
Alarm hpku berbunyi, sudah jam 3 pagi aku bergegas bangun tetapi seperti ada yang salah denganku seluruh tubuhku rasanya pegal dan sakit terutama di daerah privasi ku, saat tersadar diriku tidak mengenakan apa pun aku sangat syock,
“Akh” Aku membungkam mulutku sendiri saat akan berteriak kepingan demi kepingan ingatan ku mulai kembali dan apa yang terjadi semalam semua seperti diputar kembali hingga membuat rahangku kaku dan mukaku memerah sempurna, aku melirik ke kanan dan ke kiri ternyata orang yang baru saja merenggut kehormatanku secara paksa masih berada di ruangan yang sama
Aku sangat terkejut dan ketakutan dengan cepat aku memunguti semua pakaian ku dan memakai nya kembali, mengabaikan semua rasa sakit, aku terus berjalan dengan langkah gontai kuturuni anak tangga satu persatu dengan buru-buru sampai di pos satpam ku lihat pak satpam sedang membuat kopi, tanpa menyapanya,aku langsung menandatangani buku tamu dan segera berlari keluar, sampai di pos security luar semua orang yang berjaga memandangku dengan penuh tanya dan curiga.
“Loh bukannya karyawan udah pada pulang, apa masih ada karyawan paking yang lembur sampe pagi lagi kaya kemarin. kenapa kamu masih ada dsini? Tanya bu satpam dengan memandang seolah tidak percaya dengan apa yang di lihat
“tolong periksa saya buk, saya mau pulang tadi tidak sengaja kekunci di kamar mandi kantin” bohongku
“ loh kok bisa,apa ndak gedor- gedor pintu tadi, kok sampe jam segini baru bisa keluar, kan ada satpam yang puter juga? “ tanya bu satpam masih tak percaya dengan apa yang ku katakan kali ini tangannya seraya meraba dan memeriksa tubuhku
“ loh kok kaya bau alkohol” kata bu satpam lagi, tapi aku bergegas keluar pabrik setengah berlari tanpa menjawab pertanyaan itu
“Bocahe aneh pak” masih terdengar obrolan para satpam
“liat lehernya tadi nggak bu, banyak bekas ****** kayaknya bekas baru” kata seorang satpam laki-laki. Aku sangat malu walau mendengar nya dari kejauhan
“apa iya Pak, aku nggak begitu merhatiin tadi, tapi kalo di lihat mukanya pucet banget” tambah bu satpam lagi.
Entah mereka akan menyimpulkan seperti apa aku tidak tertarik memikirkannya, yang ada di pikiranku hanya aku harus cepat sampai di rumah.
__ADS_1
Jarak rumah dan pabrik tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan berjalan kaki untuk sampai di rumah,tidak perlu naik ojek ataupun angkutan umum di sepanjang jalan kilasan demi kilasan kejadian malam itu terus menerus berputar tanpa sadar di sepanjang jalan air matapun terus mengalir dengan sendirinya. Menyesali ketidak berdayaanku saat diperlakukan tidak beradap, betapa lemahnya diriku yang tidak bisa melakukan perlawanan apapun.
Aku terus menukul kepalaku dengan frustasi, sampai di persimpangan jalan menuju rumah Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya mewakili suara hatiku.
“ kriett” baru saja aku membuka pintu kulihat sebuah koper besar dan beberapa tas di ruang tamu, kulihat adikku sudah rapi dan terlihat sangat cantik.
“Alhamdulillah, kakak udah pulang, tadinya aku mau mampir ke pabrik dulu buat pamitan ke kakak, kok tumben kak lembur sampe jam segini, terus aku WA juga nggak di bales lagi” Cerocos liana terus memberondong pertanyaan kepadaku.
“kakak nggak sempet buka HP tadi, bentar ya kakak ganti baju dulu” kataku seraya berlalu
Aku baru ingat hari ini Liana sudah mulai tinggal di asrama kampus, Ya adikku satu itu sudah mulai kuliah yang ditempuh dengan jalur SBMPTN agar biayanya lebih ringan.
Saat aku mulai melepas pakaianku terlihat banyak bekas merah kebiruan di sekujur tubuhku terutama di area leher dan aset atasku, air mataku sudah kembali menetes mengingat kembali apa yang baru saja terjadi,
Setelah cuci muka dan gosok gigi Aku mengganti pakaian dan menutupnya dengan jaket yang menutup hingga ke leher
kakak kok pucet banget sih, kakak sakit ya maaf ya kak, aku udah nggak bisa bantuin jualan lagi, kalo kakak sakit kita ke dokter dulu ya aku anterin” kata Liana penuh kekhawatiran.
“Udah nanti abis tidur juga enakkan, kamu jangan banyak pikiran ya, fokus kuliah inget jangan soroh sama lelaki, harus ingat pesan ibuk ya”lirihku
“kemungkinan kakak juga udah nggak jualan lagi, kakak juga pengen resign dari pabrik, pingin cari pengalaman baru,pengen nyobain gimana rasanya jadi anak kos, hehehe” tambah ku lagi
__ADS_1
“kenapa mendadak kak, tpi ga papa juga sih asal kakak seneng aja”
“oh iya ini” kataku seraya menyerahkan kartu ATM
“Tapi kak ini kartu tabungan kita,yang udan kita kumpulin sampe beberapa tahun, aku ga bisa pke ini” kata Liana menolak
“Pegang kartu ini, kamu kuliah juga butuh pegangan, fokus kuliah aja ga' usah nyari kerjaan di luar nanti pikiranmu nggak bisa fokus buat kuliah, kita sekarang hanya ber dua dek, waktu kita nabung ya ini tujuannya biar bisa dipake saat kita butuh”
Dengan penuh perjuangan akhirnya aku berhasil membujuk adikku untuk menerima kartu ATM itu, Meskipun enggan dia menerimanya. Ku lanjutkan mengobrol dengan nya banyak yang kami bicarakan aku memberinya banyak nasehat untuk kedepannya hingga mobil jemputan yang telah ku pesan tiba.
“Maafin kakak ya dek ngga bisa nganterin kamu” sesalku
“nggak papa kok kak, kakak istirahat gih biar nggak jadi masuk angin, nanti kalo udah sampai aku telfon”kata Liana seraya mencium punggung tanganku dan mencium kedua pipiku.
“Ati -ati ya disana, jaga diri baik-baik, kalo ada apa-apa kabari kakak” kataku lagi
“Iya kakakku yang bawel, Assalamualaikum “ katanya memasuki mobil, semua barang telah dimasukkan di bagasi mobil oleh pak supir.
“Walaikumsalam “ kataku seraya mendekat ke mobil dan memberikan 2 lembar uang seratus ribuan
“Makasih ya pak, tolong antar adikku ke tempat, yang saya tulis sesuai aplikasi ya, kembaliannya buat bapak aja”
__ADS_1
“Baik mbak, terimakasih” kata pak sopir
Aku memandang kepergian Liana dengan hampa, pikiranku sangat kacau seperti orang yang linglung, tapi tidak lama kemudian aku seperti teringat sesuatu