Takdirku Bersama Kakak Tiriku

Takdirku Bersama Kakak Tiriku
Nikah!?????


__ADS_3

Grizelle merasa begitu bangga dan bahagia atas dirinya sendiri. Bagaimana tidak, baru sehari dia masuk sekolah tetapi dia sudah bisa mendapat seorang teman cowok yang tampan dan jadi pangeran di angkatannya. Dia juga merasa jika dunia sangat berpihak kepadanya, dimana sahabatnya dari kecil akhirnya melanjutkan sekolah tingkat menengah bersama dengan dirinya.


"Mama, Izel bahagia hari ini, Izel memiliki teman-teman yang baik. Mama juga senangkan lihat Izel bahagia. Mama tau, Izel ingin melihat bagaimana senyum mama terukir karena Izel, Izel rindu mama. Oya ma, Izel juga mau cerita, Izel kesal dengan kakak tingkat yang son jagoan, mereka pikir sekolah itu milik mereka? Tapi tenang ma, mereka tidak akan semudah itu merundung Izel. Izel kan hebat dan kuat sama seperti mama. Izel sangat merindukan mama.... "


...Tokkk.... Tokkkkk...


Suara ketokan pintu tiba-tiba menyadarkan Grizelle dari hayalannya saat bercerita dengan mamanya. Grizelle kemudian tersenyum "terima kasih ma, pa" Grizelle kemudian beranjak dan membuka pintu kamarnya.


"Hei nak, Izel tak apa-apa kan?" tanya tn. Adrian saat melihat Grizelle keluar dari kamarnya dengan raut wajah yang agak susah di jelaskan.


"Tak apa-apa pa" Jawab Grizelle sambil mencium tangan papanya karena papanya baru pulang bekerja.


"Yasudah kamu duduk di sofa, tunggu papa, papa mau ngomong serius sama Izel" ucap tn. Adrian dan beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri. Grizelle yang merasa aneh dengan papanya pun hanya mengikut dan menunggu tn. Adrian di ruang tengah sambil menonton televisi dan menikmati cemilannya.


Tak lama kemudian tn. Adrian keluar dari kamar dan duduk tepat di depan Grizelle.


"Ada apa pa?" tanya Grizelle kepada tn. Adrian dengan ekspresi penuh tanda tanya.


"Sebelumnya papa mau minta maaf sama Izel kalau papa harus membicarakan ini" jawab tn. Adrian dengan serius.


"Santai ajalah pa" jawab Grizelle.


"Izel pernah tidak ingin sekali merasakan menyebut dan memanggilkan kata mama?" tanya tn. Adrian dengan hati-hati.


"Apa maksud papa? Izel selalu menyebut nama itu kok" jawab Grizelle setenang mungkin walaupun dia sudah mulai mencurigai omongan dari ayahnya.


"Papa mau nikah" jawab tn. Adrian singkat namun dengan raut wajah yang sedikit takut, takut anaknya itu akan merasa tersakiti dengan keputusannya.


"Papa nikah sama siapa?" tanya Grizelle dengan tenang.


"Sama tante Hana" jawab tn. Adrian sedikit tenang karena merasa akan ada lampu hijau dari anaknya.

__ADS_1


"Siapa tante Hana pa? Papa tidak pernah mengenalkannya kepada Izel" jawab Izel lagi dengan terus berusaha tenang walaupun harinya sekarang sedang terasa naik rollercoaster.


"Dia atasan papa di kantor baru nak. Dia sangat baik dan perhatian sama papa. Bahkan dia sering menanyakan tentang Izel" jawab tn. Adrian menjelaskan.


"Sering? Kita belum 3 hari di kota ini pa, bagaimana mungkin tante Hana sering menanyakan tentang Izel?" tanya Grizelle heran.


"Papa sudah kenal tante Hana saat kita masih di tempat kerja yang di cabang nak. Papa hanya kenal begitu saja, papa selama ini hanya menganggapnya teman" ucap tn. Adrian menjelaskan agar Grizelle bisa mengerti.


"Terus kenapa papa tiba-tiba ingin menikah?" tanya Grizelle terheran-heran dengan tingkah ayahnya.


"Papa juga tidak tau nak" jawab tn. Adrian menunduk.


"Sudahlah pa, itu suka-sukanya papa aja. Grizelle rasa, Grizelle Belum bisa memberikan papa masukkan yang baik, Grizelle juga anak-anak yang baru tumbuh pa. Grizelle percaya kok sama papa" jawab Grizelle tenang sambil menatap mata tn. Adrian.


"Kalau gitu, Izel mau istirahat dulu yah pa. Izel capek hari banget hari ini di sekolah baru, hehe" ucap Grizelle berusaha menahan emosi di depanya tn. Adrian lalu beranjak ke kamar.


"Tapi kamu belum makan nak" jawab tn. Adrian yang Menghentikan langkah Grizelle.


"Izel masih kenyang pa. Nanti kalau Izel lapar, pasti Izel makan" ucap Grizelle tanpa menoleh ke arah tn. Adrian.


Setelah masuk kamar, Grizelle mengunci pintunya dan membuka bindernya. "Mama, Izel rindu sama mama. Mama tau, papa akan menikah dengan tante Hana. Izel tidak tau tante Hana itu siapa, Izel takut punya mama lain selain mama" batin Grizelle sambil mengusap foto mamanya sambil meneteskan air mata.


"Izel sebenarnya tidak mau papa nikah lagi, tapi Izel sayang sama papa, Izel Pengen lihat papa bahagia juga dan memiliki teman hidup. Izel tidak bermaksud menyakiti mama kok, mama tetap juara di hati Izel. Izel marah ma" sambung Grizelle.


-Karena kelamaan merenungi perkataan tn. Adrian dan sudah merasa lelah bercerita kepada mamanya akhirnya Grizelle tertidur dengan air mata yang membasahi pipinya dan membuat matanya menjadi terlihat sembab.


Keesokan harinya di sekolah Grizelle berubah menjadi anak gadis yang pendiam dan tidak banyak neko-neko sehingga menyebabkan Karin merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu.


"Zel, lu kenapa?" tanya Karin sambil menusuk-nusuk lengan Grizelle yang terlihat sedang melamun.


"Gue nggak apa-apa, ngantuk aja" jawab Grizelle sambil tersenyum paksa.

__ADS_1


"Cerita lah sama gue dan Fero" ucap Karin lagi dan melirik ke arah Fero yang terlihat sangat cuek dan dingin.


"Gue nggak apa-apa Karina" jawab Grizelle greget ke sahabatnya itu.


"Cerita....." "Eh lu tuh bisa dengar nggak sih? Izel bilang nggak apa-apa yah nggak apa-apa" ucap Fero memotong pembicaraan Karina.


"Woah bersuara akhirnya lu bro" ucap Karin sambil menoleh kebelakang dan mengacungkan jempolnya.


...Tinggg..... Tinggg.... Ting......


Bell tanda Istirahat sudah berbunyi, Grizelle yang tiba-tiba berubah kepribadian hanya mengikuti kemauan kedua sahabatnya.


"Yasudah ayo ke Kantin" anak Karin kepada Fero dan Grizelle.


"Lu berdua aja deh, gue malas" jawab Fero jutek.


"Yang ngaja lu juga siapa? Orang gue ngajak Izel kok" goda Karin.


Fero yang terdiam sambil terus menimati musiknya.


"Yaudahlah yah Zel makan berdua" ajak Karin menarik tangan Grizelle.


Di Kantin Grizelle masih tetap dengan sikap yang sama, tanpa banyak bicara dan cuek dengan keadaan sekitar.


Tiba-tiba satu kelompokmu geng sekolah menghampiri meja makan Grizelle dan Karin. Grizelle masih saja tidak perduli dengan hal itu, selama dia tidak menyentuh kulit Grizelle. Karin yang kaget pun tiba-tiba terjatuh dari kursinya.


"A--a---ada apa yah kak?" tanya Karin terbata-bata.


"Siapa yang kemarin membuat kerusuhan di Kantin ini?" ucap senior itu.


"Kikita nggak tau kak" jawab Karin lagi.

__ADS_1


"Berpura-pura polos lagi" ucap senior itu sambil mentoyor kepada Grizelle yang sedang menikmati makan siangnya.


"Zel, sabar yah, nggak boleh ribut. Harus tenang" batin Grizelle berusaha menenangkan diri sendiri.


__ADS_2