Takdir Yang Lain

Takdir Yang Lain
Bab 4


__ADS_3

Bau alkohol yang menyengat langsung terasa di indra penciuman ku.


Aku tertegun beberapa saat melihat keadaan di dalam ruangan dengan pencahayaan yang minim terlihat gelap dan berantakan penuh dengan pecahan kaca dan barang berserakan dimana- mana.


“Siapa itu? “ Suara dingin seseorang membuatku tersentak dan tersadar dengan apa yang aku lakukan, dengan buru-buru Aku keluar dan hendak menutup pintu tpi tiba-tiba Cengkraman kuat seseorang menarikku kembali ke dalam.


Ya orang itu adalah Pak Farish dengan mata memerah dan bau alkohol yang begitu menyengat dapat dipastikan orang ini dalam keadaan mabok berat.


“Ma..maaf Pak, sa.. saya tidak sengaja mendorong pintu saya akan keluar sekarang juga” kataku tergagap dan ketakutan.


Bukannya memberiku kelonggaran, tapi cengkraman kuat di rahang yang kudapatkan hingga membuatku kesulitan bernafas, air mata pun meleleh dengan sendirinya. Aku berusaha menggedor pintu dengan kaki berharap ada seorang yang lewat dan menolong ku


“kamu pikir setelah aku memanjakan mu, memberikan semua yang kamu inginkan kamu bisa pergi begitu saja, ha..jangan harap”


“semua telah kulakukan demi kamu disya dan sekarang seenaknya kamu memutuskan hubungan kita dan pergi dengan lelaki lain” kata Pak Farish yang terlihat rapuh dengan mata yang sedikit berembun.


“Apa hebatnya dia, hingga mampu membuatmu bertekuk lutut dan meninggalkanku, apa dia lebih kaya,lebih tampan,apa yang kamu dapat darinya melebihi apa yang telah aku berikan atau jangan- jangan kamu juga sudah diberikan kepuasan olehnya hingga membuatmu ketagihan dan memilih pergi dariku Ha...? Kata pak Faris bertubi-tubi membuatku jijik dan mual.

__ADS_1


“kenapa diam saja, JAWAB” bentak pak farish lagi spontan membuatku menjingkat karna terkejut.


“A..aku bu... bu.. Kan” sekuat tenaga aku berusaha menyangkal belum selesai aku berkata, pak farish mendekatkan mukanya ke telingaku


“Aku tidak akan membiarkan mu pergi akan ku buat kau menjadi milikku selamanya” bisiknya hingga membuat seluruh tubuhku membeku dan merinding secara bersamaan.


Aku merasakan cengkraman semakin menyakitkan jangankan untuk berkata, rasanya bernafaspun aku sudah tidak sanggup.


Dengan susah payah ku gerakkan tanganku untuk sedikit meringankan cengkraman kuat ini, tpi yang terjadi kemudian justru cengkraman kuat itu benar-benar benar dilepaskan. Aku merasa bersyukur, dengan susah payah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya tapi itu tidak berlangsung lama Tiba-tiba Pak Faris mendorongku hingga membentur tembok.


Sebelum aku bereaksi dengan cepat Pak Farish menerjang dan ******* bibirku dengan penuh nafsu, ciuman yang basah membuat tubuhku menegang seketika seperti tersengat listrik hingga membuat kedua lututku lemas, tapi aku segera tersadar ku dorong dengan sekuat tenaga, kugigit lengannya dengan kencang, tangan kaki semua kugunakan untuk meronta, tanpa rasa menyerah tapi tidak berarti apapun tenaganya jauh lebih besar perlawanan ku mlah membuatnya semakin menggila, dia terus menelusuri setiap jengkal tubuhku, meninggalkan bekas-bekas kemerahan disana, memporak porandakan semua pakaian yang kugunakan hingga terhempas tidak ada satupun yang tersisa,


“Akhh sakit pak” kataku saat Pak Farish terus mengecap kasar tubuhku aku yakin akan meninggalkan bekas


“Pak sadar pak, aku karyawan bapak” kataku mengiba dengan lemas, dia terus memainkan tubuhku terkadang hingga membuatku ikut terbuai benar-benar menjijikkan.


“Ah.. Pak jangan” kataku ketika ia mempermainkan bagian intiku terasa sesuatu yang asing nikmat yang tiada tara menjalar sampai ke ubun-ubun, dengan buasnya ia mempermainkan area pribadi ku hingga terasa seperti ada yang akan keluar dari sana beberapa saat kemudian aku mengejang beberapa kali rasanya seperti melayang, sangat nikmat hingga membuat nafasku terengah engah

__ADS_1


“Kamu suka sayang, bukankah nikmat kata pak Farish seraya ******* bibirku kembali


Hingga kurasakan sebuah benda menerobos diriku secara tiba- tiba


“Akh, Pak sakit tolong hentikan” kataku masih dengan berderai air mata


Tapi ia sama sekali tidak mendengarkan menghentak dengan sepenuh tenaga hingga benar terasa ada benda besar yang memasuki ku.


“Sakit pak” sakit, sangat sakit itu yang kurasa


“Semakin lama kenapa kamu semakin nikmat sayang” kata pak Farish dengan mesum


Bahkan sekarang lebih nikmat dari yang pertama kali kita lakukan, apa kamu merasakan hal yang sama” kata pak farish terus merancau


Aku merasa diriku sangat bodoh pikiranku menolak tapi tubuhku seolah menginginkan yang lebih, lagi dan lagi aku sudah tidak bisa mengontrol diriku dan menikmati setiap cumbuannya


Dia terus menggerakkan tubuhnya dengan penuh semangat, rasanya aku jijik dengan diriku sendiri tapi aku benar-benar sudah tidak sanggup melakukan perlawanan, akupun hanya bisa pasrah.percintaan panas ini semakin menjadi-jadi bahkan aku yang awalnya meronta pun, sekarang ikut mendesah seperti tidak ingin berhenti.

__ADS_1


“Kamu tidak akan bisa pergi lagi dariku sayang, aku akan membuatmu mengandung darah daging ku” katanya lagi dalam buai kenikmatan


“Oh sayang, kau memang nikmat” Katanya saat menegang, entah berapa kali dia mengulangi permainan itu, kata-kata terus keluar dari mulutnya semangkin mengerikan membuatku merasa sangat kotor, aku membenci diriku sendiri yang tidak mampu melakukan apa-apa hanya bisa menangis dan menyesal hingga beberapa saat kemudian pandanganku buram, kepalaku rasanya berputar dan semuanya menjadi gelap.


__ADS_2