
Aku kembali masuk ke dalam rumah segera melepas seluruh pakaianku, kubasahi seluruh tubuhku ku gosok seluruh permukaan kulitku dengan kasar lagi dan lagi aku tidak kuat menahan isak tangis,
“Maafkan aku bu, maafkan aku yang tak bisa menjaga kehormatan ku sendiri, tidak sanggup menjaga kesucian untuk suamiku nanti” sesal ku
Aku terus menggosok bekas- bekas menjijikkan itu hingga seluruh permukaan kulitku ikut memanas dan merah, setelah menyadari apa yang kulakukan tidaklah berguna tubuhku lemas dan seketika merosot ke lantai. Aku menangis sejadi-jadinya menangisi semua kelalaian ku, hingga akhirnya aku kelelahan dan tanpa sadar tertidur di kamar mandi.
Di tempat yang berbeda seorang pria dengan panik dan tegesa-gesa membangunkan Tuannya, orang itu adalah Sam, asisten dari laki -laki yang dingin dan kejam yaitu Farish Lee.
Dia menatap seluruh ruangan yang berantakan dan beberapa botol bir kosong dengan muka pias, melihat tuannya dalam keadaan mengenaskan tidur di lantai dengan pakaian berantakan dia bingung dengan apa yang telah terjadi dan juga panik bagaimana akan menjelaskan jika tuan dan nyonya besarnya tau akan kejadian ini.
Dia segera menghubungi security melalui sambungan telepon agar tidak ada karyawan yang boleh memasukki gedung pusat sebelum mendapat izin darinya hal ini dilakukan untuk melindungi reputasi Tuannya.
“Lalu jika ada karyawan yang datang saya harus mengatakan apa tuan, saya harus menyuruh nya kemana, apakah disuruh pulang lagi saja ? “ tanya pak satpam bingung dengan perintah atasannya yang tiba-tiba.
“bilang semua staff karyawan untuk berkumpul di ruang rapat aula training, akan diadakan pengarahan terlebih dahulu,begitu saja”
“ baik Pak” kata pak satpam sambil mengangguk kan kepala.
Satu masalah telah teratasi kini dengan susah payah Sam memapah atau lebih tepatnya menyeret tubuh tuan mudanya ke dalam kamar istirahat yang tersedia di dalam ruangan dan dengan cepat menghubungi kepala bagian OB untuk membereskan seluruh ruangan yang terlihat sangat kacau.
“Tuan bangun” kata Sam sambil menggoncang-goncangkan tubuh tuannya. Satu jam telah berlalu tapi tidak ada tanda- tanda sedikitpun tuannya akan bangun.
Dia memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya telah terjadi semalam dengan mengecek CCTV di ruangan tersebut karna hanya dia dan tuannya yang mempunyai kode untuk mengakses CCTV disitu.
“Astaga, Tuan kau benar-benar telah menodai kemurnian mataku” umpat Sam seraya menutup matanya dengan kedua tangan tetapi sesekali mengintip karna penasaran.
__ADS_1
“Tuan kau membuat tubuhku menegang dan merinding sepagi ini.huftt” kata Sam lagi berusaha mengatur nafas dan menetralkan degup jantungnya.
“Aku sudah tidak sabar lagi mendengar kejelasan tentang vidio ini”
“Tuan kali ini kau membuatku dalam masalah besar” umpat Sam lagi dengan frustasi “ Aku akan membangunkanmu sekarang juga”
Dengan membawa ember yang sudah diberi air setengahnya, Sam mendekati tuannya awalnya dia hanya memercikkan air di muka Tuannya tapi karena masih tetap terlelap dengan seringai licik akhirnya
“Byur... “ air dalam ember telah berpindah ke muka tuannya.
Farish yang tak siap gelagapan seperti ikan kehabisan air, setelah sadar dia bangun dan menatap lekat pada Sam. Sedangkan Sam yang ditatap pura-pura tidak melihat.
“Sam... Kau sudah bosan hidup ya” sentak pak Farish dengan jengkel
“Maaf Tuan saya tidak berani” kata Sam merendah tetapi terlihat acuh tah acuh.
“Tuan, sebenarnya apa yang terjadi semalam? “ selidik Sam
Farish yang mendengar menjawab dengan sedikit senyuman“Aku telah membuat nya kembali, dan mengikatnya agar tidak lepas dari genggaman ku lagi”
“yang Anda maksud dia ini siapa tuan ? ” tanya Sam dengan heran karna yang dia lihat barusan tuannya bersama dengan seorang operator sewing
“ Tentu saja Disya, memangnya siapa lagi, dia memang berbeda dari gadis-gasis yang pernah kutemui” tambahnya lagi membayangkan kenikmatan yang semalam ia rasakan
Ya Sam mengetahui hubungan antara tuannya dengan Disya karena di luar kantor Sam dan Farish adalah sahabat sejak kecil.
__ADS_1
Sam tercengang dengan jawaban tuannya dengan ragu- ragu dia mengatakan yang sesungguhnya.
“Tapi semalam Anda tidak bersama nona Disya tuan” liriknya
“Apa maksudmu” kata Farish dengan menggenggam kerah Sam.
“Tapi benar-benar bukan nyonya Disya tuan” bantah nya lagi kali ini dengan lebih kencang
“Bukan Disya bagaimana kamu tau? “ kata Farish dengan menggerakkan giginya
“Dari rekaman CCTV tuan”
“Kamu berani melihat CCTV, Sam kau benar-benar sudah bosan hidup ya” kata Pak Farish kali ini dengan muka memerah.
“Maaf tuan hanya sedikit saja”
“Sam”
Farish tidak percaya dengan apa yang di dengar dari Sam, ia segera melepaskan cengkraman tangannya dari kerah Sam.
“Cepat bawakan rekaman CCTV nya” perintahnya dengan tidak sabaran
Tanpa menjawab Sam segera memberikan rekaman CCTV itu pada tuannya.
Farish masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya mukannya benar-benar memerah sekarang entah karena marah atau malu dia menggebrak meja dan berkata dengan tegas
__ADS_1
“Cari semua informasi tentang wanita itu dan perintahkan dia keruangan ku sekarang juga”