Tanah Terakhir

Tanah Terakhir
Tiga bangsa utama


__ADS_3

Sungguh pemuda yang luar biasa, aku sampai terkagum melihat keputusan yang dia ambil, untuk memakan buah pohon Haladal. Dia melakukan itu demi menyelamatkan bangsa Balasi yang ada di sana. Tak bisa kubayangkan apa yang akan terjadi pada mereka jika buah Haladal itu meledak, mungkin setengah kerajaan Haladal ini akan hancur luluh lantak. Tapi tidak dengan pohon Haladal, walaupun pohon ini bisa rusak bila mendapatkan berbagai macam bentuk kerusakan dari luar, tapi pohon ini tidak akan mengalami kerusakan bila terkena ledakan dahsyat yang disebabkan oleh buah pohon itu sendiri, sedahsyat apapun ledakan buah Haladal, tidak akan merusak pohonnya sedikit pun. Terkadang aku tak paham, apa tujuan Sangat Satu untuk membuat pohon ini rentan terhadap semua kerusakan dari luar, tapi justru tidak terpengaruh sedikitpun oleh ledakan buahnya, yang nilai kerusakannya bisa beribu-ribu kali lipat dari pada kerusakan dari luar, sungguh masih jadi misteri. Dan tidak ada satupun yang mengetahui situasi ini selain diriku, bahkan para raja Haladal pun masih mengira pohon ini akan hancur bila terkena ledakan buahnya. Mungkin karena mereka belum pernah mengalami kejadian seperti itu, mungkin bila itu terjadi, mereka baru akan tau bahwa Pohon ini tidak terpengaruh oleh ledakan buahnya, tapi aku ragu, akan kah ada yang bisa bertahan untuk menyaksikan ledakan buah ini yang sangat dahsyat.


Mungkin ini adalah salah satu kebijakan dari Sang Satu agar seluruh mahluk alam semesta bisa bertanggung jawab untuk merawat pohon Haladal, begitu juga pohon Haladil yang ada di Kutub Selatan. Kedua pohon ini mempunyai sifat yang sama persis. Kedua pohon ini adalah penghubung poros alam semesta. Bukankan sebelumnya aku pernah bercerita, bahwa alam semesta ini diselimuti oleh daratan yang maha luas. Mungkin akan lebih mudah bila dibayangkan seperti ini, bahwa alam semesta itu seperti sebuah ruang berbentuk bola yang ada di dalam tanah. Dan kedua pohon inilah yang menopang ruang bola itu agar tetap kokoh dan tidak runtuh, maka dari itu kedua penopang ini tidak boleh rusak, bila ada kerusakan, maka alam semesta dan isinya bisa hancur. Pengetahuan tentang alam semesta ini sudah tertuliskan dan dijelaskan di kitab Sang Satu, hanya saja Sang Satu tidak menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang ada di balik tanah Abala, apakah jauh di dalam tanah Abala ini ada ruang bola lain di dalamnya? Seperti layaknya alam semesta? Ataukah hanya tanah kosong yang tidak terbatas didalamnya? Tidak ada satupun yang tau, bahkan aku, walaupun aku adalah satu-satunya mahluk yang mengetahui sebagian besar isi alam semesta, tapi aku tetap tidak mengetahui apa yang ada di balik tanah Abala. Mungkin hanya dia Sang Satu yang mengetahuinya.


Tapi, apakah kamu masih penasaran tentang siapa diriku? Atau sudahkah kamu bisa menebak siapa diriku? Tenang saja, aku akan segera memberi tau semuanya, tapi sebelum itu, mari kita sedikit mempelajari tentang beberapa penghuni alam semesta ini, yaitu bangsa Balasi, Nastan dan Manusia .

__ADS_1


Sebelumnya sudah diceritakan bahwa beberapa bangsa Balasi sangat terkejut ketika bertemu bangsa Nastan, itu karena bangsa Nastan mempunyai mata yang sangat berbeda dengan bangsa Balasi. Bangsa Nastan mempunyai warna mata yang hitam pekat pada kedua bola matanya, sedangkan bangsa Balasi mempunyai warna mata yang putih bersinar pada kedua bola matanya. Tapi apakah kamu tau, namun ada juga mahluk yang mempunyai warna bola mata berbeda dengan bangsa Balasi ataupun bangsa Nastan. Mereka adalah bangsa Manusia, bangsa manusia mempunyai warna bola mata yang unik yaitu hitam dan putih. Pada bagian dalam matanya berwarna hitam berbentuk lingkaran, sedangkan bagian dasarnya berwarna putih. Namun beberapa diantara manusia sudah mengalami perubahan yang disebabkan oleh keadaan lingkungan disekitarnya, sehingga mata bagian hitam pada manusia mengalami sedikit perubahan, ada yang menjadi hitam kebiruan, kecoklatan, kemerahan, dan hitam abu. Jangankan pada mata, beberapa perubahan pada manusia terjadi juga pada tubuhnya.


Manusia hidup di sebuah tanah yang berbentuk bola, mereka menyebutnya sebagai planet Bumi, dimana planet ini diputari oleh benda di sekitarnya sebagai penopang kelangsungan hidup manusia. Benda yang memutarinya adalah bintang terang yang mereka sebut sebagai matahari, ada juga planet lain yang memutarinya, dan benda yang terdekat dengan bumi yang mereka sebut dengan bulan. Bumi menjadi pusat perputaran bagi semua benda-benda lain disekitarnya bahkan menjadi pusat perputaran di alam semesta, hanya saja manusia salah menilai bahwa matahari lah yang menjadi pusat perputaran tata surya. Memang hal itu sulit dipahami karena semua sudut pandang adalah relatif, karena itu sangat sulit bagi manusia untuk membedakan benda mana yang memutari dan benda mana yang diputari.


Walupun demikian, kita patut menghargai usaha mereka yang mencoba membuktikan bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari. Setidaknya mereka mempunyai tiga bukti yang cukup masuk akal untuk mendukung teori Bumi bergerak mengitari matahari. Mereka menyebutnya dengan bukti aberasi yang merupakan bukti berupa perubahan kecil pada posisi bintang karena laju Bumi, ada juga paralaks yaitu bukti berupa perubahan posisi bintang karena perubahan posisi Bumi dan efek Doppler yang merupakan bukti berupa perubahan warna bintang karena laju Bumi. Tapi lagi-lagi, tidak ada yang salah bagi sudut pandang mereka, itu adalah prestasi yang sangat besar bagi mahluk yang belum bisa menjelajahi satu galaksi pun. Tapi tidak barang mustahil bagi manusia untuk merubah teorinya tersebut, seiring dengan perkembangan teknologi yang terus mereka pelajari, mereka akan menemukan hal-hal yang baru lagi yang bisa memperjelas kebenaran yang mungkin menyimpang dari teori mereka sebelumnya.

__ADS_1


Dan pada akhirnya kini seorang Balasi itu berada di bumi, bersama dengan seorang Manusia yang bernama Zanial. Untungnya Edhial bisa mengikuti beberapa bahasa yang digunakan manusia, itu karena sebagian bahasa yang manusia gunakan di bumi adalah berasal dari bahasa induk Balasi yang dibawakan Madail dan Hadawi.


Mereka berdua, Edhial dan Zanial, telah bertemu dalam rencana yang tidak terduga. Tapi, apakah kamu tidak merasakan sesuatu yang janggal? Zanial, anak itu, dia bisa membaca bahasa tulisan asli Balasi yang dibawakan Madail dan Hadawi, tapi lucunya anak itu tidak ambil pusing, yang dia pedulikan hanyalah uang, sebuah alat tukar yang mempunyai harga bagi bangsa manusia. Begitu pula kejanggalan lainnya, ketika dia bertemu dengan Edhial, dia tidak memandang Edhial sebagai orang yang aneh, sikapnya terlihat biasa saja, padahal Edhial melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang manusia. Walaupun pada akhirnya Zanial menyinggung warna matanya yang berbeda, tapi itu terdengar seperti ejekan saja.


Dan bagaimana dengan Edhial, walaupun ada yang janggal terhadap dirinya karena dia mampu menyimpan kekuatan buah pohon Haladal, tapi itu bukan misteri bagiku. Mungkin suatu saat nanti kamu akan tau alasan kenapa hal itu bisa terjadi.

__ADS_1


Tapi jujur saja, walaupun aku mengetahui banyak hal tentang alam semesta, tapi tetap saja sepertinya akhir-akhir ini aku bisa dikejutkan oleh berbagai hal yang sebelumnya belum pernah aku ketahui, seperti diriku yang tidak mengetahui apapun tentang Zanial. Entah apa yang terjadi, aku merasa kini banyak hal yang harus aku pelajari lagi. Aku merasa semakin lama semakin banyak misteri yang diberikan Sang Satu kepadaku. Apakah ini cobaan untuk diriku? Apakah ini hukuman untukku? Apakah ini adalah tugas yang diberikan kepadaku agar aku bisa memecahkan semua misteri ini dengan sendirinya?


Aku merasa disinilah petualangan akan segera dimulai, ketika Zanial dan Edhial kini sudah bertemu. Aku akan selalu mengawasi mereka dan mempelajari hal baru dari apapun yang mereka lakukan dan apapun yang mereka temukan.


__ADS_2