
Farish pov
“ Apa yang terjadi pada diriku sebenarnya, apa yang aku pikirkan bisa- bisanya aku menciumnya lagi”
“tapi memang rasanya manis seperti strawberry”aku sibuk berperang dengan pikiran ku sendiri
“Arghhhh, aku pasti sudah gila” Teriakku keras sambil memukul kepalaku yang sedari tadi sibuk berpikiran kotor.
Sam masuk ke ruangan dengan panik
“Anda baik-baik saja tuan,.?“ tanyanya
“Sam katakan, apa aku sudah terlihat tua, apa ada banyak kerutan atau jerawat di wajahku ? “ Tanyaku kemudian, tapi Sam yang kutanya tak kunjung menjawab hanya melongo dengan ekspresi yang aneh.
“Sam” teriakku kesal
“Eh, maaf Tuan seperti nya tidak ada yang salah dengan wajah anda, hanya saja...“ Sam terdiam dan tidak melanjutkan kata-katanya
“hanya apa? “ kataku geram
“Hanya saja... Apa ya tuan aku lupa tadi mau bicara apa” jawabnya cengengesan
“ Sam kau sudah bosan hidup ya” teriakku lagi
“Bukan begitu Tuan, hanya saja anda tidak bisa becanda, dan terlalu kaku, mudah marah dan satu lagi kejam, hahaha” ceplosnya
Mendengar apa yang Sam katakan, rasanya inginku mengumpat kasar, tapi setelah dipikir-pikir semua yang dikatakan Sam ada benarnya juga”
“Apa hanya karena alasan itu, bisa-bisanya Disya meninggalkan ku dan hari ini bahkan seorang operator juga menolak ku” kataku dengan Frustasi
“hahaha, Tuan anda sungguh sial sekali, punya wajah tampan tapi pekerja buruh saja bisa menolak, hahaha” tawa Sam seketika pecah lagi. Kali ini aku sudah terlewat geram.
“Gubraaak”
Aku menggebrak meja, Sam seketika terdiam dengan wajah pucat
__ADS_1
“Ma.... Maaf tuan saya tidak bermaksud...”
“keluar” teriakku, seketika Sam berlari hendak keluar dari ruanganku
“Sam, tunggu dulu” cegahku ketika ia hendak membuka pintu
“iya tuan” lirihnya
“mulai hari ini gajimu dipotong 10%” tegasku
“Tapi tuan, aku... “
“15% “
“Oh oke sudah cukup tuan, 15% tidak masalah” katanya bergegas membuka pintu dengan tergesa-gesa.
Ditempat yang lainnya Riana sibuk menyiapkan berkas- berkas yang akan digunakan untuk melamar kerja.menulis surat lamaran kerja berulang-ulang hingga dirasa tidak ada kesalahan penulisan sedikitpun, begitu semua berkas siap dikumpulkan menjadi 1 dan dimasukkan ke' sebuah map warna pink.
Ke esokan harinya dengan atasan putih pendek dengan celana kain warna hitam serta mengenakan sepatu fantovel dengan semangat ia menaikki bus dan turun di dekat pabrik yang hendak ia lamar, kali ini dia akan melamar di sebuah pabrik tbk.
6 hari kemudian
Hari ini hari pertama Riana menjadi karyawan baru di PT Te&m yang bergerak di bidang tekstil & garmen namun untuk kali ini dia bekerja di bagian tekstil tepatnya di bagian spinning atau biasa juga disebut bagian pemintalan.
Untuk 2 minggu pertama ini dia tidak langsung terjun ke lapangan, melainkan diberikan beberapa pengetahuan singkat tentang sejarah perusahaan, pengarahan, bimbingan serta banyak motivasi sukses untuk kedepan yang di berikan melalui kelas training, dalam kelas training ada sekitar 112 orang dibagi menjadi beberapa departemen, untuk departemennya sendiri mendapat bagian 9 orang, 3 orang perempuan termasuk Riana dan yang lainnya laki-laki. Tidak ada yang spesial dengan masa training ini semua terasa membosankan hanya duduk- duduk dan memperhatikan para atasan menyampaikan materi, sama seperti saat masih duduk di bangku sekolah
2 minggu kemudian
Hari ini adalah hari pertama Riana bekerja di lapangan berbanding terbalik dengan pekerjaan sebelumnya, jika dulu sehari-hari hanya duduk dan menjahit kali ini dia dituntut untuk terus berjalan memutari mesin, di awal- awal ia bekerja banyak yang harus dipelajari, menyambung benang proses ini sering disamakan dengan tarian bali karena gerakannya yang meliuk- liukkan tangan seperti sedang menari, memancing benang dan mengganti roving semua tidaklah semudah yang dilihat sebelum nya. Untuk minggu-minggu awal setiap pulang kerja kakinya terasa seperti ditusuk-tusuk paku membuat nya menangis setiap malam tapi lama kelamaan Riana sudah terbiasa dan sudah tidak merasakan kesakitan lagi.
Saat mulai menjadi operator mesin Riana sangat kelabakan, proses nya berantakan, hampir setiap hari terkena teguran dari atasannya,setiap hari pula ia menangis sambil bekerja memang pekerjaan ini begitu berat untuknya, jika boleh memilih dia akan memilih untuk menyelesaikan lemburan pesanan pelanggan daripada pekerjaan ini, tapi yang dipikirkan nya saat ini adalah meninggalkan semua kegiatannya dulu agar tidak lagi teringat dengan kejadian menyakitkan yang telah berlalu.
Satu bulan kemudian Riana sudah bisa beradaptasi dengan baik,kini semua pekerjaan bisa ditanganinya dengan lancar semua berkat tekat dan support dari semua teman teamnya yang kebanyakan laki-laki.
PT. Lee permata
__ADS_1
Sam kau tidak mandi ya, baumu kenapa semakin hari tambah membuatku mual” kata Farish dengan muka memerah menahan rasa ingin muntah
“Hoek.... Hoek” Farish berlari ke kamar mandi, kejadian seperti ini sudah terjadi lebih dari sebulan, Tuannya menjadi sangat rewel, mudah marah dan yang satu lagi dia akan mual-mual sepanjang pagi, mengatakannya bau, menyuruh nya mengganti parfum dan banyak permintaan konyol lainnya.
“Tuan anda tidak papa,.? “ tanya Sam di depan pintu.
Farish keluar dari kamar mandi dengan muka pucat, Sam yang melihatnya sangat cemas.
“Mari saya antar ke rumah sakit tuan, atau saya panggilkan dokter perusahaan saja agar kemari” tawar Sam
“Tidak perlu” kata Farish sambil melambaikan tangan.
“Selalu saja begitu, sudah lemas pun masih keras kepala” batin Sam kesal
“Tapi ini sudah tidak wajar tuan, sudah lebih dari sebulan keadaan anda tidak membaik” cerca Sam lagi.
“Sudah cukup sekarang belikan aku jus belimbing, dan telur kecil-kecil yang ditusuk seperti sate, jangan lupa beli parfum yang baru baumu ini sungguh tidak enak”
Sam sudah ingin menangis sekarang, Lagi-lagi ia diberikan tugas aneh oleh atasannya, apa itu telur kecil- kecil yang ditusuk seperti sate, permintaanya atasannya akhir-akhir ini sungguh membuat Sam hampir gila ditambah lagi selama lebih dari 1 bulan setiap hari dia harus membeli parfum yang baru, walaupun menurut nya wangi tetap saja Tuannya itu mual-mual ketika di dekatnya.
“Tuan apa pesanannya bisa diganti dengan menu lain saja”lirih Sam penuh harap.
“ tidak bisa aku mau dalam 15 menit semua pesanan ku sudah ada di sini”
“Tapi Tuan... “
“Sam” Sentak Farish lagi berhasil menghentikan apa yang hendak Sam katakan, dengan langkah gontai Sam keluar ruangan atasannya.
Sudah 10 rumah makan ia datangi untuk membeli telur kecil-kecil yang ditusuk alih-alih mendapatkan apa yang dicarinya malah sebagaian besar pemilik toko menertawakan pesanan konyol yang dimintanya.
Kini waktu yang diberikan tuannya tersisa sekitar 7 menit lagi Sam yang sudah kesal dan lelah akhirnya duduk di trotoar jalan di bawah pohon rindang sambil menempepkan satu tangannya di dagu. Dia sudah pasrah jika mendapat amukan lagi dari Atasannya.
“Ngopo kok kotoke susah timen to cah bagus,.? “ kenapa kok keliatan nya lagi susah anak ganteng)
Dia menoleh ke asal suara yang menyapa nya, Sam kaget bukan main dilihatnya sesosok orang tua, wajahnya keriput rambut putihnya tergerai sangat panjang, dia mengunyah daun dengan sesuatu berwarna merah terlihat giginya masih rapi dan bersih.
__ADS_1
“Aaaa.... Setan pergi.... Pergi” kata Sam yang masih tetap membeku di tempat.