Takdir Yang Lain

Takdir Yang Lain
Bab 12


__ADS_3

“Ada apa?” Tanyanya lagi


“Sutttt” kata Riana sambil memberikan kode satu jari di depan mulut agar pria itu tidak bersuara.


Karena terlalu penasaran dengan apa yang sedang Riana lakukan disana, Rian pun dengan cekatan ikut naik ke atas pohon. Sesampainya di atas pohon dengan santainya ia duduk tepat di samping Riana dengan ekspresi meminta penjelasan.


Riana mengerti arti tatapan Rian kemudian ia berbicara pelan seperti sedang berbisik.


“Di bawah ada orang gila” Kata Riana sembari fokus melihat keberadaan Sam yang dilihatnya semakin menjauh. Rian mengikuti arah pandangan Riana tapi tetap tidak mengerti, semuanya tampak terlihat normal tidak ada yang salah.


Riana menghela nafas lega “hufff akhirnya pergi juga”katanya seraya memegangi dada semua tidak luput dari perhatian Rian


“siapa yang pergi” Tanya Rian penasaran


“orang gilanya” jawab Riana cuek tanpa memperhatikan ekspresi Rian yang masih penuh tandatanya.


“Mana?” Tanya Rian lagi


“it..” jawaban Riana menggantung, saat menyadari posisi mereka sangatlah dekat, bahkan saat Riana menengok hidung mereka hampir bersentuhan, keduanya terdiam saling menatap, Riana yang tersadar langsung memalingkan wajahnya. Tak dipungkiri jantung nya pun ikut berdegup tak berirama hingga membuat nya salah tingkah.


“Ngapain deket-deket, geser sana” kata Riana sambil mendorong pelan tubuh Rian.


Dengan sigap Rian menangkap kedua tangan Riana dan mencium nya. “Hmmm, nggak romantis amat ya. Kalo di film itu kalo abis tatap mata terus di cium lah ini mlah didorong” keluhnya disela mengecup tangan Riana.


Riana cepat-cepat menarik ke dua tangannya kini mukanya memerah semerah tomat, dan bingung mau bicara apa.


“Mbak... Mas kalo mau pacaran jangan disitu daun nya ni pada rontok , pelanggan saya mau makan” teriak bapak penjual cilok yang entah dari kapan sudah berada di sana.


Riana bergegas turun dan segera maminta maaf kemudian hendak berlalu namun tangannya ditahan oleh Rian


“pak cilok kuahnya dua ya” kata Rian pada penjual cilok


“siap mas”


Riana mau tidak mau ikut duduk dan menikmati cilok kuah dengan lahap, Rian sampai melongo dibuat nya. Setelah suapan terakhir Rian menyodorkan selembar tisu, Riana menerima tisu tersebut dan mengelap mulutnya, lalu ia menatap Rian dan melihat mangkuknya masih utuh.


“kamu nggak makan?” Tanyanya malu


“liat kamu makan udah ikut kenyang, pak yang ini dibungkus aja ya, kata Rian sembari mendekat ke bapak penjual sekalian membayar pesanannya.

__ADS_1


Rian menghampiri wanitanya yang masih terdiam di tempat. Lalu membisikkan sesuatu


“Aku udah nggak minat makan cilok, pengennya makan kamu aja” Katanya langsung berlari menjauh, Riana yang mendengar seketika membulatkan matanya.


“Riannn....awas ya kamu” teriaknya gemas lalu ikut berlari menyusul.


Disepanjang jalan mereke berceloteh ria, seolah dunia milik berdua. Ya Rian memang sosok yang pendiam jika diantara banyak temannya, tapi akan menjadi sosok yang hangat penuh perhatian dan usil saat di dekat Riana, dan entah mengapa Riana pun juga merasa nyaman jika di dekatnya. Saat tiba di depan kos Riana, Rian kembali menggenggam tangannya.


“Riana, hati”


“iya, kamu juga hati-hati, aku masuk dulu ya” kata Riana, Rian hanya membalas dengan anggukan


Baru beberapa langkah iya berjalan, Rian memanggilnya lagi “Riana, nanti aku telfon ya”


“Iya Rian” jawabnya malas kemudian berbalik kembali


“Riana”


“apa lagi yan” sebalnya “I Love you” kata Rian seraya berlalu meninggal kan Riana yang masih mematung di tempat menatap punggung Rian yang semakin menjauh dengan seuntai senyuman tipis.


Pt. Lee Permata


Setelah mendengar informasi yang diberikan oleh Sam, Farish menjadi semakin uring-uringan.


Sam diam tanpa menjawab makian dari Tuannya, karna kalau dijawab tuannya itu akan semakin menjadi, dia berusaha menebalkan telinganya dan mengesampingkan egonya.


Mengingat keadaan Tuannya sekarang tidak sedang baik-baik saja.


40 hari yang lalu


Tiba di kantor Farish yang sedang ditemani asistennya itu mencium bau menyenangkan yang ia sukai, aromanya lembut bahkan tidak membuat nya mual sama sekali.


“Sam, kamu mencium bau itu, harum sekali” kata Farish berbinar


Lagi-lagi Sam hanya menggelengkan kepala melihat tingkah abstrud atasan nya. Farish mengikuti dari mana bau itu berasal dengan mengendus hingga berhenti tepat di depan seorang karyawan culun dengan kacamata tebal, lalu ia mengendus aroma karyawan itu dengan seksama, setelah memastikan aroma itu benar-benar berasal darinya Farish menatapnya tajam.


“Kamu dari bagian apa?” selidik Farish


Alih-alih menjawab pertanyaan, melihat atasan di depannya saja berhasil membuatnya gemetaran, seluruh tubuhnya tiba-tiba berkeringat dingin, ingin rasanya menjawab pertanyaan itu dan menanyakan apa dia telah melakukan kesalahan namun lidahnya kelu kata- katanya tercekat di tenggorokan.

__ADS_1


“Ck, apa pertanyaan ku kurang jelas?” kesal Farish


Sam yang melihat karyawan itu ketakutan, tidak tahan lagi akhirnya menyela, “dari informasi yang saya dapat karyawan ini bernama Nando staf baru bagian keuangan tuan” Jelas Sam


Mendengar apa yang disampaikan asisten atasannya itu Nando menghela nafas lega sedangkan Farish hanya mengangguk-angguk kemudian berbicara lagi dengan nada tak sabaran.


“Lalu kamu tunggu apa lagi, cepat pergi keruanganmu dan kembali bekerja”


Nando tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan atasannya, secepatnya ia berterima kasih dan undur diri. Nando melangkah dengan cepat agar segera terbebas dari atasannya itu namun diluar dugaan nya Pak Farish yang terhormat itu justru terus mengikutinya, bahkan semakin dekat di samping nya membuat ketakutan nya terus bertambah.


“apa pak Farish penyuka sesama jenis” batinnya ngeri


“Pak, mohon maaf sebelumnya, apa saya baru saja melakukan kesalahan?”tanya Nando hati-hati takut membuat atasannya marah


“Emmm, tidak juga aku hanya butuh satu informasi penting darimu?”


Sam ikut mengerutkan kening tidak mengerti dengan apa yang diinginkan Tuannya dari karyawan culun itu.


“in...informasi penting apa tuan yang bisa saya berikan?” Tanya Nando Tegagap


“Katakan dengan senenar-benarnya jangan ada tambahan atau pengurangan sedikitpunsedikitpun” tegasnya


glek


Nando yang mendengar hanya bisa mengangguk pasrah, detak jantung nya semakin tak beraturan bahkan bisa didengar olehnya sendiri. Mukanya kian memucat kini ia hanya berharap bisa memberikan informasi yang diperlukan atasannya dan tidak kehilangan pekerjaan yang baru saja satu minggu ini didapatkannya, nasipnya sekarang benar-benar diujung tanduk


“jadi, parfum merek apa yang kamu pakai hari ini?”


Sam menepuk jidatnya tidak percaya kalau yang barusaja ia lihat ini benar-benar atasannya yang kejam. Sedangkan Nando masih melongo dengan ekspresi yang aneh.


“Kamu dengar tidak” geram Farish karena tak kunjung dapat jawaban.


“Dengar tuan” kata Nando disertai helaan nafas lega. “Saya hanya memakai parfum punya anak saya tuan” jujurnya


“Parfum apa itu?”


“saya juga tidak paham Tuan, asal pakai saja, istri saya yang beli” jelas Nando panjang lebar


“Saya tidak mau tau, telfon istri kamu sekarang juga, dan tanyakan parfum apa itu”

__ADS_1


“tapi, tuan ini sudah masuk jam kerja apa tidak papa saya menel....”


“ini perintah” potong atasannya itu dengan tidak sabaran.


__ADS_2