Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Kenalin.....


__ADS_3

"Oeee, oeeee, oeeeee, oeeee" suara tangisan itu berhasil membuat ruangan operasi yang tadinya tegang kini menjadi terasa tenang.


"Bagaimana dok? Keadaan istri dan anak saya" Ucap tn. Adrian gelisah saat melihat dokter keluar dari ruang operasi.


"Selamat pak, bayinya selamat dan sangat cantik" Ucap dokter itu.


"Puji Tuhan. Terus dok keadaan istri saya bagaimana?" Tanya Tn. Adrian lagi.


"Nah itu pak,mohon maaf kami tidak dapat menyelamatkan istri bapak karena jantungnya sangat lemah" jawab dokter.


"Dok, bagaimana bisa dok? Kenapa dokter tidak menyelamatkan istri saya? Kenapa dokter tidak mendengarkan saya. Saya sudah bilang tadi jika salah satunya saja yang bisa selamat, saya ingin istri saya dok yang di selamatin" Ucap Tn. Adrian dengan suara begetar sambil menahan air mata.


"Kami mohon maaf pak, itu adalah permintaan di istri bapak. Ini kami mendapatkan di saku baju istri bapak" Ucap dokter dengan lembut sambil menyodorkan sebuah amplop.


"Sayang, mungkin saat kamu baca surat ini, aku sudah tidak bisa bersamamu lagi. Kau tau, aku selalu membawa amplop ini ke mana pun aku pergi, hanya untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu aku pergi tanpa berpamitan. Hehe sayang, jangan menangis, kau harus kuat untuk anak kita. Kau harus tunjukkan bahwa kau adalah ayah terhebatnya. Aku selalu ada bersamamu sayang, aku akan selalu memelukmu. kau tahu, aku sangat menyayangimu, aku tertawa geli setiap mengingat awal mula pertemukan kita. Hehe Lucu bukan. Oh yah sayang, kalau bisa beri putri kita dengan mama Grizelle Arabelle. Dia akan menjadi anak perempuan yang kuat dan cerdas. Ingat yah sayang, jangan membentaknya, jangan membuat dia sedih. Oke sayang. Ingat juga jangan sedih, Adrian harus tersenyum, cari kebahagiaanmu juga. Aku pamitan sayang, jaga diri baik-baik, jaga anak kita baik-baik, jangan lewatkan jam makannya Oke. Sayang. Dah I really love you Adrian"


Tn. Adrian yang membaca surat itu merasakan seluruh tubuhnya telah mati rasa. Ia terduduk di lantai dengan penyesalan yang dalam. Bagaimana bisa pernikahannya yang baru berusia 2 tahun berakhir seperti ini. Bagaimana bisa ia kehilangan sosok yang sudah mengisi hari-harinya. Bagaimana ia akan hidup kedepannya, bagaimana is mengurus anaknya. Semua pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantui pikiran tn. Adrian.


"Permisi pak, anak anda sudah di pindahkan ke ruang bayi, sedangkan istri bapak sedang di bersihkan" Ucap seorang dokter membuyarkan pikiran tn. Adrian.


"Ah iya sust, terima kasih" Ucap tn. Adrian sambil berlalu.


Setelah pemakaman istrinya, Tn. Adrian berusaha mencoba menjalani hari-harinya dengan penuh tanggung jawab. hari demi hari, minggu demi minggu, bahkan bulan demi bulan di lalui Adrian seorang diri untuk mengurus bayi kecilnya. Tidak ada keluarganya yang ingin membantu Adrian dalam mengurus bayinya, karena memang hubungan tn. Adrian dan istrinya sangat di tentang oleh kedua bela pihak keluarga. Mereka memilih tinggal di kota yang berbeda dengan keluarga mereka agar bisa menjalani hidup layaknya sebuah keluarga. Namun apalah daya, keluarga kecil tn. Adrian hancur begitu saja, dan kini hanya tersisa dirinya dengan Putri kecilnya.


6 tahun kemudian....


"Grizelle duduk diam di sini yah, tunggu papa, papa pergi belikan es krimnya" Ucap tn. Adrian lembut kepada putrinya yang duduk di bangku taman.


"Baik papa" jawab gadis kecil itu sambil memamerkan senyum manisnya.

__ADS_1


Tn. Adrian lalu pergi ke salah satu toko terdekat dari taman.


"Halo, ayo kita bermain" Ucap seorang anak kecil menyapa Grizelle.


"Aku sedang menunggu papaku, dia pergi membelikanku es krim" jawab Grizelle dengan pelan.


"Baiklah, kita bermain di sini saja, sambil menunggu papamu" jawab anak kecil itu lagi.


Grizelle mengangguk dengan semangat sambil tersenyum. Keduanya pun memainkan permainan yang di bawa oleh anak kecil itu, sebuah rumah bongkar pasang yang selalu ia tenteng di tangannya.


"Bukan, ini disini" jawab anak kecil itu saat melihat Grizelle salah menempatkan bagian rumah.


Grizelle hanya tersenyum malu. "Bukan itu bukan di situ, tapi disini" Ucap anak kecil itu lagi yang membuat Grizelle kaget dan menangis.


"Kamu kenapa menangis?" Tanya anak kecil itu.


"Loh, kenapa sayang? Kenapa nangis?" Tanya Tn. Adrian sambil berlutut menyamakan tingginya dengan anaknya.


"Papa, dia marah-marah" ucap Grizelle sambil menangis dan menunjuk ke arah temannya itu.


"Nak, kamu sama siapa di sini?" Tanya tn. Adrian dengan sambil melihat ke arah anak kecil itu.


"Eh...e..e itu om, bukan aku, aku tidak memukulnya, aku hanya memberitahunya kalau letak pecahan rumahnya bukan di situ, lalu dia menangis" jawab anak kecil itu langsung ke intinya.


"Iya nak, om paham. Nama kamu siapa? Lalu orang tuamu mana?" Tanya Tn. Adrian lagi dengan lembut.


"Nama saya kevin om. Itu mama papa disana, mereka sedang bermain dengan adikku" jawab anak kecil itu sambil menunjuk ke arah keluarganya yang sedang bermain perosotan. Anak kecil itu sudah berusia 8 tahun.


"Baiklah nak Kevin, ini Ada es krim satu buatmu, satu buat Grizelle" ucap Tn. Adrian sambil menyodorkan sebuah es krim ke Kevin.

__ADS_1


"Papa, jangan kasih dia, ini semua punya Grizelle, sambil memanyunkan bibirnya.


"Sayang, tidak boleh begitu yah. Harus berbagi sama teman" ucap tn. Adrian sambil mengelus rambut putrinya.


"Tapi dia sudah buat Isel nangis papa" jawab Grizelle lagi terus memandang tak suka pada Kevin.


"Sudah, sudah, makan es krimnya baru kita pulang" ucap Tn. Adrian sambil mengajak kedua anak kecil itu duduk di atas bangku, sedangkan Beliau membereskan mainan yang mereka bongkar tadi.


"Tidak usah, dekat denganku, aku tidak menyukaimu" ucap Grizelle saat melihat Kevin duduk di sebelahnya.


"Apaan sih, siapa yang mau mendekatimu? Masih kecil juga" jawab Kevin judes.


"aku kecil, tapi aku cantik, bisa saja kamu menyukaiku" jawab Grizelle ketus sambil terus menikmati eskrimnya.


Tn. Adrian yang mendengar pertengkaran lucu itu hanya tersenyum tipis.


"Om, kevin pamit yah. Ini ucapan terima kasih kevin" ucap Kevin sambil menyodorkan gantungan spongbob.


"Baiklah nak, terima kasih yah" Ucap Tn. Adrian sambil mengelus kepala anak kecil itu.


"Baik om, sama-sama" jawab Kevin sambil mengambil mainannya dan berlari ke arah orang tuanya.


"Papa" ucap Grizelle pelan.


"Iya kenapa sayang?" Tanya Tn. Adrian sambil menoleh ke arah anak gadisnya itu.


"Isel mau juga seperti dia, punya banyak teman di rumah" ucap Grizelle sambil melihat ke arah keluarga Kevin.


Tn. Adrian yang mendengar ucapan Grizelle pun langsung merasakan sesak di dada. Ternyata putrinya selama ini merasa kesepian, dia hanya bermain sendiri di rumah. Dia merindukan sesosok ibu, tapi dia tidak bisa mengabulkannya, dia takut melukai hati istrinya.

__ADS_1


__ADS_2