah satu pengawal )
' Ya ...mungkin dia calon mantu ...." ( jawab pengawal disebelahnya )
"Tidak mungkin...mana cocok ., ..Dia hanya anak muda biasa ,...."
"Lagi pula Putri Wei li ,...katanya sudah punya kekasih di sektenya ,...itu... katanya sangat tampan dan kuat " ( jawab pengawal yang kelihatan tidak menyukai Tao phiex )
"Kamu jangan hanya menilai dari luar,....Bisa saja anak muda itu sangat kuat tapi menyembunyikan kekuatan nya " ( jawab pengawal yang terlihat tidak arogan )
"Sudah lah ...jangan membahasnya,....apa kamu tidak takut kalau sampai Tuan besar memecat kita hanya karena kita tidak suka dengan anak muda itu ?"
"Ah...nasib ..nasib jadi bawahan ....salah sedikit kena pecat ,....kalau hal baik dan prestasi ,.....mau ribuan prestasi pun hanya di kasih penghargaan !! ( seorang pengawal muda yang terlihat lebih berpendidikan ikut nimbrung dalam bisik bisik itu )
"Cuih . ...kamu masihlah junior ...jadi dilarang ikutan komen " ( kata salah satu pengawal sambil pura pura memperbaiki tali yang mengekang Kerbau penarik kereta di sebelahnya )
__ADS_1
"....Haisss...begitu aja marah ...baiklah senior yang galak ...aku akan diam " ( jawab pemuda pengawal itu sambil berbalik ke belakang untuk mendampingi Kerbau di deretan kereta paling belakang )