
Aku terkejut dengan apa yang baru saja ku dengar tetapi dengan cepat menetralkan keterkejutan ku dan kembali memasang muka datar seraya berkata dengan acuh tak acuh.
“Dilihat baik-baik, dicari akar masalahnya bukannya semakin dipupuk” Kataku mencibir.
Aku meninggalkan line dengan puas ingin rasanya berbalik dan melihat muka Mak Aya pasti sangat jelek sekarang.
“Kenapa Saya harus mengikuti anda? “ Tanyaku ketus pada pria yang aku tau adalah asisten dari Pak Farish.
“Tuan meminta anda untuk menemuinya nona”
“Untuk apa lagi bertemu, apa belum puas sudah merusak masa depan dan kehormatan ku?" sentakku lagi
“harap berhati-hati dengan apa yang anda katakan nona “ katanya yang terdengar seperti peringatan
“memangnya kenapa? “
“Apa ada yang salah dengan yang aku katakan, semuanya adalah Fakta dan Tuanmu itu benar-benar iblis tak punya hati” kataku meluapkan kekesalan dengan bertubi-tubi.
“Nona.. Jaga batasan anda” katanya dengan tatapan mata yang tajam , sebenarnya aku merasa takut tapi tetap harus terlihat tenang.
“Batasan apa, apa karna aku hanya seorang operator dengan gaji rendah jadi kalian berhak menginjak-injak harga diriku seenaknya? “kataku lagi yang mulai emosi.
“Bukan begitu nona, tapi sebaiknya anda dapat menahan kata-kata anda dan katakan langsung pada beliau, saya disini tidak tau apa-apa”kata sangat asisten menyerah seraya menghembuskan nafas kasar.
“Emm, seperti nya kamu benar juga”
Semakin dekat dengan ruangan Pak Farish jantungku semakin berpacu dengan cepat,sebelum Pak Asisten mengetuk pintu aku menarik nafas dalam-dalam Dan menghembuskannya perlahan untuk menetralkan kegundahan hatiku”
“Tok.. tok.. tok”
“masuk” Suara dingin Dan tegas langsung menyahut.
__ADS_1
“Saya Sudah membawa nona Riana tuan” Katanya melapor.
“oke” katanya seraya mengkode dengan gerakan tangan agar Asistennya tersebut Keluar.
Beberapa saat yang ada hanya keheningan, aku dan Pak Farish hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Langsung saja aku tidak akan berbasa-basi, berapa yang kamu butuhkan,untuk tetap diam dan melupakan semua yang telah terjadi? Tanya Pak Farish tegas
“ingat jangan macam-macam, jangan mencoba menyebarkan kejadian konyol itu pada orang lain, siapapun itu” hardik Pak Farish lagi.
Tanganku langsung terkepal erat setelah mendengar apa yang baru saja dia katakan, ternyata pria ini selain sombong juga kejam, jangankan meminta maaf, justru setiap kata yang di ucapkan semakin merendahkan ku rasanya ingin kucekik lehernya dan ku benturkan kepalanya ke tembok agar segera sadar.
“Apa yang bapak katakan, apa anda mencoba menghargai jasa saya,.?” Kataku dengan nada sarkasme
“Tentu saja, seorang wanita yang gila bekerja seperti mu pasti tidak akan menolak uang kan”katanya dengan percaya diri tepat di depanku, tangannya mulai menelusuri wajahku
Deg
Plakk
Tamparan keras ku layangkan ke pipinya dengan sekuat tenaga.
“apa yang anda lakukan? “sentakku
Kulihat muka Pak Farish memerah seperti tomat busuk, tatapan matanya pun tajam tetapi tidak ada lagi rasa takut pada diriku yang ada hanya benci.
“Sial.. Apa yang aku pikirkan, bisa-bisanya merendahkan harga diriku sendiri” batin Pak Farish
“Tulis saja berapapun yang kamu mau, tapi kamu harus ingat lupakan semua yang telah terjadi dan jangan pernah berfikir untuk menuntut apapun lagi dariku, setetelah ini juga jangan pernah lagi muncul dihadapanku ”tegas Pak Farish dengan memberikan sebuah cek kosong.
Aku menerima cek tersebut dengan tersenyum dan sedetik kemudian merobek-robeknya menjadi serpihan-serpihan kecil.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan? “ sentak pak Farish dengan penuh aura kemarahan sambil menunjuk satu jarinya ke arahku.
“Pertama saya bukan pelacur dan tidak pernah memperjual-belikan tubuh saya, adapun yang kemarin terjadi andalah yang bersalah, anda yang telah memperkosa saya, sebagai seorang lelaki seharus nya anda malu dan bisa mengakui kesalahan, saya hanya karyawan anda tidak bisakah anda meminta maaf dan sedikit menghargai perasaan saya” kataku tenang, air mataku rasanya sudah ingin meluncur tapi aku berusaha menahannya
“anda tidak perlu takut jika saya menyebarkan masalah ini kepada orang lain karna saya masih waras saya tidak mungkin menyebarka aib yang ada pada diri saya”
Setelah mendengar apa yang aku katakan tiba-tiba saja pak Farish menggebrak meja dan menatapku tajam
“Apa katamu, tidur denganku kamu anggap aib? “ tanyanya dengan meraih rahangku kasar”
Kali Aku tidak mau kalah, segera menurunkan tangannya dari rahangku dan menatap kedua matanya yang penuh aura mendominasi karna kini kami sedang berhadapan
“Lalu kalau bukan aib apa namanya kesucian yang seharusnya kupersembahkan untuk suamiku nanti tapi kenyataan nya telah anda renggut dengan paksa, apa namanya kalau bukan aib apa aku harus menganggap nya rezeki? “sentakku tak mau kalah
“aku sudah memberimu kompetensi, tapi kamu sendiri yang menolaknya” tambahnya lagi
“Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang” balasku ketus
“Baguslah kalo begitu, ingat kesempatan ini hanya ku berikan satu kali setelah ini biarpun kamu berlutut di hadapanmu jangan harap aku akan memberikan kesempatan itu lagi”tegasnya lagi
“aku mengundurkan diri sekarang juga”kataku mendorong selembar kertas putih ke dadanya
“Anda tidak perlu kawatir akan melihat saya lagi di kemudian hari , karna sayapun sudah tidak ingin melihat anda, apa yang terjadi kemarin saya telah menganggap nya mimpi terburuk dalam hidup saya” tegasaku tak kalah ketus sambil berlalu meninggal kan pak Farish yang masih tercengang
Brakk
ku tutup pintu kasar hingga membuat Sam terjingkat memegangi dada
“kamu akan menyesal “ teriak Pak Farish dari dalam
Aku bergegas turun dan berlalu meninggalkan gedung pusat air mata yang sedari tadi kutahan sudah berderai dengan sendirinya
__ADS_1
“Apa seperti ini rasanya seorang, ketika dibawah, seolah-olah orang lain bisa menginjak-injak harga diri kita sesuka hati” batinku.