Takdir Yang Lain

Takdir Yang Lain
Bab 1


__ADS_3

Seorang gadis muda bernama Riana Lefi setiap hari berjualan di depan pabrik dan juga bekerja sebagai operator di pabrik yang sama.


Sifatnya yang ceroboh,susah diatur, cuek dan seringkali terlambat membuat sang leader team seringkali kesal, di line pun dia sering dijadikan kambing hitam untuk menutupi kesalahan teman temannya.


Farish Lee putra tunggal dari pemilik pabrik garmen sukses yang berpusat di China tetapi telah membuka banyak cabang di seluruh negara termasuk di indonesia, menjadikannya pribadi yang arogan dan dingin dia sama sekali tidak berminat untuk mengurus bisnis ayahnya karena pabrik yang dikembangkan ayahnya ini bukanlah pabrik garmen biasa melainkan sebuah pabrik khusus underwear wanita. Dia mengeram frustasi karena ditunjuk untuk memimpin dan membesarkan pabrik cabang yang baru saja diresmikan di Indonesia tepatnya di Jawa Tengah, yang menurutnya adalah tempat pelosok negeri. Dia pun akhirnya pasrah setelah mendengar ancaman sang ayah.


Faruq Lee dan sheilin Lee sebenarnya tidak tega menyuruh anaknya untuk pergi mengembangkan pabrik cabang terbarunya. Jika pun dia mau hanya tinggal menunjuk Orang-orang kepercayaan nya untuk bertugas di sana, tapi demi memperbaiki pergaulan sang putra yang sudah tak terkendali lagi, suka berfoya- foya dan pergi ke club setiap malam bahkan menurut laporan orang kepercayaan yang ditugaskan untuk mengawasi putranya, seringkali dia terlihat sedang berkencan dengan model majalah dewasa, sedangkan menurut penyelidikan, model tersebut telah mempunyai seorang anak dari pria yang tidak jelas tapi kemungkinan putranya belum tau tentang hal ini. Dengan dipindahkannya di Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat dan di daerah itu pula masih sangat minim tempat untuk berfoya-foya dan bersenang-senang seperti itu, mereka berharap anaknya dapat berubah menjadi lebih baik.


Hari ini tepat 11 bulan Riana bekerja di pabrik itu,setiap pagi ia dan adiknya berjualan di depan pabrik sebelum ia berangkat kerja, dan akan diteruskan oleh adiknya sebelum ia berangkat ke sekolah. Riana mambereskan wadah tempat jualannya dia sangat senang karena dagangannya akhir-akhir ini selalu habis.


Riana pov


“Sudah kak Rin, kakak masuk aja biar aku yang beresin nanti kakak telat” suara lembut Liana adik dan keluarga satu-satunya yang kupunya setelah kepergian ibu beberapa bulan yang lalu.


“iya bentar, Cuma bantu masukin wadah-wadahnya aja kok, nanti kamu langsung bisa angkut pulang,biar bisa cepet istirahat”


“Ah kakak,nanti kan istirahat nya bisa lama ini kan hari Minggu, udah buruan masuk udah mau telat ni, kalo telat nggak jadi dapet uang ekstra buat jajan ni” kata Liana sambil merengut

__ADS_1


Oh ya ampun hari minggu ya,.? Tepuk jidat “yaudah kakak masuk dulu ati -ati kalo pulang” kataku setengah lari


Hari sabtu dan minggu seharusnya libur tapi hari ini diadakan lembur untuk beberapa line , untuk memenuhi target pesanan, khusus hari sabtu & minggu jam masuk lebih awal 15 menit dari hari biasa, tepat di 1 menit terakhir langsung scan kartu pengenal di mesin absensi ku tekan jari telunjuk di mesin absensi lalu layar berubah jadi warna biru pertanda absensi telah berhasil.


Aku melenggang dengan santai tepat di depan line, aku merasakan seolah tatapan menusuk dari semua orang terlebih dari leader ku yang biasa dipanggil Mak Aya


“Masuk telat, pekerjaan numpuk nggak ada yang beres, sebenernya kamu itu niat kerja apa ndak sih, kalo nggak niat kerja pulang aja tidur” kata Mak Aya dengan nada tinggi sehingga bisa didengar dari line yang jauh sekalipun karena suara nya sangat keras dan melengking, sampai-sampai banyak orang menoleh ke arahku.


Aku hanya diam, karena menjawab pun tidak ada gunanya, pergi ke tempat duduk melepas sarung mesin jait setelah itu membersihkan meja dan dan semua sela-sela mesin jahit takutnya ada minyak mesin, setelah beres baru mulai kerja”


“lelet, itu tumpukan mu udah kaya gunung yang belakang udah nungguin malah santai kaya di pantai" Mak Aya terus menerus meneriaki ku, telingaku rasanya panas mulutku pun rasanya juga gatel pengen jawab, tapi aku segera mengendalikan diri. Aku bergegas menjahit dengan sungguh- sungguh setiap hasilnya selalu aku cek terlebih dahulu karena kalo sampai dibagian ku ada barang yang reject pasti udah disembur habis-habisan.


“Ana mau kemana kamu, ini banyak cucian kamu cuci dulu, sama yang ini – (min) setengah cm cari cara biar lolos QC” kata mak Aya menyerahkan 2 tumpuk celana da**m reject merek h&n yang sedang kita kerjakan


Ya di line aku lebih sering dipanggil Ana ataupun na.


“loh kok aku” tolakku enggan karena yang seharusnya dapat permak pun sedang tidak ada kerjaan, masih menunggu loadingan barang dari gudang, loading adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut sebuah proses dimana barang dari gudang pusat diberikan di gudang departemen untuk dicek dan di hitung per pcs baru diserahkan di masing- masing line per 1 bendel untuk 30pcs kadang jg 24 pics atau kurang tergantung style yang dikerjakan, dilengkapi dengan 1 barcode untuk penyesuaian data.

__ADS_1


“Kenapa nggak mau, udah dikasih proses paling enak,paling gampang, nggak ada permakan juga terus mau nyantai, enak banget ya” sebenarnya proses yang aku kerjakan bukanlah yang paling mudah tapi karena tidak semua orang di line bisa memakai mesin itu jadi aku dipaksa untuk belajar mesin bartex dan harus sudah ok dalam waktu setengah hari atau 4 jam kerja. karena malas berdebat akhirnya aku membawa 2 tumpuk celana da**m itu ke ruang cuci & setrika.


Sebenarnya aku suka di tempat ini lebih tenang dan sejuk karena ruangannya juga ber AC, terlebih di sini bisa santai dan tidak diteriaki terus menerus, aku mencuci semua celana da**m 1 per 1 sebenarnya hanya ada noda-noda kecil jadi cukup di cuci bagian noda saja setelan cucian selesai aku antar ke line.


Yang aku lihat barang di meja ku sudah menumpuk lagi tapi barang di depan kosong melompong, aku taruh semua barang yang habis ku cuci di meja QC lalu aku kembali ke meja jahit untuk melanjutkan jahitan.


“lho bukannya tadi 2 tumpuk kok ini cuma 1 tumpuk” teriak Mak Aya tiba-tiba


“ Yang 1 tumpuk masih di sana setrika nya masih antri” jawabku malas karena memang di tempat setrika hanya menyediakan 2 setrika dan 2 buah mesin pengering cucian, sedangkan petugas di sana hanya 2 orang untuk 35 line tentu saja harus antri .


“kok di tinggal, kalo sampai hilang kamu mau tanggung jawab” kata Mak Aya dengan tatapan sengit


“ udah ditandai” jawabku singkat. Aku malas meladeni ucapan nya, kalo ga mau hilang sebenarnya bisa langsung ia ambil tapi yang dilakukan justru teriak-teriak tidak jelas.


“ Lama-lama ngelunjak ya, disuruh leader ga ada sopan- sopan nya, nggak bisa menghargai atasan” Mak Aya masih terus marah-marah entah apa dia tidak malu dilihat line lain, kerjaannya Cuma membesar-besarkan masalah sama teriak- teriak melulu”


“ Hihh lama-lama telingaku bisa sakit” aku hanya mendegus pelan mempercepat pekerjaanku supaya bisa cepat kabur ke ruang iron & washing

__ADS_1


“Na pelan- pelan dong tadi kosong sekarang ngebut mau bikinin aku tumpukan,.? “ protes Ririn tidak suka, Ririn adalah salah satu anak emas Mak Aya, tanpa menjawab hanya ku lirik saja setelah barang jahitan ku habis aku bergegas ke ruang iron & washing lagi tentunya buat menyejukkan hati.


__ADS_2