
Pagi-pagi Grizelle sangat bersemangat untuk memulai harinya di sekolah barunya itu. Ia mengurai rambut setengah panjang lalu menggunakan bedak tipis dan pelembab bibir yang tipis, sehingga ia terlihat sangat segar.
"Pagi papa" sapa Grizelle keluar dari kamarnya.
"Eh pagi nak. Kok pagi-pagi sudah cantik?" Tanya tn. Adrian saat menoleh dan melihat putri kecilnya sudah berpakaian rapi.
"Iya dong pa. Kan hari ini Izel sekolah" Jawab Grizelle sambil duduk di kursi meja makan.
"Iya papa tau. Tapi ini masih sangat pagi nak" ucap tn. Adrian sambil terus menyiapkan sarapan.
"Yah nggak apa-apa kan pa? Izel cuma nggak sabar aja ke sekolah" Jawab Grizelle dengan semangat.
"Semangat sekali anak papa ini yah. Sekarang Izel makan dulu. Tungguin papa, biar papa antar" ucap tn. Adrian menyodorkan sandwich dan susu kepada Grizelle dan berlalu ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"Baik pa. Terima kasih papa" Jawab Grizelle.
...****************...
Di sekolah di dalam kelas 1c....
"Selamat pagi anak-anak, selamat datang di sekolah Unity. Hari ini adalah hari pertama kalian memulai sekolah di sini. Bapak harap kalian bisa belajar dengan sungguh-sungguh. Dan yah kalian masih memiliki satu teman tambahan di kelas ini. Silahkan masuk" ucap wali kelas 1c.
Pintu kelas mulai terbuka sedikit demi sedikit. Bagi siswa-siswa Mengharapkan datangnya seorang siswi yang cantik. Sedangkan bagi siswi-siswi mereka mengharapkan kedatangan seorang siswa yang tampan.
Dan duaaarrrrrr.....
Yang masuk adalah seorang siswi.
"Silakan perkenalkan nama kamu" ucap wali kelas 1c.
"Hai semua. Nama aku Karina" ucap Karin memperkenalkan diri dengan senyum gingsulnya.
"Baik Karin silakan duduk di bangku samping siswi dengan rambut setengah panjang di tengah" ucap wali kelas 1c sambil menunjuk ke arah Grizelle.
Karin lalu berjalan menuju ke arah bangku Grizelle dengan semangat dan sedikit pecicilan saat sampai di bangkunya.
Kini wali kelas 1c telah meninggalkan kelas dan memberikan kesempatan kepada siwa-siswinya untuk saling mengenal. namun Beberapa saat kelas masih dalam keadaan canggung tiba-tiba pintu kelas terbuka lagi. Kali ini bukan wali kelas yang masuk, melainkan seorang siswa yang berperawakan tinggi, hidung mancung, potongan rambut yang pendek namun tetap memperlihatkan aura ketampananannya.
Siswa itu lalu berjalan menuju bangku belakang Karin dan Grizelle. Semua siswi-siswi di kelas 1c mendadak akrab satu sama lain karena membicarakan siswa yang baru datang tanpa di antar oleh wali kelas.
__ADS_1
"Permisi. Maaf apakah kamu anak di kelas ini?" Seorang siswi yang sudah di angkat menjadi ketua kelas 1c memberanikan diri menegur siswa itu.
"Iya. Gue anak kelas ini. Ini kelas 1c kan? Nama gue Fero" ucap siswa itu dengan wajah datar.
"Oh baiklah. Perkenalkan nama aku Caroline. Aku ketus kelas 1c. Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa panggil aku" ucap ketua kelas itu memperkenalkan diri dan sekaligus menawarkan dirinya.
Siswa itu tidak menjawab sama sekali tetapi mala tertidur di mejanya. Caroline lalu menghembuskan nafasnya kasar sambil menghentakkan kakinya menuju mejanya kembali.
Sedangkan Karin dan Grizelle sedang asik dengan candaan mereka dan tawa mereka membuat Fero merasa terganggu.
"Woi bisa nggak kalian diam" bentak Fero sambil memukul meja dan membuat seisi kelas menoleh kepadanya. Sedangkan Grizelle dan Karin terkejut sebentar lalu mengabaikannya dan melanjutkan permainan mereka.
"Hei, kalian berdua" bentak Fero melihat tajam ke arah Grizelle dan Karin.
"Kita?" Tanya Karin polos.
"Iya kalian berdua. Siapa lagi yang ribut kalau bukan kalian berdua" ucap Fero dengan nada ahak menahan kesalnya.
"Loh bukannya kita di suruh saling mengakrabkan diri?" Jawab Grizelle.
"Lo berdua nggak lihat gue tidur? Bisa kan kalian kenalannya pelan-pelan" Jawab Fero lagi.
"Yasudah sih. Tidur tuh di rumah sana. Ngapain lo sekolah kalau cuma datang tidur?" Jawab Karin ngeyel.
"Idih memangnya tampang doang nggak menjamin. Percuma tampang keren tapi kelakukan dakjal" ucap Karin lalu kembali menghadap depan.
"Awas aj lo yah. Gue tandain muka lo" batin Fero menahan emosi karena memang ia lagi tidak ingin bertengkar. Sebenarnya Fero tidak ingin sekolah, namun keluarganya memaksakannya untuk tetap sekolah dan jadilah Fero yang ke sekolah cuma tidur dan menghindae dari omelan keluarganya.
...****************...
Setelah bel istirahat berbunyi, Karin dan Grizelle segera pergi ke Kantin sekolah baru mereka. Mereka ke Kantin bukan karena lapar, tetapi mereka hanya ingin merasakan susana di Kantin barunya.
"Eh eh eh ada kak Kevin"
Eh iya kak Kevin"
"Ya Allah, nikmat mana lagi yang kau dustakan"
"Pingsan dengan estetik dah gue"
__ADS_1
"Omaigat omaigat"
Keadaan Kantin tiba-tiba menjadi riuh karena kedatangan seorang pangeran sekolah. Yah dia adalah Kevin Emrick pujaan hati setiap perempuan-perempuan di sekolah Unity. Kevin adalah siswa yang duduk di bangku jelas 12, dan akan mengikuti ujian akhir tahun depan. Bagaimana bisa Kevin menggaet hati para wanita? Yah tentu saja karena ketampanannya, auranya, tingginya, matanya, hidungnya, rambutnya. Semua terlihat begitu hampir sempurna.
......................
Grizelle dan Karin yang menyadari semua mata tertuju ke arah mereka merasa malu-malu.
"Permisi-permisi" ucap Caroline si ketua kelas 1c sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Pangeran Kevin mau lewat" sambungnya lagi.
Karin dan Grizelle yang menyadari hal itu kemudian menyingkir dan merasa malu, karena mereka pikir yang membuat seisi Kantin kagum adalah mereka, ternyata ada sosok lain yang berada di belakang mereka.
Saat Grizelle dan Karin hendak duduk di bangku Kantin, tiba-tiba Kevin datang dan duduk terlebih dahulu dengan percaya dirinya.
"Maaf kak, ini kita duluan yang tempati" ucap Grizelle sopan.
"Yah terus kenapa? Emang lo nyewa?" Sahut Caroline sewot yang berdiri di samping bangku Kevin.
"Kok lo yang nyolot sih? Grizelle kan tegur kakaknya dengan sopan. Kok lo yang sewot?" Sahut Karin membela Grizelle.
"Yah iyalah gue sewot, dia pacar gue. Wajar kalau gue belain dia?" Sahut Caroline lagi dengan percaya dirinya.
"Oh pacar. Terus maksud lo apa tadi nawarin diri lo ke Fero?" Jawab Karin lagi sambil menyunggingkan bibirnya.
"Wajar dong. Gue ketua kelas. Siapa pun yang butuh bantuan pasti gue bantuin" sahut Caroline lagi tetapi dengan ekspresi wajah ragu.
"Yasudah kalau gitu, gue minta tolong dong ambilkan bangku lain" sahut Grizelle dengan santai dan berhasil membuat emosi Caroline semakin memuncak. Namun di saat Caroline hendak menjawab, Kevin yang bertindak terlebih dahulu. Kevin lalu menarik tangan Grizelle dan menempatkannya di pangkuannya. "Yasudah lo disini aja" ucap Kevin.
"Kurang ajar lo yah. Bukan berarti lo senior terus lo berhak ngelakuin hal seperti itu ke gue" ucap Grizelle sambil dengan segera berdiri dari pangkuan Kevin sambil menunjuk-nunjuk Kevin.
"Eh berani lo yah nunjuk-nunjuk Kevin" ucap Caroline sambil mendekati Grizelle.
"Apa lo, mau apa lo? Mau belain?" Jawab Grizelle sambil mendekatkan badannya ke badan Caroline.
"Lo yah" ucap Caroline sambil memulai menarik rambut Grizelle.
"Omaigat" Jawab Grizelle dengan kesal dan menarik tangan Caroline dari kepalanya dan mendorongnya.
__ADS_1
"Lo nggak kasian sama pacar lo ini. Di depan matanya sendiri perempuannya melakukan hal bodoh dan membuatnya malu". Ucap Grizelle sambil merapikan rambutnya.
"Zel ayo pergi dari sini. Nggak guna juga mo ladeni orang seperti mereka" ucap Karin dan menarik tangan Grizelle dari Kantin.