Takdir Yang Lain

Takdir Yang Lain
Bab 10


__ADS_3

“Hush ngawur, mbah ayune koyo ngene kok diarani jurik” (Sembarangan, mbah cantik kya giri kok dikata setan) kata si nenek tidak Terima


Sam yang tersadar segera meminta maaf atas tindakan lancang nya barusan.


“Jadi nenek bukan setan, terus itu apa yang nenek makan? kok kaya daun terus yang merah itu apa, hayo.. ngaku itu darah kan nek” Selidik Sam lagi yang masih belum percaya dengan si nenek sepenuhnya.


“hla dala bocah bodo, iki ke jenenge susur nang, cah bagus godong suruh,gambir, enjet ambi mbako. Apik nggo untu, ki deloken untune simbah arepo wis tuo isih apik, raenek sik bolong isih kuat mangan iwak” kata si nenek dengan bangga sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


“Oh gitu nek, tak kirain, hehehe” kata Sam sembari mengangguk paham.


Bertemu dengan si nenek merupakan hiburan tersendiri bagi Sam yang tengah stres, ada saja tingkah si nenek yang membuat nya tertawa. Setelah beberapa saat Sam kembali teringat dengan pesanan Tuannya, dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


“Astaga, kurang 3 menit” kata Sam panik sambil menepuk jidat.


“Ngopo to le, ngaget-ngageti simbah wae? (Kenapa sih nak, bikin kaget mbah aja)


“Nek Sam pamit dulu ya, Mau ada urusan kantor”kata Sam hendak berlalu, namun sedetik kemudian dia berbalik.


“oh iya nek kalo telur kecil-kecil yang ditusuk itu namanya apa nek terus belinya dimana? “ tanya Sam berharap si nenek tau nama makanan yang dimaksud.


“Oalah tekok kok neng aku to le, isih enom kok ura gaul, iki hlo gari tekok mbah Google terus dicari nang pencarian langsung ketemu” kata si nenek genit sambil mengeluarkan HP dan mengerlingkan mata.


Sam begidik saat melihatnya, dia merutuki kebodohan nya bisa-bisanya tidak terpikirkan sebelumnya, senyum sumringah di wajah Sam terbit ketika menemukan apa yang ia cari.


“Nek kalo sate telur puyuh ini belinya dimana ya,.? Tanya Sam lagi.


“Mengko tak dudohi tapi selfi disik ambi mbah mengko ben tak pajang neng story WA ben akeh sik kepo”kata si nenek sambil terkekeh


“Ya ampun nek ada-ada saja, saya lagi buru-buru ini” Keluh Sam memelas


“pisan wae hlo le” bujuk si nenek lagi


Akhirnya mau tidak mau Sam menuruti permintaan si nenek.


“mbok yo ngguyu to le” protes si nenek lagi. Akhirnya Sam tersenyum walaupun terlihat sangat terpaksa setelah benerapa jepretan Sam menghentikan sesi foto- foto itu.


“Sudah ya nek, sekarang kasih tau dimana yang jualan? Pinta Sam

__ADS_1


“Hla kui hlo le sandingmu keletan tong ki yo dodol sate endok puyuh”(itu hlo nak di samping mu sebelah tong juga jual sate telur puyuh)kata si nenek dengan santainya


“Astagaaa nenek” kesal Sam saat tau dirinya baru saja dikerjai oleh nenek-nenek.


Melihat penampilan Sam, pedagang langsung menawarkan agar Sam memborong sate telur puyuh jualannya.


“Ini kalo 1 biji, 2.500 mas ini masih 50 tusuk kalo mau borong bayar 100 rb aja”


Tanpa berfikir panjang Sam langsung memborong semuanya.


“Ini tak kasih bonus gado-gado ambi pecel ya mas, matur nuwun sok mampir meneh ya”


Setelah mengucapkan terimakasih Sam bergegas kembali ke pabrik dan menyajikan semua pesanan atasannya, dia tidak berharap banyak, tidak mendapat kan ultimatum saja sudah cukup karna dia sadar telah melewati waktu yang diberikan atasannya.


Farish yang hendak marah terdiam seketika saat menatap semua hidangan di depannya, dengan lahapnya ia menyantap gado-gado dan pecel yang diberikan gratis oleh penjual tadi kemudian melanjutkan memakan beberapa tusuk telur puyuh penuh semangat.


Gleeek


“Sam menelan air liurnya yang akan menetes memandang tuannya dengan heran karena biasanya tuannya ini sangat anti memakan sayuran mentah, tapi yang dilihatnya sekarang justru sebaliknya.


“Apa Tuan Farish sedang di masuki makhluk astral “ batin Sam merinding membayangkan nya.


Teriak Pak Farish membuyarkan lamunannya.


“Iya Tuan” lirihnya


“Aku sudah selesai makan, kamu habiskan semuanya”


“Apa... Saya..tidak, maksud saya orang lain saya tuan saya sedang diet kolesterol “ kilahnya


“Tidak bisa, aku ingin kau yang mmemakannya tegasnya


“tapi saya masih kenyang tuan” tolak Sam lagi.


“harus memakannya, aku ingin melihat kau memakannya” kata Pak Farish lagi dengan keras kepala. Sam masih terdiam tidak bergerak juga tidak menjawab kali ini rasanya dia benar-benar ingin menangis.


“Ayolah Sam, kalau kamu mau memakan ini gajimu tidak jadi aku potong” buruknya lagi setelah mendengar ini akhirnya Sam luluh juga.

__ADS_1


“setuju, aku akan memakannya” kata Sam seraya mendekat meja dan mengarahkan telur ke mulutnya. Namun gerakanannya kembali terhenti.


“Tapi tunggu dulu tuan, kenapa aku merasa anda sekarang sangatlah aneh seperti perempuan yang sedang nyidam semuanya harus dituruti” celetuk Sam kemudian.


Farish yang mendengar perkataan Sam langsung menggebrak meja dan berteriak dengan pantang.


“Sam, kau sudah bosan hidup ya? “


tanpa menjawab perkataan atasannya Sam berusaha menghabiskan seluruh makanannya dengan cepan dan berharap bisa segera kabur dari ruangan mengerikan itu.


Di tempat yang lain hari ini Riana mendapatkan giliran libur, setelah seharian menghabiskan waktu untuk berbelanja berbagi keperluan, kini dia tengah berusaha memejamkan matanya.


Tok... Tok


“Riana sudah tidur belum, aku Ratna ini” kata seorang sambil mengetok pintu kamar kos Riana.


Ya sekarang Riana benar- benar menjadi anak kos, dia menyewa 1 kamar dengan fasilitas kasur dan lemari saja, itupun sudah lebih dari cukup bagi seorang Riana. Setelah mendengar ada yang mengetuk pintu Riana segera membukanya.


“iya mbak Ratna ada apa” tanyaku


“punya stok pembalut nggak, aku pinjem dulu donk dateng tamu ternyata stok ku abis”


“oh ada, bentar aku ambilin “ kataku kemudian masuk kembali ke dalam kamar untuk mengambil pembalut


Deg


Aku tertegun melihat stok pembalut ku masih utuh bahkan belum ku buka, pikiranku seketika melayang


“Aku bekerja disini hampir 2 bulan, tidak... Tidak mungkin itu terjadi ” pikirku menyangkal sebuah kemungkinan terburuk yang terlintas.


“Rin.. Riana ada ngga' aku keburu telat ini” teriak mbak Ratna membuyarkan lamunanku.


Aku bergegas ke depan pintu dan memberinya beberapa buah pembalut.


“kok kamu, Tiba-tiba jadi pucet gitu? perasaan tadi nggak deh” tanyanya penasaran


“ ga' papa mbak Cuma sedikit meriang aja” kataku

__ADS_1


Setelah mengucapkan terimakasih dan basa basi sebentar akhirnya mbak Ratna kembali ke kamarnya setelah menutup pintu perasaan ku semakin tak menentu, jantungku berdetak kencang sampai- sampai nafasku pun ikut tersenggal- senggal.


Karena rasa penasaran yang tinggi rasanya tidak sanggup kalo harus menunggu sampai pagi tiba ku lirik jam di pergelangan tanganku, sudah menunjukkan pukul 20.30 pasti apotik di dekatnya sudah tutup, mau tidak mau dia harus menekan rasa penasaran nya terlebih dahulu.


__ADS_2