Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Teman baru


__ADS_3

Grizelle hanya mengikuti tarikan tangan Karin menuju kelas mereka. Sesampainya di kelas mereka menemui isi tas mereka berhamburan di atas meja.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Karina dengan tatapan tajam melihat barang mereka yang berserakan.


Seisi kelas hanya diam dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


"Jawab! Siapa yang melakukan ini" bentak Karin lagi.


"Gue yang lakuin!" ucap seorang perempuan yang berdiri di pintu kelas.


"Kenapa? Lo gak suka?" tanya perempuan itu sambil berjalan ke arah meja Karin dan Grizelle.


"Kalau gak suka, bilang"


"Iya jelas gue gak suka. Gue anak baru disini bukan berarti gue mau dan rela di perlakukan begini" ucap Karin masih dengan nada tingginya.


"Oh, anak baru songong, belum berapa jam lo nginjak sekolah ini tapi sudah sok jagoan" ucap perempuan itu dengan sambil menunjuk-nunjuk dada Karin.


"Kak, maafkan teman saya. Maafkan kami kalau kami sudah melakukan kesalahan" ucap Grizelle memotong suara Karin yang hendak berbicara.


Plakk...


"Nah lo nih, cewek gatal. Anak baru tapi sudah gatal" ucap perempuan itu sesaat sesudah menampar pipir Grizelle. Grizelle yang merasakan panas di pipinya tiba-tiba terduduk dan melihat sebentar ke arah seniornya itu "Amanda Syah" mata Grizelle tertuju pada name tag yang di gunakan seniornya itu.


"woah, berani sekali lo nampar sahabat gue. Ingat yah gue gak perduli dengan persenioran-persenioran di sekolah ini. Siapapun yang mengganggu gue dan Grizelle, gue gak akan tinggal diam" ucap Karin sambil menunjuk-nunjuk balik seniornya itu.


"Haha kita lihat saja seberapa tahan kalian bersekolah disini setelah mencari gara-gara dengan gue" ucap Amanda sambil berlalu.


"DASAR CEWEK GILA" teriak Karin ke arah Amanda dan teman--temannya yang sudah keluar kelas.


Bell tanda kelas akan pulang pun berbunyi. Dari arah pintu masuk lah Caroline sambil menatap aneh ke arah Karin yang masih berdiri di campur emosi.


"Apa lo lihat-lihat" ucap Karin jengkel ke arah Caroline.


"Dasar cewek gila" ucap Caroline sambil membereskan mejanya.


"Lo yang gila" jawab Karin. Seisi kelas hanya terdiam melihat tingkah Karin yang tadinya terlihat sangat manis kini berubah menjadi macan saat marah.


"Rin. Udah woi, hahah" ucap Grizelle menarik tangan Karin duduk.


"Beresin barang-barang kamu. Kamu nggak dengar bell bunyi?" Lanjut Grizelle bertanya.

__ADS_1


"Mau ikut gue pulang?" Suara itu tiba-tiba mengejutkan Grizelle dan Karin. Mereka berdua lalu menoleh ke belakang.


"Lo nanya kita?" Tanya Grizelle bingung melihat Cero yang melihat ke arah lain.


"Kalau mau ikut ayo, kalau nggak yasudah" ucap Fero sambil berdiri dan berjalan keluar dari kelas.


"Rin, ada tumpangan tuh yok lah" ucap Grizelle sambil tersenyum ke arah Karin.


"Kuy lah, haha haha" jawab Karin. Mereka berdua kemudian mengejar Fero yang sedang berjalan di koridor sekolah menuju parkiran.


"Lah kok kita keparkiran?" Tanya Grizelle Heran sambil mengikuti Fero dari belakang.


"Terus menurut lo kita mau kemana?" Ke halte? Kalau ke halte ngapain gue ngajak kalian pulang bareng" jawab Fero ketus dan terus berjalan.


"Emangnya supir kamu jemputnya di parkiran?" tanya Grizelle lagi dengan polosnya.


"Udah Zel, ngikut aja" jawab Karin sambil mengedipkan mata ke arah Grizelle untuk diam karena Karin Yakut Fero berubah pikiran dan tidak mengantar mereka pulang.


Mereka kemudian berhenti di tengah parkiran, sedangkan Fero berjalan ke arah salah satu mobil berwarna silver yang terparkir.


"What? Nggak apa-apa nih?" Ucap Grizelle kaget. Karin kemudian menutup mulut Grizelle dengan tangannya.


"Zel, diam aja woi, ntar nanyanya pas di jalan aja" ucap Karin berbisik ke arah Grizelle.


"Widihh lumayan juga" batin Karin dan Grizelle.


"Malah bengong. Gue tinggal nih" ucap Fero judes mengagetkan mereka berdua.


Karin duduk di depan sedangkan Grizelle memilih untuk duduk dikursi belakang. Sepanjang perjalnan mereka hanya diam-diaman. Karena sudah di landa rasa penasaran dan rasa takut Grizelle kemudian duduk di belakang tepat di tengah-tengah Karin dan Fero.


"Fer, gue mau nanya dong. Ntar kalau ada polisi gimana? tanya Grizelle sambil melihat ke arah Fero.


"Memangnya kenapa kalau ada polisi?" tanya Fero balik.


"Yah lo nggak takut gitu, di razia?" tanya Grizelle lagi.


"Ngapain takut? Gue nggak salah apa-apa. Gue nggak bawa apa-apa. Atau jangan-jangan lo berdua yang bawa sesuatu?" Ucap Fero bertanya balik dan melihat ke arah Grizelle melalui kaca mobil.


"Bukan itu. Tapi umur lo" ucap Grizelle lagi.


"Kenapa umur gue?" tanya Fero santai.

__ADS_1


"Yaampun **** bangat sih dia" batin Grizelle menghela napas dan menyandarkan dirinya ke kursi mobil.


"Ha elah, kok otak lu nggak nyampe-nyampe sih? Ucap Karin karena sudah tidak tahan mendengar mereka berdua ribut. "Maksud Grizelle itu, kok lo bisa kendarain mobil? Lo nggak takut kena tilang? Secara lo belum punya KTP dan apalagi SIM" ucap Karin menjelaskan panjang lebar.


"Oh. Sotau lo berdua. Tau dari mana kalian kalau gue gak punya?" Jawab Fero lagi.


"Lah gue sama Grizelle belum punya KTP" jawab Karin.


"Itu lo berdua. Gue beda" jawab Fero.


"Maksud lo?" tanya Grizelle lagi memajukan badannya kembali menatap Fero dari samping.


"Umur gue udah 17 tahun" ucap Fero santai.


"WHAT? teriak Karin dan Grizelle bersamaan.


"Nggak usah banyak tanya. Hari ini lo berdua bagian dari hidup gue" ucap Fero tanpa ekpresi.


"Haha haha haha haha hah ha" ucapkan Fero itu di sambut tawa oleh kedua perempuan yang nebeng di mobilnya.


"Bukannya di kelas tadi lo marah-marah sama kita? Kok sekarang tiba-tiba jadi bagian hidup lo?" tanya Karin menahan tawa.


"Apa jangan-jangan lo suka lagi sama kita berdua?" sambung Grizelle sambil tertawa.


"Jangan ngaco yah kalian. Gue mau berteman sama kalian karena gue lihat kalian cewek yang pemberani dan nggak lemes" ucap Fero.


"Widih cewek hebat dong kita Zel?" ucap Karin melirik ke arah Gerizelle.


"Okay-okay berarti hari ini kita mulai persahabatan kita" ucap Grizelle dengan bahagia.


Fero lalu membuka atap mobilnya dan membiarkan angin menyentuh wajah dan seragam sekolah mereka yang baru.


"Widih Zel, kita berteman dengan orang yang tepat" ucap Karin menatap ke aarah Grizelle lagi.


"Yoi.. Gila sih, hari pertama dapat teman begini" ucap Grizelle sambil melihat ke arah Fero dengan tujuan menggoda Fero.


"Nggak usah norak yah. Jadi teman gue jangan norak" ucap Fero judes.


Mereka begitu menikmati perjalnan mereka hingga tak terasa mereka tiba di rumah Grizelle.


"Yaudah gue turun disini aja sama Izel" ucap Karin sambil turun dari. Mobil.

__ADS_1


"Baik lah, sampai ketemu besok our prince Fero" ucap Karin sambil melambaikan tangan dan di ikuti oleh Grizelle. Fero pun berlalu dan hanya melambaikan tangannya dari belakang.


__ADS_2