
Setelah mendapatkan nama-nama parfum itu, Farish meminta Sam untuk segera membelinya dan hanya diberi waktu 10 menit, jangan tanya kenapa bukan satu parfum saja yang jelas karna parfum yang dimiliki oleh anak Nando ada sekitar 4 jenis dengan merek yang berbeda-beda dan istrinya pun tidak terlalu memperhatikan parfum yang mana yang dipakai suaminya tadi saat berangkat bekerja.
Sam masuk ke sebuah minimarket di dekat pabrik, matanya seketika membola melihat banyaknya varian aroma yang ditawarkan masing-masing merek, lagi-lagi ia merutuki kebodohannya
“Aduhhh... Kenapa tadi nggak tanya detail variannya kenapa Cuma mereknya aja, terus ini harus pilih yang mana”kata Sam kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ngono we kok yo ndadak nganggo bingung barang to le..le, dituku wae kbeh siji-siji wis beres” (kaya gitu aja kok dibuat bingung sih nak, bali aja semuanya, ambil satu- satu kan beres) saran seseorang yang sudah tidak asing di telinganya.
Ya orang itu adalah si nenek yang pernah ia temui tempo hari, Sedari Sam masuk tadi si nenek sudah melihatnya awalnya si nenek hendak menyapa, namun kemudian mengurungkan niatnya dan hanya mengamati Sam dari dekat”
“oh iya ya, nenek bener juga” kata Sam sambil memasukkan baby Cologne satu per satu ke keranjang yang ada”
Bukannya menanggapi apa yang dikatakan oleh Sam si nenek justru berkata dengan muka masam.
“koe wis due bojo to le, kelang akeh prawan ayu-ayu sik nekokne ameh ngajak kenalan” (kamu udah menikah ya nak, padahal banyak gadis cantik yang nanyain mau ngajak kenalan) keluh si nenek.
Berbeda dengan nenek yang terlihat kecewa Sam justru terkejut dan bahagia sekaligus mendengar apa yang dikatakan si nenek barusan. Bagaimana tidak bahagia selama hampir 27 tahun ini, ia telah mendedikasikan hidupnya demi karier, bekerja tanpa batas waktu jangankan memikirkan pacar bahkan makan pun terkadang sampai terlupa.
“Beneran nek, cantik-cantik nggak nek?” Tanya Sam antusias, bukannya menjawab si nenek justru geram satu set sendok makan yang tengah dibawanya mendarat dengan tepat di kepala Sam yang tidak sempat menghindar
Pletak
“Aduh sakit nek”kata Sam seraya mengelus puncak kepalanya.
“makane nek wis duwe bojo ke rausah aneh-aneh, ngerti bojone lagi nyidam kok malah nekokne prawan lian” kata si nenek dengan ketus(makannya kalo sudah punya istri nggak usah aneh-aneh tau istrinya lagi nyidam mlah nanyain gadis lain).
Mendengar ini Sam tidak tau harus menangis atau tertawa, jangankan istri, teman dekat saja rasanya juga tidak ada.
“Ini pesenan bos saya nek, saya mah belum menikah?”jelas Sam
__ADS_1
“mosok le, ora ngapusi simbah to” selidik si nenek lagi yang masih belum percaya.
“suwer deh nek, apa harus nunjukin KTP biar nenek percaya”
“bosmu lagi meteng enom opo piye to le, kok njaluk aneh-aneh ngunu” (bos kamu apa lagi hamil muda sih nak kok mintanya aneh-aneh gitu) Sam cekikikan saat mendengar nya.
“Mana bisa nek,bos saya tu laki-laki mana mungkin hamil apa lagi nyidam” kata Sam masih diringi dengan tawa.
“Loh ojo salah le, wong lanang ki nek bojone meteng yo iso melu nyidam”(loh jangan salah,lelaki itu kalo istrinya lagi hamil juga bisa ikutan nyidam) kata si nenek tegas yang seolah menanggapi dengan serius.
Sam mengerutkan kening pertanda tak mengerti "beneran nek"tanyanya memastikan
" yo tenan kok le"
Obrolan mereka terus berlanjut sampai-sampai lupa waktu, Sam kembali tersadar buru-buru pergi ke kasir membayar semua tagihannya serta tagihan milik si nenek.
“loh nek, memangnya nenek masih dateng bulan kok banyak banget nyetok pembalut?” Ceplos Sam saat memandangi isi belanjaan si nenek dengan heran.
Melihat tingkah si nenek Sam hanya bisa membuat Sam tersenyum geli.
Sam mengetuk pintu dan masuk ke ruangan dengan hati-hati,
“10 menit Sam, kenapa bisa jadi lama sekali” keluh Farish
“Maaf tuan tadi saya bingung mau ambil yang mana”kata Sam menyerahkan sebuah plastik tanggung berisi aneka macam baby Cologne.
Melihat banyaknya barang yang Sam beli membuat Farish tertegun sejenak
“Apa-apaan ini Sam aku memintamu membeli satu saja kenapa malah memborong seisi toko”
__ADS_1
“Ya ampun tuan, saya tidak memborong seisi toko, hanya mengambil satu di tiap variannya” bantah Sam yang sudah mulai jengkel.
“kenapa jadi kau yang marah-marah” tanya Farish dengan santainya, Sam enggan menanggapi celotehan Farish dan permisi hendak keluar dari ruangan tapi Farish menahannya. Di dalam ruangan pun Sam tidak diizinkan untuk duduk ia hanya berdiri mematung menunggui tuannya yang sedang memilah-milah parfum.
Setelah hampir setengah jam, Farish belum juga menemukan wangi yang dia inginkan padahal sudah lebih dari 20 pcs parfum yang ia coba, ia menggeram frustasi dan berteriak dengan marah”
“Sam cepat katakan, dimana parfum yang aku inginkan sebenarnya”geram Farish
Sam menggeleng kan kepalanya dengan lemah
“mana aku tau tuan, kau yang menginginkan nya jadi cari saja sendiri mana yang cocok” jawab Sam ketus,
“Sam kau berani.....”
“tidak berani tuan” kata Sam mengakhiri perdebatan.
“Cepat panggilkan Randu saja” perintah Sam lagi.
“Randu siapa tuan?”tanya Sam tak mengerti
“Ck kau sudah pikun ya, Randu si kacamata yang tadi pagi”terangnya
“Namanya Nando tuan, bukan Randu” kata Sam mempertegas
“Siapa pun namanya aku tidak peduli cepat suruh kemari”
Setelah menemukan apa yang dia cari netranya tak lepas dari benda itu, sebuah baby Cologne berwarna hijau hanya dengan menatap saja sudah membuat nya berbinar”
Disisi lain Sam yang masih tidak setuju dengan keputusan konyol atasannya. Ia masih terus mondar-mandir menyelesaikan berbagai tugas,mulai dari mengurus bonus untuk Nando sampai membuat pengumuman tentang peraturan baru yang menurut nya belum pernah diterapkan di perusahaan manapun bagaimana dia tidak berpendapat demikian, ya karna peraturan yang ditambah kan oleh atasannya ini ditunjukkan untuk semua karyawan untuk menggunakan baby Cologne si hijau dan tidak diperkenankan untuk memakai wewangian merek lainnya, jika ada yang melanggar peraturan ini maka karyawan tersebut akan dipersilahkan untuk undur diri.
__ADS_1
“Sam, kembali terngiang ucapan si nenek tadi siang, apa benar tuan nya itu nyidam atau malah sedang dirasuki mahluk astral” batin Sam merinding
Belum hilang kekesalan nya Sam kembali dikejutkan dengan kehadiran mantan pacar bosnya, entah datang dari mana tiba-tiba langsung menerobos masuk ke dalam ruangan.