Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Cantikk...


__ADS_3

Flashback off


Fero yang merasakan sakit luar biasa di lubuk hatinya begitu kuat hanya bisa menangis dan meratapi kisah cintanya di masa remaja tidak berlabuh dengan baik.


"Apa Izel sudah tau kalau mama Hana dan papanya akan menikah? Apa dia sudah mengetahui kalau gue bakal jadi kakanya?" Fero membatin lalu mengambil ponselnya dan memberanikan diri menelpon Grizelle.


......Tuuuuttt...... ......


......Tuuuuuut..... ......


'Halo, selamat malam" sapaan lembut dari balik ponsel itu membuat Fero tersenyum meskipun merasakan sakit di hatinya.


"Halo Izel, kamu baik-baik saja?" tanya Fero to the point.


"Yah gue baik-baik ajalah. Lo kenapa pakai kamu-kamu? Kesambet apa lo?" ucap Grizelle kejar-kejaran membuat Fero tersenyum dan sedikit menahan air matanya.


"Yah nggak apa-apa, gue cuma takut kasarin lo yah kan?" ucap Fero berusaha cool.


"Kok kasar sih, udah biasa juga pakai lo gue" jawab Grizelle sambil tertawa kecil.


"Eh gue mau tanya, lo kenapa seharian diam-diam mulu? Sehat kan lo?" tanya Fero.


"Kok lo khawatir sama gue? Jangan bilang lo udah suka sama gue, hahaha" ucap Grizelle menggoda Fero.


"Idihh kegeeran banget lo. Gue juga penasaran aja" ucap Fero berusaha menahan rasa sakitnya.


"Fer, gue mau cerita" ucap Grizelle dengan nada kurang bersemangat.


"Lah, kok jadi menyek gini suaranya, hahah" ucap Fero berusaha terlihat seperti tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Ah lo mah, nggak jadi lah" ucap Grizelle ngambek.


"Yah ela, gitu doang ngambek. Ceritalah, gue dengarin" ucap Fero.


"Papa mau nikah lusa Fer" ucap Grizelle dengan nada yang sangat tidak bersemangat.


"Yah kenapa? Selama dia tidak selingkuh, itu tidak apa-apa Zel" jawab Fero berusaha menenangkan Grizelle.


"Tapi Izel belum kenal siapa calon istrinya. Kata papa tante Hana juga punya anak dan satu sekolah sama kita Fer" jawab Grizelle.


Detak jantung Fero langsung kejar-kejaran "papa lo nggak bilang siapa nama anaknya?" tanya Fero.


"Nggak. Gue nggak mau tau" jawab Grizelle.


"Lah kenapa? Kan jadi punya saudara, jadi di rumah nggak kesepian" ucap Fero lagi.


"Tapi Izel sakit Fer"ucap Grizelle sambil? Menahan air matanya. Ia sangat merasakan perasaannya yang terguncang-guncang.


"Takut kenapa Zel?" tanya Fero penasaran.


"Izel takut, tante Hana nggak sayang sama Izel. Izel takut papa juga ikutan nggak sayang lagi sama Izel dan lebih sayang sama anak barunya" ucap Grizelle sambil menangis karena sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya.


Fero yang mendengar ucapan Grizelle sambil menangis itu pun tersenyum "hei gadis kecil yang manja, ini aku calon kakakmu, kamu tidak akan kekurangan kasih sayang, mama Hana akan sangat menyayangimu, dan Kamu akan memiliki dua pria yang akan menjagamu" batin Fero.


"Hehehe"


"Kok lo ketawain gue?" tanya Grizelle sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Lo cengeng banget woi" ucap Fero.


"Lo kan belum tau siapa mereka, jangan parnoan" ucap Fero menenangkan Grizelle.


"Kapan bokap lo nikah?" tanya Fero


"Besok lusa" jawab Grizelle.


"Mau gue temani?" tanya Fero.


"Yah iyalah lo berdua sama Karin harus datang" ucap Grizelle ngegas.


"Beh santai aj dong mba, nggak usah ngegas" ucap Fero menggoda Grizelle.


"Yasudah, Izel rasanya capek hari ini, pengen tidur" ucap Grizelle.


"Yaudah tidurlah"


"Gimana gue mau tidur kalau lo nelpon gue Fero" jawab Grizelle kesal.


"Nggak usah kesal-kesal, ntar cantiknya ilang" goda Fero.


"Idhh gue cantik dalam segala situasi yah, udah bye" ucap Grizelle lalu menutup telponnya.


Setelah Grizelle menutup teleponnya Fero lalu menarik napas perlahan dan membuangnya secara perlahan juga lalu menghempaskan dirinya ke atas kasurnya.


...****************...


Di sisi lain Grizelle merasa lega setelah menumpahkan semua keluh kesahnya yang tidak bisa ia tumpahkan ke papanya.


"Kok gue cerita itu ke mama ih" ucap Grizelle malu.


"Mama, papa akan nikah lusa. Mama nggK apa-apakan? Meskipun papa nikah, mama nggak boleh sedih, dan mama harus temani Izel kemana-mana. Izel sayang mama, Izel rindu mama" batin Grizelle lalu tertidur.


...****************...


Keesokan paginya tn. Adrian bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk Grizelle.


"Morning pa" sapa Grizelle menuju meja makan.


"Morning sayang, ayo duduk sarapan supaya semangat sekolahnya" ucap tn. Adrian dan di sambut anggukan oleh Grizelle.


Setelah menghabiskan sarapan tn. Adrian lalu menyodorkan beberapa lembar uang dan menyuruh Grizelle mencari gaunnya sendiri yang akan ia gunakan di hari pernikahan papanya besok.


"Lah pa? Beli sendiri ni?" ucap Grizelle.


"Iya nak, papa kan harus kerja, dan gak ada seragam keluarga nak, upacaranya kecil aja" ucap tn. Adrian.


Di sekolah


"Ntar pulang sekolah lo berdua temani gue yah" ucap Grizelle kepada kedua sahabatnya itu.


"Mau kemana lo Zel? Ketemu gebetan?" tanya Karin blak-blakan.


"Apaan sih lo, gue masih anak kicik, gak boleh suka-sukaan" ucap Grizelle dengan nada mengoloknya.


"Yah terus kemana?" tanya Karin.

__ADS_1


"Cari gaun" ucap Fero memotong suara Grizelle.


"Lah kok lo tau?" tanya Karin.


"Yah iyalah, semalam gue telepon katanya papa Adrian akan nikah besok" jawab Fero sambil tertidur di atas meja.


"Whaaatt?" teriak Karin kaget. "Kok lo nggak kasih tau gue?"


"Gue aka baru tau kemarin lusa" jawab Grizelle singkat.


"Lo gak tau punya mama tiri?" ucap Karin.


"Nggak usah terlalu termakan sinetron, nggak selamanya mama tiri itu jahat" jawab Fero tanpa melihat ke arah dua sahabatny itu.


"Tau apa lo. Lo taunya tuh datang sekolah cuma datang tidur" jawab Karin kesal.


"gue nggak mau tau tentang itu semua, intinya temani gue ntar" ucap Grizelle.


"Tapi Zel, gue takut lo kenapa-kenapa" ucap Karin.


"Apaan sih lo. Kalau dia jahat sama gue dan papa, gue pasti bisa balas" bisik Grizelle kepada Karin dan membuat Karin terdiam.


Sepulang sekolah mereka bertiga langsung meluncur ke pusat perbelanjaan dekat sekolah. Tanpa lama-lama Grizelle lalu mengambil 1 baju dress berwarna hitam.


"Eh lo mau ambil itu?" tanya Karin heran.


"Iya"


"Astaga Izel, kamu b**doh bangat sih sayang. Bagaimana bisa kamu menggunakan pakaian gelap saat papa kamu akan berbahagia.


"Lah kenapa? Papa aja bilang terserah" jawab Grizelle.


"Izel sayang, kalau hari bahagia harus gunakan pakaian yang berwarna-warna ceria" ucap Karin menjelaskan lalu menyodorkan gaun berwarna pink. Grizelle lalu mengambil dan mencobanya.


"Nggak gue nggak suka" ucap Grizelle saat keluar dari ruang ganti dan merasa risih dengan warna gaunnya pink menyala.


"Yaudah pakai putih nih" ucap Fero datar menyodorkan gaun berwarna putih. Grizelle lalu kembi ke dalam ruang ganti.


"nah kalau warnanya it's okat lah, suci" ucap Grizelle lalu memutar-mutarkan badannya.


"Cantik" batin Fero dan tersenyum tipis.


Saat perjalanan pulang mereka saling melempar canda bersama.


"Eh Zel lo sadar nggak sih? Setelah SMA bahasa kita nggak sopan?" tanya Karin.


"Nggak sopan gimana?" tanya Grizelle heran.


"Kita kemarin hari pertama masuk pakai bahasa kaku, sekarang sudah pakai lo gue, hahaha" ucap Karin sambil tertawa terbahak-bahak.


"Lah iya yah" ucap Grizelle.


"Itulah, kalian jangan jauh-jauh dari gue. Kalian terlalu mudah terbawa arus" ucap Fero datar.


"Iya babang Fero, tolong jaga kami, kami masih anak kicik hahahhaha" ucap Karin dan Grizelle bersamaan menggoda Fero yang sedang menyetir.


Keesokan harinya....

__ADS_1


__ADS_2