
Tn. Adrian dan Ny. Hana sudah melakukan pemberkatan nikah dan semua berjalan dengan hikmat. Sedangkan Grizelle dan Karina tidak bisa menghadiri pengucapan janji suci tn. Adrian karena Grizelle masih belum siap melihat papanya bersanding dengan wanita lain.
Jam menunjukkan pukul 19.00 menemani mereka namun Fero tak kunjung datang hingga malam resepsi pun tiba.
Di dalam ruang ganti, tn. Adrian berusaha membujuk Grizelle agar ikut mengantarnya ke atas pelaminan.
"Izel antar papa yah nak?" ucap tn. Adrian dan tidak mendapat balasan apa-apa dari Grizelle.
"Zel, papa mohon nak" ucap tn. Adrian memohon dan hampir mengeluarkan air matanya.
Grizelle lalu memeluk ayahnya "pa, Izel minta maaf. Papa jangan nangis, Izel sayang papa" ucap Grizelle sedikit menangis.
"Izel jangan nangis nak, nanti cantiknya hilang nih" ucap tn. Adrian menggoda Grizelle.
Grizelle hanya tertawa kecil dan bersiap-siap mengantar ayahnya menuju pelaminan. musik nan romantis mulai di mainkan dengan lembut. Dari arah samping pelamin Grizelle sudab bersiap-siap mengantar papanya, sedangkan dari pintu depan pelaminan sudah bersiap-siap Fero mengantar mamanya. Karin yang hendak memasuki gedung dari arah pintu masuk kaget ketika melihat Fero menggandeng pengantin wanita.
"Siapa itu?" batin Karin menatap Fero dengan mengerutkan dahinya sehingga membuat Karin menabrak seseorang.
"Eh buta lo yah" ucap perempuan itu.
"Apaan sih" ucap Karin dan matanua mencari tempat duduknya.
"Bukannya minta maaf yah lo" ucap perempuan itu.
"Eh iya maaf yah" ucap Karin dan melihat wajah perempuan itu. "Caroline? Lah lo kok bisa di sini?"
"Emang kenapa? Gue di undang" ucap Caroline.
"Di undang siapa gila? Perasaan Grizelle gak ada ngasih tau siapa-siapa" ucap Karin.
"gue nggak butuh undangan si Grizelle, ngapain juga gue datang kalau acara punya dia" ucap Caroline dengan kepala menengadak ke atas.
"Hei, ini memang acaranya papa Grizelle, hari ini papanya Grizelle nikah" ucap Karin nyolot.
"Emang papanya Grizelle nikah sendiri gitu?" jawab Caroline.
__ADS_1
"Maksud lo?" tanya Karin.
"Tuhh" ucap Caroline menunjuk ke arah pintu masuk melihat Fero sedang mendampingi mamanya berjalan masuk gedung menuju pelaminan. "Itu tante Hana, dia mamanya Fero" ucap Caroline dan berlalu.
"Whaatt?" ucap Karin tak percaya, kedua sahabatnya hari ini akan menjadi saudara. "Wah parah sih mereka nggak ngasih tau gue kalau mereka akan jadi saudara. Awas aja yah kalian berdua" batin Karin ngambek dan berjalan ke kursi agak depan untuk melihat lebih dekat kedua orang tua sahabat-sahabatnya.
Di sisi Lain Grizelle sudah sampai di pelamin dan sedang menunggu kedatangan ny. Hana ke atas pelaminan. Dari kejauhan Grizelle merasa seperti mengenal sosok yang menggandeng pengantin wanita itu, namun ia kurang yakin karena habis menangis jadi matanya agak burem-burem.
Setelah agak mendekat Fero tersenyum kepada tn. Adrian dan membuat Grizelle tersentak. "Fero?" batin Grizelle.
"Halo pa, Fero serahkan tanggung jawab atas mama yang utama ke papa Aldrian" ucap Fero sesampainya di atas pelaminan dan menyerahkan tangan mamanya yang di gandeng tadi ke dalam gandengan tn. Adrian.
Tuan Adrian menggangguk tersenyum dan berkata "ini Grizelle anak papa, tolong perlakukan dia selayaknya adik kandung, saat papa mama jauh, kamu yang menjaganya" ucap tn. Adrian kepada Fero.
"Dug dug"
Dug dug"
"Dug dug"
Sekarang antar adikmu turun dan makan, dari tadi dia tidak makan" ucap tn. Adrian kepada Fero. Fero hanya mengangguk tersenyum dan memegang punggung Grizelle untuk di ajak turun dari pelaminan.
Keluarga dan beberapa tamu dari keluarga jauh merasakan kehangatan setelah melihat interaksi dari 1 keluarga baru yang terlihat sangat damai.
Setelah turun dari pelaminan Grizelle lalu berjalan keluar gedung dan kembali ke ruang ganti. Karin yang melihat sahabatnya hendak menangis itu pun menghampiri Fero yang berdiri di pintu samping gedung menatap ke arah larinya Grizelle.
"Eh, bisanya lo berdua nggak ngasih tau gue kalau nyokap bokap kalian yang akan nikah" ucap Karin ngambek.
"Maaf, Izel juga nggak tau" ucap Fero berjalan menuju ruang ganti dan di ikuti oleh Karin.
"What? Makanya itu si Izel tinggalin lo di sini?" ucap Karin dan di balas anggukan oleh Fero. Karin lalu berlari cepat menuju ruang ganti dan mendapati Grizelle sedang menangis dan memukul-mukul dadanya. Karin yang melihat itu lalu memeluk sahabatnya itu sambil menenangkannya.
"Zel ada apa? Kenapa kamu begini? Sayangnya papa Adrian tidak akan kurang kok" ucap Karin sambil terus memeluk dan menenangkan Grizelle.
"Rin, gue sakit" ucap Grizelle dengan air mata yang lancar mengalir dari sepasang matanya.
__ADS_1
"Sakit kenapa Zel? Apanya yang sakit?" tanya Karin khawatir melihat sambil memeriksa tubuh Grizelle.
"Gue terlanjur suka sama Fero" ucap Grizelle dengan tangisan yang pecah dan susah untuk mengendalikan nafasnya.
"Pletakk"
Fero yang tidak sengaja mendengar pengakuan Grizelle itu pun tidak jadi memasuki ruangan yang di tempati kedua sahabtnya itu. Fero lalu berjalan keluar dan pulang menggunakan mobilnya sendiri. Selama perjalanan Fero selalu terbayang-bayang dengan ucapan Grizelle kalau selama ini apa yang di rasakannya terhadap Grizelle pun di rasakan juga oleh Grizelle dan membuat sakit menyeruak di dada Fero dan mengeluarkan butir-butir air dari matanya yang cool.
"Kenapa harus mama dan om Adrian? Kenapa harus Grizelle" batin Fero sambil memukul-mukul setir mobil.
Back to ruang ganti.
Karin yang mendengar pengakuan polos dari sahabatnya itu tertawa sebentar dan membuat Grizelle semakin bertambah menangis dan memukul-mukul Karin.
"Kok lo ngetawain gue?" ucap Grizelle dengan tangis yang agak meredah.
"Lo sih b**o bangat. Bagus dong kakak adik sama Fero, kan jadinya sarapan sama-sama, makan malam sama-sama, liburan pasti sama-sama" ucap Karin sambil membayangkan.
"Nggak beda" ucap Grizelle.
"Yaudah tukaran posisi yuk, gue jadi anaknya tn. Adrian dan lo jadi gue" ucap Karin meggoda.
"Nggak, tn. Adrian papa Grizelle seorang" ucap Grizelle.
"Eits, kamu salah, tn. Adrian milik kamu dan Fero dan tante Hana juga" ucap Karin lagi.
Grizelle yang mendengar ucapan Karin pun terdiam kembali dan membayangkan, bagaimana bisa ia berbagi papa dengan orang lain.
Setelah emosi Grizelle agak mereda, Karin pun mengajaknya pulang naik taksi.
"Ngapain pesan taksi sih? Tungguin papa aja" ucap Grizelle polos.
"Sayang, lo tuh benar-benar polos yah. Orang sehabis nikah tuh nginap di hotel"ucap Karin.
"Kenapa harus ke Hotel kalau ada rumah? Ngabisin uang" ucap Grizelle.
__ADS_1
"Bikinin lo dan Fero adik kecil" ucap Karin dan mendorong Grizelle keluar dari ruang ganti menuju ke jalan menunggu taksi. Sedangkan Grizelle masih bingung dengan ucapan Karin.