Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Senyum mapa...


__ADS_3

Tn. Adrian bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Emrick Group yang bercabang di kota B. Seiring berjalannya waktu Grizelle tumbuh menjadi seorang gadis yang cerdas seperti yang di di tulis oleh mamanya sebelum meninggal.


"Isel, ayo sarapan nak" panggil tuan Adrian kepada Grizelle yang belum keluar dari kamarnya.


"Iya pa, bentar lagi" jawab Grizelle.


"Pagi papa" sapa Grizelle yang keluar dari kamarnya lalu menuju ke meja makan.


"Pagi sayang, ayo duduk sarapan, setelah itu papa antar Isel ke sekolah" jawab tn. Adrian.


Grizelle sekarang sudah duduk di bangku smp kelas 3, dan sebulan lagi ia akan melakukan ujian kelulusan. Grizelle berusaha belajar dengan keras agar masuk di sekolah favoritenya.


"Isel, kamu jangan terlalu kuat belajar yah, ingat waktu istirahat" ucap tn. Adrian.


"Hehe, iya pa, Isel belajar pun sudah seperti hobi. Isel jg bingung mau ngapain kalau tidak belajar" jawab Grizelle sambil menyantap sarapannya.


"Makan yang banyak sayang" ucap tn. Adrian sambil menyodorkan sayur bening kepada putri kecilnya yang sudah mulai tumbuh menjadi seorang gadis remaja.


Setelah menyelesaikan sarapannya. Tn. Adrian lalu mengantar Grizelle ke sekolahnya. Kebetulan jalan menuju perusahaan Emrick Group, searah dengan jalan menuju sekolah Grizelle.


"Isel, nanti kalau lulus, Kita pindah me kota A yah" ucap tn. Adrian sambil menyetir.


"Kenapa pa? Kenapa harus pindah? Kita tidak Ada masalah juga di sini" jawab Grizelle melihat ke arah papanya.


"Papa di pindahkan ke kantor pusat nak, sebenarnya surah beberapa hari papa di beritahu, tapi papa bilang harus menungggu anak papa lulus sekalian" jawab tn. Adrian.


"Mmm baiklah pa. Isel tidak keberatan asalkan sama papa" jawab Grizelle sambil tersenyum.


"Yaudah pa, Isel sekolah dulu yah. Papa semangat kerjanya" ucap Grizelle swat mobil sudah berhenti di depan gerbang sekolahnya.


"Iya nak, kamu semangat sekolahnya yah, jangan nakal" jawab tn. Adrian lagi.


"Oke, bye papa" ucap Grizelle sambil menyalim tangan papanya.


...****************...


"Hei Isel, si gadis spongebob" sapa Karin sahabat Grizelle.


"Hei, jangan memanggil seperti itu terus" jawab Grizelle sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Jadi aku harus memanggilmu apa? Lihat tub spongebob kamu selalu tersenyum hahah" jawab Karin sambil menunjuk ke arah gantungan tas Grizelle.


"Ini di kasih papa, papa tidak bolehin untuk di lepas tau" jawab Grizelle lagi.


"Iya iya tau anak papa" jawab Karin mengolok Grizelle.


"Kamu yah, benar-benar" ucap Grizelle geram dan gregetan dengan tingkah usil sahabatnya itu.


Sepanjang memasuki area sekolah, Grizelle dan Karin terus saling menggoda dan kadang kejar-kejaran. Jiwa muda mereka sangat bersemangat. Saat memasuki kelas pun mereka hanya asik berdua tanpa menghiraukan teman-teman mereka yang sedang bermain.


...****************...


"Baik anak-anak, hari ini tidak ada pelajaran. Ibu masuk hanya ingin memberitahukan bahwa ujian nasional akan di laksanakan kurang lebih sebulan lagi. Ibu harap kalian bisa belajar dengan serius, dan terus belajar mandiri di rumah" ucap guru kepada murid-muridnya yang sangat menghargai guru yang berbicara.


"Baik bu" jawab murid-murid serentak.


"Baiklah ibu tinggal dulu Karena ada rapat. Ibu harap kalian terap menjaga ketertiban kelas. Tidak boleh membuat keributan yang mengganggu kelas lain" ucap bu guru lagi.


"Baik bu" jawab murid serentak.


Setelah guru keluar, Grizelle langsung mendekat ke arah Karin dan hendak memberitahukan sesuatu.


"Kar"


"pas masuk sma, aku tidak di kota ini lagi"


"Kenapa? Kamu mau nikah?" Tanya Karin bercanda.


"Ish apaan sih, aku serius" jawab Grizelle menatap temannya.


"Tatapanmu sayang melemahkanku" jawab Karin lagi sambil menggoda Grizelle.


"Eh, seriusan kamu mau nikah?" Lanjut Karin.


"Nikah apaan sih? Papa aku di pindahkan ke kota A" jawab Grizelle.


"Eh ke kota A? Sama dong sayang. Aku juga rencana sekolah di sana, tinggal sama kakak sepupuku" jawab Karin bersemangat karena mengetahui ia tidak akan berpisah denga n sahabatnya.


"Seriusan? Yey, kita harus Satu sekolah. Kita harus masuk bersama" jawab Grizelle dengan penuh kegembiraan.

__ADS_1


"Sudah pasti" jawab Karin sambil memeluk Grizelle.


Yah mereka menghabiskan waktu di sekolah hanya berdua saja. Mereka jarang gabung dengan teman-teman mereka yang lain bukan karena malu, hanya saja mereka sudah terlalu bahagia saat main bersama dan mengobrol bersama.


...****************...


1 bulan kemudian.....


"Papa" ucap Grizelle membuka pembicaraan di meja makan.


"Iya kenapa nak?" Tanya tuan Adrian.


"4 hari kedepan Isel akan fokus belajar untuk ujian pa" jawab Grizelle.


"Iya, papa tau nak. Kamu jangan terlalu belajar berat" ucap tn. Adrian sambil menyodorkan buah yang sudah di kupasnya.


"Iya pa, tolong doain Isel yah pa, semoga ujian Isel berjalan lancar" ucap Grizelle sambil tersenyum menatap ayahnya yang semakin hari semakin menua.


Tanpa di sadari air mata Grizelle jatuh bergulir. Dan tampak di wajah Grizelle sesuatu yang menusuk hatinya. Grizelle sangat merindukan satu sosok yang tidak pernah ia rasakan, ia merindukan satu sosok yang tidak pernah ia panggil.


"Nak, kenapa nangis, papa selalu doain Isel kok. Semua yang papa lakukan Sekarang itu demi Isel" ucap tn. Adrian dan mengelus lembut rambut gadis kecilnya.


"Hehe, Isel juga tidak tau pa, kok bisa keluar air mata sih, heheh. Sepertinya Isel harus periksakan mata Isel kan yah pa?" Jawab Grizelle sambil menghapus air matanya dan tersenyum.


"Haha, kamu ini benar-benar sudah pintar yah" jawab tn. Adrian sambil menunjuk hidung putrinya.


"Sayang, coba kamu lihat putri kita, dia sudah besar, dia sudah pandai berbicara, dan sudah pandai mengelak sepertimu. Dia sangat mirip denganmu sayang" batin tn. Adrian.


"Yaudah yok pa, berangkat nanti Isel tidak bisa ikut ujian kalau telat" ucap Grizelle sambil berdiri dan membuat buyar lamunan ayahnya.


"Kamu gadis yang pintar nak, gadis yang nakal" jawab tn. Adrian.


"Mama apa kabar? Mama pasti lagi senyumkan sekarang. Sekarang Isel sudah besar ma. Papa juga sayang bangat sama Isel. Oh yah ma, hari ini Isel akan ujian akhir, doakan Isel yah mah supaya semuanya berjalan dengan baik dan sukses. Isel sangat merindukan mama. Isel sayang papa sama mama. Isel janji akan terus mengukir senyum di wajah mama dan papa" batin Grizelle sambil memejamkan matanya dan mengembuskan nafasnya keras di samping ayahnya di dalam mobil yang berjalan menuju ke sekolahnya.


"Kamu kenapa nak?" tanya tn. Adrian melihat putrinya yang memejamkan mata.


"Isel tidak apa-apa pa. Isel cuma gugup aja, heheh" jawab Grizelle yang tentu saja berbohong.


"Oke, kita sudah sampai. Semangat nak ujiannya. Harus jujur, dan minta pertolongan sama Tuhan" ucap tn. Aldrian sambil menaruh tangan di atas kepala putrinya.

__ADS_1


"Baik pa. Terima kasih pa, restunya. Papa semangat kerjanya" jawab Grizelle. Grizelle lalu menyalami ayahnya lalu turun dari mobil dan berlari masuk di gerbang sekolah dengan semangat.


"Putri kecil kita sudah besar sayang" ucap tn. Adrian pada dirinya sendiri dan kepada istrinya di dalam hatinya.


__ADS_2