Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Anak pelacur


__ADS_3

2 bulan kemudian


Kehidupan Grizelle dan Feel sudah berjalan layaknya kakak adik. Tidak ada lagi perasaan di antara mereka.


Hari ini adalah hari libur, keluarga tn. Adrian berencana untuk berlibur bersama, hanya sekedar jalan-jalan di pantai terdekat.


"Huueeekkkk, huueeekkkk, huueeeekkkk, huuuuueeeeekkkk" suara ny. Hana itu langsung membuat penghuni rumah yang sedang bersiap-siap di kamar masing-masing berlarian keluar. Grizelle dan Fero keluar bersamaan saling menatap lalu berlari ke lantai bawah.


"Mama kenapa ma?" tanya keduanya hampir bersamaan dengan ekpresi khawatir.


"Hueekk"


"Pa, mama kenapa?" tanya Fero kepada tn. Adrian setelah mengantar ny. Hana ke kamar mandi.


"Papa juga gak tau sayang. Sepertinya kalian berdua aja yang liburan" jawab tn. Adrian.


"Nggak pa, kita mau pastikan keadaan mama dulu" jawab Grizelle hampir menangis.


"Hei, gadis kecil jangan cengeng. Mama cuma masuk angin" ucap ny. Hana memeluk Grizelle.


"Tapi kenapa muntah-muntah sampai sebegitunya ma?" Jawab Grizelle.


"Masuk angin memang gitu sayang. Mama sama papa mau periksa ke dokter dulu. Kalian duluan aja ke tempat liburan, nanti papa sama mama nyusul" ucap ny. Hana meyakinkan putra dan putrinya jika ia baik-baik saja.


"Baik ma, mama sama papa berangkat sekarang gi" ucap Fero.


"Iya, kalian bersiap-siap dan berangkat juga, sebelum macet" ucap tn. Adrian.


"Baik pa" sahut keduanya.


Mereka berdua kemudian berlalu ke kamar masing-masing, tn. Adrian dn ny. Hana juga beranjak untuk ke dokter memeriksakan keadaan ny. Hana.


Setelah Fero dan Grizelle selesai dengan kegiatan siap-siapnya, mereka pun pergi melintasi jalanan kota yang masih agak sepi. Saat Fero sementara nyetir, Grizelle sibuk mengotak-atik ponselnya.


"Sibuk sama siapa Zel?" tanya Fero.


"Bukan apa-apa kak" jawab Grizelle sambil terus scrolling ponselnya.


"Eh Iya kak, kenapa kita tidak ajak Karin sekalian" ucap Grizelle menggantikan kegiatannya.


"Izel telfonlah" ucap Fero.


...*Tuuuuutt...


"Halo beb*?" Sapaan dari balik ponsel.


"Halo. Kar, lo lagi ngapain? Mau ikut nggak?" tanya Grizelle.

__ADS_1


"Nggak ngapa-ngapain, gue baru bangun. lo mau kemana?" Sahut Karin.


"Gue sama kakak gue mau jalan-jalan ke pantai xxx" jawab Grizelle menyebutkan tempat tujuan mereka.


"Ikutlah gue. Jemput gue yah" ucap Karin lalu mematikan teleponnya.


"Kebiasaan" ucap Grizelle.


"Jadi gimana? Dia mau ikut?" tanya Fero.


"Iya kak. Kita ke rumah Karin dulu" jawab Grizelle dan lanjut scroll ponselnya kembali.


"Izel lagi sibuk ngapain sih?" tanya Fero.


"Ini kak, Izel cari tahu mama sakit apa" jawab Grizelle.


"Masa iya aku kebanyakan dapat itu karena hamil sih kak, tapi bisa masuk angin juga sih kak" jawab Grizelle menghadapkan badannya ke arah Fero.


"MAMA HAMIL?" ucap keduanya kaget bersamaan.


"Woah, telepon papa sekarang" ucap Fero menyuruh Grizelle.


"Oke Oke kak" jawab Grizelle.


"Halo papa, papa, mama hamil?" tanya Grizelle saat tn. Adrian mengangkat teleponnya.


"Nggak tau sayang, dokter belum selesai periksa. Izel tau dari mana?" tanya tn. Adrian heran.


"Bentar yah sayang, dokter udah selesai periksa mama" ucap tn. Adrian hendak mematikan sambungan telepon.


"JANGAN DIMATIKAN PA" teriak Grizelle dan Fero bersamaan.


"Kalian berdua ini kenapa sih? Iya papa nggak matikan, kalian diam. Oke" ucap tn. Adrian.


"Siap pak bos" jawab keduanya.


"Selamat yah pak, istri bapak lagi sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 6" ucap dokter menjelaskan. Mendengar penjelasan dokter Grizelle lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Kak, mama" ucap Grizelle masih dalam keadaan kaget.


"Mmmmmm"


"Udah sampai nih" ucap Fero memarkirkan mobilnya di depan rumah Karin.


"Turun panggil Karin" suruh Fero kepada Grizelle yang masih mematung di tempat duduknya mengetahui kehamilan mamanya.


"Zel" ucap Fero menggoyangkan bada Grizelle.

__ADS_1


"Huaaa, huaaa" kaget Grizelle.


"Astaga" ucap Fero dan keluar dari mobil untuk memanggil Karin.


"Hei Rin. Cepat. Lo liat si Izel" ucap Fero jutek dengan ekpresi coolnya.


"Izel kenapa? Tadi dia masih telepon gue" ucap Karin berlari ke arah mobil.


"Zel Zel sadar gila. Lo kenapa?" Ucap Karin meggoyangkan badan Grizelle dari belakang.


"Nyokap gue hamil Rin" ucap Grizelle.


"WOW. Uhuuuiiii dapat dedek dedek gemes kalian berdua" ucap Karin.


Mobil pun meluncur ke tempat liburan. Mereka bertiga menghabiskan waktu hari itu dengan bahagia. Matahari pun perlahan mulai mengundurkan diri dari bumi. Fero memutuskan membawa kedua anak gadis itu pulang


...****************...


1 tahun kemudian.


Ny. Hana sudah melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Haru Adrian. Setelah kedatangan Haru di keluarga tn. Adrian bukannya membuat keluarga menjadi tambahan harmonis, malah sekarang keluarga tn. Adrian seperti ada jarak, semua hanya diam-diam. Grizelle bicara pun terkadang hanya berbicara kepada tn. Adrian, ny. Hana semenjak 4 bulan lalu, tepat saat kembali ke rumah setelah melahirkan dan mendapat pesan di ponselnya, ia mulai merasa terpuruk hingga saat ini hanya berdiam diri di kamar. Hanya tn. Adrian yang biasa mengurusnya. Akibat dari keadaan ny. Hana yang seperti itu, perusahaan yang di pimpin selama ini pun telah bergeser tangan kepada pemilik saham yang lain. Bahkan Haru, bayinya pun hanya di rawat oleh pengasuh bayi.


"Pa, keadaan mama gimana?" tanya Grizelle ikut duduk di samping tn. Adrian di ruang keluarga menggendung Haru.


"Mama masih begitu nak" jawab tn. Adrian.


"Kak Fero nggak ada kabar pa?" tanya Grizelle.


"Nggak ada nak, Fero kan marah sama mama" ucap tn. Adrian.


"Terus kak Fero gimana sekarang pa? Dia hidup gimana? Dia nggak selesaikan sekolahnya dan menghilang" ucap Grizelle mengingat kakak tiri yang sangat menyayanginya.


"Kakak Feromu itu sebenarnya sudah Tamat sekolah sayang, 4 tahun lalu. Mama menyuruhnya masuk di sekolah Izel hanya untuk menjaga Izel, jangan sampai ada yang jahilin Izel" ucap tn. Adrian menjelaskan.


"Terus kak Fero kemana sekarang pa?" tanya Grizelle mengabaikan penjelasan tn. Adrian.


Flashback on:


4 bulan yang lalu saat ny. Hana hendak melahirkan, tn. Adrian lupa membawa berkas-berkas yang akan digunakan di rumah sakit. Tn. Adrian lalu menyuruh Fero untuk kembali ke rumah dan mengambil berkas-berkas yang terdapat di dalam lemari di kamar ny. Hana dan tn. Adrian.


Saat sedang membuka berkas satu per satu dan tanpa sengaja sebuah foto jatuh dari salah satu map. Entah godaan darimana, Fero mengambil foto itu, tersapat ny. Hana saat masih muda di atas ranjang dengan beberapa pria yang memegang tubuhnya dengan nafsu. Fero kemudian membuka map itu dan mendapatkan beberapa foto b****l ny. Hana bersama para hidung belang.


"Untuk apa mama menyimpan ini semua? Mama belum berubah?" batin Fero di penuhi dengan emosi.


"S***t. Haaaaaaaaaaaaa" umpat sambil teriak. Fero mengambil foto itu beserta dengan berkas yang di perlukan di rumah sakit. Sepanjang jalan Fero membayangkan kelakuan mamanya di masa lalu, Fero merasa bagaimana tidak berharganya hidupnya. Ia hanya sebuah kecelakaan, ia hanyalah anak yang tidak di harapkan ny. Hana.


Setelah mengantar berkas itu, Fero langsung kembali ke rumah dan membereskan barang-barangnya dan pergi entah kemana.

__ADS_1


Fero hanya mengirimkan foto yang ia dapat di kamar orang tuanya dan mengirimkannya ke ny. Hana.


Flashback off:


__ADS_2