Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Kelulusan....


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ujian Grizelle. Di kelas Grizelle dan teman-teman sekelas sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan sangat tertib. Bahkan terlihat dari raut wajah mereka, tidak yang menggambarkan kesusahan. Sepertinya mereka terlalu bersemangat untuk segera lulus dan menggunakan seragam yang baru, dengan dunia yang baru.


...Teng.......


...Teng......


...Teng........


Bunyi lonceng menandakan bahwa waktu untuk mengerjakan soal ujian telah habis. Mereka pun segera mengumpulkan lembar jawaban dari masing-masing mereka. Setelah pengawas keluar dari kelas, seisi kelas menjadi riuh. Ada yang senang telah menyelesaikan ujian, ada yang segera membuka buku catatan untuk mencocokkan jawaban yang telah mereka isi tadi.


"Yasss, selesai juga kita dengan seragam putih biru ini" ucap Karin sambil menggeser bangkunya kek meja Grizelle.


"Yeeeeeyyyy, uhuyyyyy" teriak Grizelle yang membuatnya tiba-tiba menjadi pusat perhatian di kelasnya. Grizelle kemudian terdiam cuek saat menyadari banyak mata yang memandang padanya.


"Zel, jawaban kamu nomor 21 apa?" tanya Karin antusias karena masih kurang yakin dengan jawabannya.


"Cukup Karin. Jangan kau menanyakan hal seperti itu kepadaku. Bukankah kau mengenalku?" ucap Grizelle dengan penuh drama dan meletakkan jari telunjuknya di bibir Karin.


"Apaan sih. Serius Zel" ucap Karin menepis tangan Grizelle.


"Kau sungguh tidak mengenalku? Apakah kau adalah temanku selama ini?" ucap Grizelle lagi dengan penuh intonasi drama.


"Yasudah lah Zel. Terserahmu lah" jawab Karin memanyunkan bibirnya.


"Heheh. Kamu ini begitu saja ngambek. Begini Karin sayang, yang lalu biarlah berlalu. Mari kita pikirkan apa yang harus kita lakukan di hari libur" ucap Grizelle sambil mengelus-elus kepala Karin.


Karin yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya tersenyum manja. mereka baru memasuki masa pubertas namun pikiran dan perkataan-perkataan mereka sama dengan orang-orang dewasa.


Grizelle dan Karin sudah bersahabat saat mereka masih duduk di bangku kelas 1 sd. saat masuk smp pun mereka sama-sama dan memilih sekolah di tempat yang sama. Keluarga mereka tidak Ada yang keberatan atas pertemanan mereka selama masih dalam hal-hal positif.


Memang benar, selama menjalin persahabatan Grizelle Dan Karin tidak pernah di hinggapi masalah yang mengancam persahabatan mereka.


...****************...


di meja makan.....


"Pa, kapan kita pindahan?" Tanya Grizelle sambil membantu papa ya menyiapkan makan malam mereka.


"Mau kamu kapan?" Tanya tn. Adrian balik.

__ADS_1


"Yah aku kan ngikut papa" jawab Grizelle lagi.


"Ya tunggu pengumuman kamu dulu dong sayang" ucap tn. Adrian.


"Hehe iya pa" jawab Grizelle sambil duduk.


"Bagaimana ujiannya tadi?" Tanya tn. Adrian sambil ikut duduk.


"Lancar pa. Izel gtu lo" jawab Grizelle bercanda menyombongkan diri.


"Hahaha iya. Izelnya papa dan mama memang hebat. Sekarang makan dulu" jawab tn. Adrian sambil menambahkan sayuran di piring Grizelle.


"Terima kasih pa" ucap Grizelle tanpa menoleh ke papanya.


"Sama-sama sayang. Kamu harus makan banyak supaya tetap kuat dan cerdas" ucap tn. Adrian tersenyum sambil melihat putri kecilnya makan dengan lahap.


...****************...


Selama menunggu hari pengumuman kelulusan Grizelle hanya menyibukkan dirinya di rumah. Belajar memasak, dan rajin mendekorasi rumah, sehingga penampilan dalam rumah Grizelle selalu berubah setiap hari.


semenjak di rumah saja, Grizelle lah yang menyediakan sarapan dan makan malam untuk dirinya dan papanya. Sehingga setiap pulang kerja tn. Adrian tidak lagi sibuk-sibuk ke dapur memasak.


"Sayang, anak gadis kita benar-benar tumbuh menjadi gadis yang pintar dan rajin. Terima kasih sayang" ucap tn. Adrian sambil memandang foto istrinya di kamar.


...****************...


"Yeyyy luluss"


"Yeyeyeyy"


"Uhuuuuyyyy jadi alumni cek"


"Uhuyy baju Putih abu-abu tunggu aku"


Suara riuh itu memecah ketengan aula semenit yang lalu saat detik-detik pengumuman.


Semua orang tua murid datang untuk mendampingi anak dalam menerima surat keterangan lulus mereka.


*flashback ke rumah semalam....

__ADS_1


"Papa datang kan besok ke sekolah?" ucap Grizelle sambil melihat ke arah papanya dengan menujukkan mata puppynya.


"Besok? Ngapain Zel?" Tanya tn. Adrian sambil terus menonton acara di televisi.


"Besokkan hari kelulusan Izel pa. Orang tua di suruh datang untuk mendampingi anak mengambil surat keterangan lulus" ucap Grizelle dengan Sabar menjelaskan ke papanya.


"Besok?" Jawab tn. Adrian.


"Iya pa besok. Papa nggak bisa?" Tanya Grizelle dengan ekspresi wajah yang berubah.


"Duh, maaf sayang. Papa lupa. Besok papa di tugaskan untuk rapat dengan klien" jawab tn. Adrian tanpa menoleh ke Grizelle.


"Ah papa mah, nggak bisa gitu sempatin waktu buat anak" jawab Grizelle kesal.


"Yah papa minta maaf sayang. Tapi kalau besok papa pulang, papa ajak Izel jalan-jalan dan jajan tanpa batas" ucap tn. Adrian santai.


"Ah papa. Kalau papa nggak datang besok nggak usah. Coba aja ada mama, pasti mama selalu hadiri kalau Izel ada acara di sekolah" ucap Grizelle dengan nada kesal sambil membanting-banting kakinya menuju kamar, dan mengunci kamarnya.


"Mama, Izel rindu sama mama. Kenapa sih mama pergi. Coba mama disini, Izel pasti nggak akan kesepian begini. Izel iri ma liat teman-teman Izel yang punya keluarga yang lengkap dan selalu datang saat ada acara di sekolah. Izel sudah minta papa datang, tapi papa selalu sibuk dengan kerjaannya. Mama taukan perasaan Izel. Izel cuma berusaha terlihat jadi anak yang tegar saat di luar dan tidak peduli dengan omongan-omongan sekitar. Ke papa aja Izel nggak berani cerita. Izel cuma cerita sama mama begini. Izel rindu mama. Maafkan Izel udah buat mama pergi" batin Grizelle dengan penuh emosi dan air mata. Dada Grizelle terasa sesak setiap malam. Karena hanya waktu itu yang terbaik untuk mencurahkan semua keletihannya seharian. Tanpa sadar Grizelle pun tertidur dalam keadaan mata yang masih basah.


Pagi-pagi betul Grizelle sudah bangun dan segera bersiap-siap ke sekolah untuk mendengar kelulusannya. Ia pergi menggunakan angkot. Ia tidak ingin melihat papanya pagi ini karena papanya tidak bisa menghadiri kelulusannya.


...****************...


*kembali ke sekolah....


Grizelle terlihat tidak begitu semangat saat dirinya di panggil karena menerima penghargaan sebagai murid berprestasi juara kedua di sekolahnya. Saat hendak melangkah kan kakinya ke atas panggung, seseorang dengan menepuk pundaknya dan berjalan duluan ke atas panggung.


"PAPA!!!" teriak Grizelle saat menyadari bahwa papanya datang. Grizelle lalu dengan cepat mengikuti langkah papanya ke atas panggung.


"Selamat yah Grizelle Arabelle telah menjadi juara dua murid berprestasi dalam angkatan tahun ini. Semoga kedepannya tetap pertahankan prestasinya dan terus bercahaya" ucap kepala sekolah sambil mengalungkan sebuah penghargaan.


"Baik pak. Terima kasih banyak" ucap Grizelle dengan senyum yang mengembang.


"Terima kasih pak" ucap tn. Adrian sambil menyalami papanya.


"Silakan Grizelle Arabelle menyampaikan kata-kata ungkapan terima kasih" ucap mc di acara kelulusan tersebut.


"Baik. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan yang maha esa, karena berkat tuntunannya Grizelle bisa berdiri disini di hadapan teman-teman, guru-guru dan bapak ibu sekalian. Grizelle sangat bersyukur Tuhan selalu menyertai Grizelle. Grizelle juga berterima kasih atas kasih sayang dan kesabaran bapak ibu guru dalam mendidik kami, kami minta maaf jika sudah membuat kalian kesusahan. Terima kasih juga buat teman-teman atas supportnya atas kerjasamanya selama kurang lebih 3 tahun ini. Terima kasih untuk sahabat saya Karin yang sudah mau menemani saya dalam suka duka dan selalu menjadi teman jahil. Dan terakhir saya mau berterima kasih sama papa saya :'), terima kasih papa sudah menjadi orang tua tunggal yang hebat buat Grizelle. Terima kasih untuk lelahmu selama ini. Terima kasih untuk usaha papa yang selalu berhasil membuat Izel menjadi anak perempuan yang kuat. Terima kasih untuk cinta papa. Terima kasih karena masih mencintai mama sampai saat ini. Hari ini Izel juga mau berterima kasih sama mama yang udah di seberang sana, terima kasih sudah mengorbankan dirimu hanya untuk mengijinkan Izel merasakan cinta di dunia ini. Izel sayang papa sama mama" ucap Grizelle sambil terus menahan air matanya. Sedangkan seisi aula sudah di isi dengan tangisan-tangisan haru mendengar pidato dari Grizelle.

__ADS_1


Tn. Adrian lalu memeluk Grizelle dan baru kali itu tn. Aldrian menangis di depan orang-orang bahkan di depan gadis kecilnya.


"Ini anak papa, kamu sudah sangat dewasa nak. Terima kasih Tuhan untuk anugerahmu" batin tn. Adrian sambil terus memeluk erat Grizelle yang berusaha menahan tangisnya.


__ADS_2