
Beberapa hari kemudian tn. Adrian dan Grizelle sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota A. Rumah yang di kota B pun d jual untuk membeli rumah baru di kota A.
"Izel, apa kamu sudah siap nak?" Panggil tn. Adrian dari luar kamar Grizelle.
"Iya pa bentar lagi" jawab Grizelle sambil merapikan barang-barangnya.
"Papa, Izel sudah siap" ucap Grizelle sambil keluar dan membawa barang-barangnya dengan susah payah.
"Astaga Izel, kenapa nggak angkat satu-satu nak" ucap tn. Adrian sambil coba mengambil alih untuk mengangkat barang-barang Grizelle.
"Eh tidak pa. Izel bisa sendiri. Izel sudah mandiri. Papa nggak usah capek-capek. Ngangkat ini doang mah kecil pa" Ucap Grizelle menolak saat papanya hendak membantu.
"Kamu ini benar-benar sudah besar yah nak" ucap tn. Adrian melihat putrinya meletakkan barang-barangnya di depan pintu.
"Hehe iya dong pa. Izel sudah besar. Sebentar lagi papa nggak usah capek kerja. Nanti Izel yang gantiin papa" ucap Grizelle sambil menegakkan kepalanya ke atas dengan sombong bercanda.
"Haha iya iya. Putri ayah memang hebat" ucap tn. Adrian sambil mengacak rambut anaknya.
"Ih papa jangan rusak rambut Izel. Nanti Izel nggak cantik lagi" ucap Grizelle sambil memanyunkan bibirnya menatap papanya.
"kamu ini. Bagaimana pun kamu tetap cantik nak. Sama seperti mama" ucap tn. Adrian sambil mengangkat barang yang di letakkan oleh Grizelle di depan pintu.
"oooouuu papa masih bucin sama mama" goda Grizelle sambil mengikuti papanya dari belakang.
"Hhahahaha" ucapan Grizelle itu hanya di sambut tawa kecil oleh tn. Adrian.
"Permisi nak" seseorang datang menyapa mereka.
"Eh ibu. Sudah di sini aja. Padahal kami rencana Sebentar ke rumah ibu" jawab tn. Adrian Menghentikan aktivitasnya merapikan bagasi mobil.
"Tidak apa-apa nak. Ibu juga kebetulan lewat jadi sekalian ibu mampir" jawab ibu itu.
"Oh iya ini bu kunci rumahnya. Jika ada yang ingin membelinya ibu bisa menghubungi saya" ucap tn. Adrian sambil menyodorkan kunci rumahnya.
Ibu itu adalah tetangga kepercayaan tn. Adrian. Beliau lah yang turut merawat Grizelle saat bayi. Saat tn. Adrian bekerja siang hari, ibu inilah yang selalu menjaga Grizelle.
"Nek, terima kasih sudah sayang sama Izel" ucap Grizelle sambil memeluk ibu itu.
"Hei, Izel sudah besar. Jangan nangis. Nanti kalau Izel ada kesempatan Izel datang aja di rumah nenek. Pintu rumah nenek selalu terbuka buat Izel" jawab ibu itu saat mendengar suara Grizelle seperti hendak menangis.
__ADS_1
"Pasti dong nek. Izel pasti kesini kalau papa ada libur juga" jawab Grizelle sambil melepas pelukannya.
"Iya. Izel baik-baik yah di sana. Ingat pesan nenek, kalau ada yang gangguin Izel, Izel cukup tegur. Tapi kalau dia keterlaluan Izel harus memberinya pelajaran, heheh" ucap ibu itu dengan semangat dan sedikit menggoda Grizelle.
"Oh pasti dong nek. Berani dia main-main sama Izel. Tunggu aja balasannya, hahaha" jawab Grizelle dengan semangat sambil mengepalkan tangannya ke atas.
Tuan Adrian yang melihat tingkah anaknya dan tetangganya itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Bu, terima kasih yah. ibu sudah Adrian anggap ibu Adrian sendiri. Ibu disini jaga kesehatan yah. Kalau sakit, hubungi Adrian saja" ucap tn. Adrian lalu memeluk ibu itu.
"Iya nak. Kamu juga baik-baik disana. Jagain cucu ibu. Jangan buat dia nangis" Ucap ibu itu sambil mengusap punggung tn. Adrian.
"Iya bu. Kalau gitu kami pamit dulu yah bu" ucap tn. Adrian sambil mencium punggung tangan ibu itu dan di ikuti oleh Grizelle.
"Dah nek" ucap Grizelle dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya ke arah ibu itu.
...****************...
Selama perjalanan Grizelle tidak ingin mengganggu konsentrasi ayahnya menyetir jadi ia memilih untuk tidur. Tn. Adrian yang melihat putrinya tidur terlelap hanya tersenyum sepanjang jalan. Seberapa bersyukurnya ia memiliki putri yang dengar-dengaran sangat menghormati orang lain dan pekerja keras juga.
...****************...
"Mmmmm iya pa" jawab Grizelle masih setengah sadar.
"bangun nak" ucap tn. Adrian lagi.
"Hoooaaaaa.. Udah sampai pa? Cepat banget" ucap Grizelle sambil mengucek matanya.
"Sebentar? Kamu tau papa menyetir 5 jam untuk sampai ke sini" ucap tn. Adrian.
"Hehe sebentar buat Izel karena Izel tidak merasakan perjalanannya pa" jawab Grizelle sambil tersenyum.
"Ayo turun" ucap tn. Adrian turun dari mobil lalu mengeluarkan semua barang-barang mereka di bagasi mobil.
"Biar Izel bantuin yah pa" ucap Grizelle sambil menghampiri papanya di belakang mobil.
"Iya. Angkat yang kecil-kecil aja nak" jawab tn. Adrian sambil terus mengeluarkan barang bawaan mereka.
"Iya pak. Besar juga nggak apa-apalah. Izel sudah besar pa" jawab Grizelle lalu mengangkat kopernya ke depan pintu.
__ADS_1
"Yasudah terserah Izel saja. Asal Izel jangan kecapean" ucap tn. Adrian mengikuti Grizelle dengan membawa beberapa koper tambahan.
"Papa masuk rumah aja. Sisanya biar Izel yang angkat. Kecil-kecil juga" ucap Grizelle sambil berlari ke arah mobil dan mengangkat barang bawaan sisanya ke dalam rumah dengan semangat.
Setelah merapikan semua barang bawaan. Tn. Adrian lalu menyiapkan makan malam mereka. Sedangkan Grizelle masih di dalam kamarnya mengatur semua barang-barang miliknya. Setelah ia merasa semua barang sudah berada di tempatnya, ia lalu keluar dan menunggu di meja makan.
"Izel, besok hari pertama masuk sekolah SMA yah nak" ucap tn. Adrian sambil meletakkan makan malam di meja.
"Uhuukkk. Besok pa?" ucap Grizelle terbatuk karena kaget.
"Iya. Kamu nggak usah kaget. Papa sudah minta salah satu teman papa disini untuk mengurusnya. Jadi katanya besok adalag hari pertama masuk sekolah" ucap tn. Adrian lagi.
"Tapi pa. Izel belum punya seragam. Izel juga belum kasih tau papa Izel mau di sekolah mana. Karin gimana pa?" ucap Grizelle sambil menaru makanan di piringnya.
"Semua aman nak. Baju sekolah kamu nanti setelah makan papa berikan. Sekolahnya papa yakin Izel suka. Kalau Karin, papa kurang tau. Besok saja kamu lihat. Dia di sekolah itu juga atau tidak" ucap tn. Adrian sambil menyantap makan malamnya.
"Ngg ngokey pa" ucap Grizelle sambil mengangguk dan menyantap makan malamnya.
...****************...
Setelah menyelesaikan makan malam. Tn. Adrian kemudian berlalu ke kamarnya dan keluar membawa sebuah tas belanja. Sedangkan Grizelle sedang duduk di ruang tengah dan asik menonton film action kesukaannya.
"Ini baju seragam Izel" ucap tn. Adrian sambil menyodorkan kantongan itu.
"Hehe terima kasih pa" ucap Grizelle sambil mengambil kantongan itu lalu membukanya.
"Woaah bagus pa. Ini seperti seragam sekolah UNITY?" ucap Grizelle sambil terus membalik-balikkan bajunya.
"Iya sayang, itu baju sekolah UNITY" ucap tn. Adrian.
"Wowww papa sangat tau kesukaan Izel. Ini adalah sekolah yang Izel impikan pa. Dan sekarang papa mengabulkannya" ucap Grizelle lalu memeluk tn. Adrian.
"Iya dong papa tau. Papa tau yang terbaik buat Izel" jawab tn. Adrian lembut sambil mengusap rambut putrinya.
"Yasudah Izel tidur sekarang. Biar nanti papa yang setrika bajunya" ucap tn. Adrian kepada Grizelle.
"Oh tidak pa. Izel sudah besar. Nanti Izel yang setrika sendiri" ucap Grizelle melepas pelukannya dari papanya dan berlalu ke kamarnya sambil membawa kantongan yang berisi baju seragam sekolah barunya.
"Selamat malam pa" ucap Grizelle saat berbalik menoleh ke arah papanya yang duduk menatapnya.
__ADS_1
"Iya malam nak" ucap tn. Adrian sambil melempar senyum yang tulus kepada putri satu-satunya itu.