
Udara pagi yang segar menyapa lembut ke dalam rumah tn. Adrian menembus ke setiap sela-sela ruangan. Jam menunjukkan pukul 06.30, di bagian belakang halaman rumah Fero sudah menyelesaikan melakukan olahraga paginya sedangkan di lantai atas rumah, tepat di pintu pertama sebelah kamar, Grizelle masih menikmati mimpinya di kamar barunya yang cukup luas itu. Saat sedang menikmati mimpinya alarm tiba-tiba berbunyi dan membuat Grizelle terperanjak kaget hingga membuat kepalanya pusing.
"Aiss kamjagiya" ucap Grizelle terbangun memegang kepala dan dadanya bergantian.
"Sayang, bangun siap-siap sekolah" ucap ny. Hana dari luar berusaha membangunkan Grizelle.
"Iya ma, Izel sudah bangun" jawab Grizelle dari dalam kamar sambil merapikan tempat tidurnya.
Setelah merapikan tempat tidurnya, Grizelle lalu beranjak ke kamar mandi.
"Yiaaaaaaa" teriak Grizelle kesal campur kaget.
"Lo ngintip gue yah" ucap Fero kaget saat membuka pintu kamar mandi dan mendapati Grizelle yang bersandar di pintunya.
"Apaan sih lo, lo tuh mandi kek cewek, lama!" Ucap Grizelle menyenggol Fero dan masuk ke kamar mandi.
"Benar-benar selama ini gue jatuh cintanya sama cewek gila" ucap Fero dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan menuju ke kamarnya.
"Ada apa Fer?" Ucap ny. Hana mengagetkan Fero yang hendak masuk kamarnya.
"Eh mama, itu ma Izel gila" jawab Fero.
"Kok gila? Gak boleh gitu Fer" ucap ny. Hana mengingatkan Fero.
"Iya ma" jawab Fero.
"Yasudah masuk gih siap-siap, sebelum turun nanti tolong sekalian panggil adik kamu oke, kita sarapan sama-sama" ucap ny. Hana.
"Oke ma" jawab Fero masuk ke kamar dan menutup pintunya.
Ny. Hana yang melihat interaksi dan sikap dari kedua anaknya itu hanya geleng-geleng kepala.
"Ada apa ma?" tanya tn. Adrian saat melihat ny. Hana jalan menuruni tangga.
"Biasa pa, anak-anak ribut terus" jawab ny. Hana.
Saat ny. Hana mempersiapkan sarapan dan tn. Adrian sibuk membaca Koran menunggu kedua anaknya turun untuk sarapan bersama.
Di lantai 2
"Yasudahlah yah Zel, mungkin ini cara agar bisa cepat menghapus rasa sama abang Fero" batin Grizelle.
"Ih ih abang Fero ih" ucap Grizelle geli tersadar dengan lamunannya.
...Tok tok tok...
"Iya sebentar" sahut Grizelle ke arah pintu.
__ADS_1
"Cepat yah, jangan lamunin abang Fero" ucap Fero dari balik pintu.
"Dih geer lo" ucap Grizelle membuka pintu.
"Eh abang Fero dengar loh, dedek nyebut nama abang" ucap Fero mengikuti Grizelle dari belakang.
"Apaan sih, bang beng bang beng, geli tau nggak?" Ucap Grizelle sambil terus berjalan.
"Yah gimana? Gue kan memang abang Fero loh" jawab Fero.
"Ihh mama papa" ucap Grizelle berlari ke arah mama dan papanya yang sudah menunggu di meja makan.
"Mampus gue, ngaduh lagi, drama apa lagi" batin Fero melihat ke arah Grizelle yang berlari.
"Kenapa lagi sayang" tanya ny. Hana.
"Itu ma, Fero godain Izel, Izel geli" ucap Grizelle mengaduh.
"Ih mana ada gue godain. Kan mama sama papa panggil gue abang, yah lo juga lah" ucap Fero membela diri sambil duduk di kursi.
Ny. Hana dan tn. Adrian lalu menatap ke arah Grizelle yang sedang duduk secara instan.
"Grizelle" keduanya berucap bersamaan.
"Giliran luh dedek Izel keras kepala" batin Fero sambil tersenyum menang.
"Ih mama papa kenapa sih? Kok natap Izel begitu" ucap Grizelle sambil nunduk.
"Harus biasakan dong sayang" ucap tn. Adrian sambil menikmati sarapannya.
"Nggak bisa pa, susah" jawab Grizelle.
"Yasudah kalian terserah mau panggil apa, yang penting sopan, jangan pakai lo gue" ucap ny. Hana.
"Yasudah panggil kak Fero aja yah dek" goda Fero.
"Ap--"
"Nah itu sepertinya lebih baik yah ma" ucap tn. Adrian memotong ucapan Grizelle.
"Iya pa, bagus tuh, gitu aja" ucap ny. Hana.
setelah memutuskan nama panggilan itu keempatnya lalu memilih kuhsyuk dengan sarapan.
"Izel ke sekolahnya bareng kakak yah" ucap tn. Adrian.
"Iya dong pa, kan kita Memang sama-sama selama ini" sahut Grizelle semangat.
__ADS_1
"Yasudah kalian hati-hati yah. Kakak jagain adiknya di sekolah, jangan sampai ada yang gangguin" ucap ny. Hana.
"Baik ma"
"Pamit duluan yah ma, pa" ucap Fero sambil menyalim kedua tangan orang tuanya dan di ikuti oleh Grizelle.
Setelah melihat kepergian kedua anaknya untuk sekolah ny. Hana dan tn. Adrian terukir senyum bahagia yang sulit untuk di ungkapkan.
Sepanjang perjalanan Grizelle dan Fero hanya diam-diaman. Entah perasaan tidak nyaman atau malas untuk bicara dan Grizelle memilih tidur beberapa menit, sebenarnya tidak tidur, hanya saja memejamkan matanya untuk menghindari kontak mata dengan kakaknya itu yang akan membuat hatinya sakit lagi. Tanpa sadar Grizelle Benar-benar nyaman di posisinya dan tertidur.
"Dek bangun dek" ucap Fero membangunkan Grizelle yang duduk di sampingnya.
"Oaammm kenapa sih, Izel ngantuk" ucap Grizelle sambil membalikkan badannya membelakangi Fero.
"Bangun, kita sudah di sekolah" ucap Fero lagi.
"Haaa?" Ucap Grizelle bangun dan kaget "kak Fero kenapa nggak bangunin dari tadi, tuh kan muka Izel jadi kusut lagi" sambungnya sambil cemberut.
"Bangun ah" ucap Fero dan hendak keluar dari mobil.
"Kak Fero, liatin muka Izel dulu, udah cantik belum? Nggak kusut kan?" tanya Grizelle menahan tangan Fero.
"Nggak paham gue sama nih anak, kadang kasar, kadang manja" batin Fero.
"Ih kak Fero" ucap Izel.
"Iya nggak, udah cantik. Adiknya kak Fero cantik pokoknya" jawab Fero sambil merapikan rambut adiknya itu.
"Oke" ucap Grizelle percaya diri dan merapikan seragamnya lalu keluar dari dalam mobil.
Di luar mobil Karin sudah menunggu kedua sahabatnya itu untuk menghampirinya. Tak hanya Karin yang menunggu kedatangan mereka, tetapi ada Caroline juga. Melihat Fero keluar dari mobil, langsung menghampirinya Fero dan menggandeng tangannya.
"Eh jangan ganjen sama kakak gue" ucap Grizelle songong melihat ke arah tangan mereka yang bertautan.
"Udah yuk Fer" ucap Caroline menarik Fero berlalu dari hadapan Karin dan Izel.
"Loh panas lihatnya Zel?" tanya Karin menggoda Grizelle.
"Nggak lah. Perasaan gue ke Fero tuh udah jadi perasaan saudara" ucap Grizelle yakin.
"Seriusan lo? Jangan melawan perasaan Zel!" Ucap Karin lagi menggoda.
"Ah lo mah, bukannya bantuin gue wujudin perasaan itu malah loh bantuin pertahanin rasa yang kemarin" ucap Grizelle sambil menatap tajam ke arah Sahabatnya itu.
"Hahhaa" ejek Karin ketawa sambil berlari. Grizelle yang tidak tahan dengan mulut dan tingkah sahabatnya itu pun berusaha mengejar dan memukulnya. Saat sedang fokus-fokusnya berlari tiba-tiba Grizelle menabrak sesosok manusia yang lumayan tinggi, hidung yang mancung, wajah yang tampan, tatanan rambut model di ikat di atasnya, wangi parfum yang sangat menenangkan.
"Aoww" ringis Grizelle memegang hidungnya setelah menabrak pria itu.
__ADS_1
Pria itu hanya menatap Grizelle sebentar dan berlalu begitu saja.
"Ih dasar cowok yah gak bisa minta maaf" ucap Grizelle melihat ke punggung pria yang menggendong tas hitam di sampingnya dengan gantungan patrick.