Takdir Yang Lain

Takdir Yang Lain
Bab 7


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama Sam telah menyerah kan beberapa berkas berisikan informasi tentang operator sewing bernama Riana Lefi


“seorang gadis yatim piatu, membiayai adiknya kuliah, bekerja di pabrik dan juga berjualan di depan pabrik sebelum bekerja,seorang wanita yang gila uang “ Kata Farish menyimpulkan.


“Maaf tuan seperti nya lebih tepat dikatakan seorang perempuan yang mandiri dan ulet” Kata Sam mengoreksi apa yang dikatakan tuannya


“Kau berani menyangkal apa yang aku katakan” Kata Farish melotot


“Bukan begitu tuan, saya hanya mengatakan fakta”


“mari kita lihat, seorang robot yang terus bekerja demi mendapatkan uang, apa bisa menolak kompensasi yang ku berikan”kata Farish dengan seringai licik di wajahnya


“bagaimana jika nona itu menolak tuan”


“itu tidak akan terjadi” tambahnya lagi dengan percaya diri “Lalu dimana dia? Bukankah aku sudah menyuruh mu untuk memanggilnya sekarang juga“


“maaf tuan seperti nya saya lupa melapor, nona itu tidak masuk kerja hari ini, dan ini baru terjadi pertama kalinya selama hampir 1 tahun dia bekerja”.


Tanpa menanggapi apa yang dikatakan oleh Sam dia melenggang pergi dari ruangan dengan acuh tak acuh.


Sudah 2 hari ini Riana tidak pergi berjualan ataupun bekerja, waktunya dihabiskan dengan menangis, setelah merasa lega dia memutuskan untuk memikirkan apa yang akan dilakukan kedepannya. Dia bertekat untuk menjadi Riana yang dulu, seorang yang tidak pernah menangis karena lelaki, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari PT tersebut, jika keadaan memungkinkan dia akan mengundurkan diri 4 hari ke depan setelah uang gajian diterimanya , tapi jika tidak memungkinkan dia akan mengundurkan diri saat itu juga.


Sebelum berangkat kerja dia telah menyiapkan 2 buah surat yang pertama surat izin dokter dan yang ke 2 surat pengunduran diri, dia terus menguatkan mentalnya dan memotivasi diri sendiri, mengangkat wajahnya dan berjalan dengan penuh percaya diri. Kali ini dia berangkat lebih pagi dari biasanya karna tidak perlu berjualan terlebih dahulu.


Riana pov

__ADS_1


Sesampainya di gedung produksi, kulihat di dalam masih sepi hanya ada beberapa karyawan saja yang sedang piket pagi, dan ketika sampai di line pun baru ada dua orang temanku yang datang, Tia dan Sisi yang langsung menatapku dengan heran.


“Loh Na kok kamu masuk kerja lagi, bukannya kemarin pas ke ruangan Pak Farish katanya kamu udah diberhentikan ya,.? Tanya Sisi dengan hati-hati mungkin takut menyinggung perasaan ku.


“maksudnya dipecat ? “tanyaku memastikan


Tia dan Sisi hanya mengangguk kompak


“kata siapa ? aku 2 hari kemarin nggak masuk karena sakit aja bukan di pecat” kataku menjelaskan


“Tapi kata Mak Aya sama mbak Ririn kamu udah dipecat na, beneran deh coba kamu tanya ke HRD dulu”


Akhirnya karna penasaran aku terpaksa pergi ke ruangan HRD yang letaknya lumayan jauh dari line, untuk memastikan apakah benar aku sudah dipecat atau tidak.


Saat aku akan mengetuk pintu HRD Mak Aya tiba- tiba datang dan menarik ku kembali ke line.


“iya ni Na kamu kok nggak kasian sama Mak Aya sampai disuruh bolak-balik ke gedung pusat Cuma gara-gara masalah kamu” sambung Ririn dengan sinis yang ternyata juga sudah datang di line.


Aku tidak mengerti apa yang mereka katakan,


“Aku nggak mangkir mbok, aku SDR” kataku cuek karna sudah muak dengan drama 2 orang ini.


Dan benar saja seharian aku harus mendengar suara nyaring Mak Aya yang terus berteriak seperti radio rusak yang bisa ku lakukan hanya diam memasang muka datar, dan berusaha menutup mata dan telinga seolah tidak melihat dan mendengar apapun.


Di line sudah mengerjakan style baru, b*a sport dari brand ff, karna 2 hari tidak masuk otomatis aku belum mendapatkan proses apapun, seharian yang ku lakukan hanya mondar-mandir membereskan cucian dan setrikaan setelah beberapa saat ku lihat banyak sekali barang riject sampai di tempat kan di dalam kardus,sebagian besar riject di bagian sayap dan badan tengahnya yang ternyata jonjing alias tinggi sebelah. Sesuai dugaanku semua barang riject itu diberikan kepada ku untuk dipermak.

__ADS_1


“gimana cara nya mak, tolong dong kasih contoh dlu 1” pintaku


“cari cara sendiri lah mau liat temenmu apa liat operator line lain terserah, pokoknya semua harus beres gimana pun caranya”


Setelah beberapa kali melihat cara menjahit dan menandai ukuran, aku kembali ke meja ku dan mulai mencoba beberapa trik dan akhirnya ada yang berhasil.


Dua jam telah berlalu barang riject di kardus ku tinggal beberapa pcs lagi. Aku mempercepat kerjaku agar semua selesai sebelum jam istirahat. Saat tiba di barang terakhir aku menghela nafas lega tapi Tiba-tiba Mak Aya melempar setumpuk bh riject tepat di mukaku.


“Aku nyuruh kamu permak, bukan buat riject an tambah banyak, cba liat 3 karton semua riject dimana otakmu.. Mikir “Mak Aya terus mencerca ku dengan kata-kata kasar. Akupun sudah tak tahan lagi karena memang itu bukan kesalahan ku.


“Sebelum marah tanya dlu sama QC nya, bahkan barang yang aku permak belum ada satupun yang maju di meja QC semua nya masih disini” kataku menunjuk ke arah paha kiriku.


Ya semua hasil permakanku masih ku tumpuk berbaris di paha kiriku hingga tingginya melebihi meja mesin jahitnya.


“udah salah masih bisa mbantah” kata Mak Aya tak mau kalah


“Bukannya tugas anda mengamati dan mencari solusi agar line bisa lancar, seharusnya anda melihat dengan jelas dari mana asalnya permakan, bukan bisanya cma langsung Tetiak-teriak dan melempar kesalahan pada orang lain” kataku lantang tanpa tedeng aling-aling lagi


“Lancang ya kamu”


Disaat situasi sedang mrmanas terdengar suara orang berdehem dengan keras.


“Eh hmm.. “


“Kenapa” sahutku dan Mak Aya bersamaan tanpa menoleh

__ADS_1


“Operator atas nama Riana Lefi segera ikuti saya”


__ADS_2