
Beberapa hari kemudian ny. Hana dan tn. Adrian akan pindah rumah . Tentu saja keputusan itu dilakukan setelah melakukan diskusi yang matang untuk meyakinkan Grizelle. Ny. Hana dan tn. Adrian memutuskan untuk menjual rumah lama mereka dan telah membeli sebuah rumah baru yang cukuo besar yang akan di tempati bersama dan kedua anak mereka.
"Halo pa, mama dan abang sudah siap nih" ucap ny. Hana dari balik ponsel.
"Baiklah ma, tunggu papa jempuy atau gimana?" tanya tn. Adrian.
"Nanti ketemu di sana aja pa. Mama sama abang juga bawa mobil kok" jawab ny. Hana.
"Oke ma. Sampai nanti, bye" jawab tn. Adrian lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Izel, kok lama bangat sayang?" teriak tn. Adrian memanggil Grizellw yang belum kelar membereskan barang-barangnya di kamar.
"Iya pa, bentar lagi nih" jawab Grizelle dari balik pintu kamar.
"Cepat yah sayang, nanti mama sama abang Fero nunggunya lama" ucap tn. Adrian.
"Iya pa" jawab Grizelle.
"Hilih ibing Firi, hahahaha" ucap Grizelle sambil tertawa geli.
Grizelle dan Fero sudah berbaikan, mereka sudah kembali sekolah bersama-sama. Awal masuk sekolah setelah pernikahan orang tua mereka, mereka merasa canggung, namun berkat Karin perasaan dan suasana itu dapat mencair dengan cepat dalam 2 hari. Grizelle dan Fero pun berusaha mengubur benih-benih cinta yang pernah tumbuh di hati mereka masing-masing.
...****************...
...Clinggg...
"woi buruan, jangan bikin gue dan mama nunggu"
"Gue nggak mau lama nunggu"
"Buruan yak"
"Eh lo belum bangun gila?"
"WOI KEBO, BANGUN LO"
Pesan masuk yang bertubi-tubi dari Fero membuat konsentrasi Grizelle untuk memilah-milah barang menjadi buyar.
...Tuuuuuttttt.........
...Tuuuuuuttttt........
"Halo, eh gue laporin lo yah sama mama, udah ngatain gue gila dan kebo" ucap Grizelle dengan nada kesal.
"Lo juga nggak ada sopan santunnya, panggil lo gue, ini gue Fero abang lo" jawab Fero songong.
__ADS_1
"Suka-suka gue lah" jawab Grizelle.
"Siapa nak?" tanya ny. Hana menghampiri Fero.
"Bukan siapa-siapa ma, teman" ucap Fero.
"Wah ada mama Hana, MAMA ABANG FERO...... " Fero langsung mematikan sambungan telepon dari Grizelle yanh berusaha teriak dan mengadu kepada ny. Hana.
Rumah ny. Hana
"Ada masalah apa? Kenapa mama dengar kayak berantem gitu?" tanya. Ny. Hana menatap Fero.
"Biasalah ma, anak muda memang gitu" jawab Fero sambil senyum-senyum.
"Yasudah ayo berangkat" ucap ny. Hana kepada Fero dan berjalan ke arah mobilnya.
"Kamu ikut di belakang mama, jangan ngebut, jangan ngeduluin mama" ucap ny. Hana mengingstkan Fero dengan tatapan tajam.
"Iya ma" ucap Fero sambil menunduk.
Rumah tn. Adrian
Grizelle sudah keluar dari kamae dengan barang-barangnya yang lumayan banyak dan langsung mengangkatnya satu persatu ke dalam mobil.
"Udah pa, yok" jawab Grizelle.
...****************...
Rumah baru...
Di rumah baru ny. Hana dan Fero sudah menunggu, mereka tidak memasuki rumah terlebih dahulu sebelum tn. Adrian dan Grizelle datang.
"Eh Fero, tungguin papa dan adik nyampe dulu" ucap ny. Hana saat melihat Fero hendak menginjakkan kakinya di lantai teras.
"Kenapa sih ma harus nunggu, panas di luar" ucap Fero dengan muka masam.
"Fero, kamu harus lebih dewasa nak" ucap ny. Hana sambil duduk di bangku di halaman rumah. Fero hanya melihat ny. Hana sebentar lalu mundur dan menggunakan topi hodie dan kacamata hitamnya
Ny. Hana dan Fero menunggu sekitar 10 menit, lalu sebuah mobil dari arah gerbang memasuki halaman rumah dan mendekati mobil ny. Hana dan Fero.
"Itu papa datang, bantuin turunin barang-barang" ucap. Ny. Hana menyenggol Fero yang ada di sampingnya.
"Iya ma" ucap Fero melepas topi hodienya dan berjalan mendekati mobil tn. Adrian.
"Sudah lama nunggunya ma? Maaf yah tadi agak macet" ucap tn. Adrian menyapa ny. Hana sambil melakukan cipika cipiki.
__ADS_1
Grizelle juga ikut turun dari mobil dan langsung menuju bagasi mobil berniat untuk menurunkan barang-barang. Melihat kemunculan Grizelle yang lemas, Fero langsung melototkan matanya dan merapatkan giginya seperti menggertak Grizelle.
"Papa, mama" teriak Grizelle dengan nada memelas dan menatap Fero. Tn. Adrian dan ny. Hana lalu menghampiri mereka.
"Ada apa sayang?" tanya ny. Hana sambil merangkul punggung Grizelle dari samping.
"Itu ma, abang Fero marah-marah turunin barangnya" ucap Grizelle mengadu dengan muka memelasnya. Fero seperti biasa hanya cuek dan tidak bereaksi apa-apa.
"Fero, mama bilang apa? Kamu harus jagain Izel, bukan membuatnya takut." ucap ny. Hana menatap Fero. Fero lalu menatap tajam ke arah Grizelle yang menjulurkan lidahnya.
"Loh tuh yah" kata itu meluncur begitu saja dari mulut Fero diiringi dengan ekspresi kesal.
"Ferooo"
"Iya ma, nggak. Kita berteman kok di sekolah. Manjanya aja kumat" ucap Fero sambil menutup bagasi mobil dan mengangkat barang-barang yang tersisa ke depan pintu masuk rumah.
Tn. Adrian yang melihat tingkah usil dan manja putrinya itu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tn. Adrian lalu membuka pintu rumah tersebut dan menggandeng tangan ny. Hana memasuki rumah terlebih dahulu dan di ikuti Fero yang membawa barang-barang dan Grizelle dari belakangnya.
Setelah sampai di ruang tengah, tn. Adrian lalu menunjukkan letak kamar dari masing-masing penghuni rumah.
"Sekarang masing-masing angkat dan bereskan barang-barangnya"
"Fero kamarnya di lantai atas sebelah kiri, Izel kamarnya di lantai atas juga sebelah kanan pintu pertama. masing-masing kamar sudah ada namanya masing-masing. Kamar mandi berada di tengah-tengah situ" ucap tn. Adrian menujuk ke salah satu pintu yang tepat berada di atas tangga utama dan berada di tengah antara tangga kiri dan kanan.
"Sekarang beresin angkut barangny masing-masing naik baru istirahat" ucap tn. Adrian.
"Izel capek pa, masa iya badan mungil Izel di suruh angkat barang ke lantai atas" ucap Grizelle dengan wajah memelas.
"Eitss bukan waktunya untuk manja-manja Zel" ucap tn. Adrian dan di balas ekspresi ngambek oleh Grizelle.
"Nggak apa-apa sayang. Izel angkat yang Izel bisa aja dulu, nanti abangmu yang angkat sisanya" ucap ny. Hana tersenyum yang merasa gemas dengan tingkah lucu Grizelle. Fero yang mendengar ucapan ny. Hana pun kaget dan melototkan matanya.
"Abang Fero nggak mau tuh ma" ucap Grizelle melihat ke arah Fero dan tersenyum mengejek.
"Tenang sayang, kamu naik duluan aja, nanti abanh Fero, mama yang urus" ucap ny. Hana.
Tn. Adrian yang melihat tingkah dua perempuan cantik di hadapannya sedang memojokkan Fero hanya terdiam dan tersenyum datar.
"Apaan sih ma, Izel. Bohong tuh, di sekolah aja dia kuat. Hentikan sandiwara ini Izel. Aku tak tahan melihat dan merasaknnya" ucap Fero dengan penuh drama terbanding terbalik dengan sikap coolnya selama ini.
"Tidak... Aku tidak bersandiwara bang. Aku sangat lelah hari ini. Tolongah wahai abang Fero yang tersayang, kurangilah beban adik kecilmu ini" balas Grizelle dengan nada drama dan penuh penghayatan sambil berjalan ke atas tangga.
Tn. Adrian dan ny. Hana yang menyaksikan tingkah kedua buah hati mereka merasa bingung dan hanya tersenyum.
__ADS_1