Tanah Terakhir

Tanah Terakhir
Jejak sejarah yang bersembunyi


__ADS_3

Edhial : " Ayah! Aku menemukan sesuatu. Ini terlihat seperti bola data kuno. Tapi benda ini masih terhimpit di pangkal ranting ini. Tunggu sebentar akan kucoba raih dengan tangan. "


Methas : " Hey, jangan kau lakukan itu, berbahaya. Kita gunakan alat ini, gravity glove. Cukup arahkan titik targetnya maka benda yang kita tuju akan tertarik, tapi bila tidak tertarik sebaiknya hentikan karena itu artinya bila dipaksa keluar akan menyebabkan kerusakan pada benda sekitarnya. "


Edhial : " Ok akan kucoba, tunggu sebentar ayah .... ya aku dapat, untunglah ada alat ini. "


Methas : " Kita tak boleh ceroboh karena pohon ini harus terjaga keamanannya. Sedikit saja kerusakan bisa berpotensi menimbulkan kegagalan sistem alam semesta. "


Hari ini genap umurku 50 tahun tepatnya pada tahun 1000 pada zaman ke 400 bintang gizala, atau bisa dikatakan sekarang adalah tahun 400.001.000 gizala. Aku sudah bisa mendapat izin untuk bekerja di lapangan. Aku bersama ayahku mencoba mencari jejak peninggalan sejarah di puncak pohon Haladal. Sangat sulit menemukannya dan sangat sedikit kami berhasil mendapatkan hal-hal kecil yang bisa didapatkan informasinya. Yang bisa kami lakukan hanyalah bersabar dalam menemukan informasi sejarah karena pohon Haladal ini lebih tua dari pada umur bangsa balasi sehingga pertumbuhannya bisa menyulitkan pencarian jejak sejarah.


Methas : " Iya benar, ini adalah bola data yang biasa digunakan untuk menuliskan laporan para penjaga kebersihan di masa lalu. "


Edhial : " Dapatkah kita menemukan informasi di dalamnya? "

__ADS_1


Methas : " Akan sangat sulit dan memerlukan waktu berjam-jam, tapi bukanlah hal yang tidak mungkin. Mari kita coba gunakan peralatan yang kita bawa, tapi bila peralatan tidak mencukupi, terpaksa kita harus kembali menuju kamp yang ada di akar Haladal. "


Setelah 3 jam lamanya tiba-tiba ayahku berteriak terkejut sambil memanggil namaku. Kemudian aku menghampirinya, bola data itu memancarkan media cahaya yang dipantulkan ke dinding. kemudian muncul tulisan kuno dalam informasi tersebut, dan ternyata semua hal yang baru kami dapatkan sangatlah mengejutkan. beginilah isi informasinya.


" Pada malam di titik terjauh bintang gizala aku terbangun karena mendengar keributan di luar penginapan, aku melihat sesuatu yang tak pernah terjadi di tanah Abala ini, yaitu sebuah pertarungan. Pertarungan yang terjadi antara bangsa balasi, tapi apakah itu benar balasi? Mereka memiliki mata yang hitam dan aku tidak pernah mengenal atau melihat bangsa balasi yang punya kelainan seperti itu, mereka dipimpin oleh perempuan balasi dan aku mengenalnya, dia adalah Balsas Zazia, aku mengenalnya sebagai perempuan muda berbakat, dan juga anak dari Geselis Zazia walikota Wehadel. Bersama Balsas, para balasi yang bermata hitam itu terlihat menyerang dua balasi lain dan sepertinya aku kenal juga mereka, tunggu dulu, iya itu mereka, mereka adalah Madail dan Hadawi. Apa yang sebenarnya terjadi bukankah mereka bertiga bersahabat dari kecil. Saya mencoba untuk menghubungi walikota dan raja tapi entah kenapa mesin suara tiba-tiba tidak berfungsi, akhirnya aku hanya bisa bersembunyi dan mencatat kejadian tersebut menggunakan dua bola data ini dan menyaksikan pertarungan itu tanpa bisa berbuat apa-apa, setelah satu jam tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas langit seperti ada yang berbicara dengan menggunakan suara petir, lalu mereka terdiam serentak. Tiba-tiba Madail dan Hadawi merintih kesakitan, bola mata mereka berubah mejadi putih polos terang dan dari tubuh mereka berdua terpancar cahaya yang sangat terang melebihi terangnya bintang gizala di titik terdekat. Lalu mereka berdua menghilang. Kemudia beberpa saat setelah itu aku melihat Balsas membagikan benda bulat putih kepada semua balasi bermata hitam yang ada di situ. Lalu Balsas memakan benda bulat itu diikuti balasi yang lain. Tunggu dulu, bukankah itu buah Haladal. Demi Sang Satu bukankah itu sangat terlarang. Kenapa hari ini aku melihat kejadian yang tak mungkin terjadi di tanah Abala ini. Lalu mereka semua menghilang dan tempat pertarungan itu menjadi sepi. Setelah beberapa lama aku mulai tenang karena pertarungan itu akhirnya hilang. Tapi tiba-tiba muncul cahaya di tengah tempat itu, muncul sesuatu dari dalamnya, itu terlihat seperti balasi tapi dengan ukuran yang tinggi dan besar. Dia menghampiriku dan aku ketakutan tidak tau harus berbuat apa. Dia menghampiriku dengan membawa sebuah..... "


Methas : " Catatan ini terhenti, mungkin kita harus mencari sambungannya. "


Edhial : " Aku tidak menyangka ternyata perang pernah terjadi di tanah Abala ini. Aku kira hanya manusia saja yang pernah melakukan perang. "


Edhial : " Tapi ayah, jika pohon Haladal bisa berbuah, kenapa selama kita di sini saat melakukan pencarian, kita tidak menemukan buahnya satupun. "


Methas : " Pohon Haladal adalah satu dari dua pohon suci di alam semesta, penopang poros dunia, jadi sifat pohon ini sangatlah unik, terutama ketika berbuah. Pohon ini berbuah setiap satu zaman bintang gizala atau sama dengan setiap satu juta tahun gizala, namun kapan tepatnya akan berbuah, tidak ada satupun yang tau. Tapi pohon ini akan memunculkan ciri-ciri yang bisa dilihat ketika sedang berbuah. "

__ADS_1


Edhial : " Bagaimana bentuk dari ciri-ciri tersebut, apakah kamu tau? "


Methas : " Tidak ada satupun yang tau kecuali raja dari kerajaan Haladal, untuk saat ini yang bisa mengetahuinya adalah raja Makalat. Tapi di usianya yang ke 400 tahun gizala ini, raja Makalat belum pernah melakukan penjagaan di puncak pohon Haladal. "


Edhial : " Penjagaan? Untuk apa? "


Methas : " Bila raja Haladal melakukan penjagaan di puncak pohon ini, artinya sang raja baru saja melihat ciri-ciri pohon ini akan berbuah. Menurut sejarah, penjagaan buah pohon ini selalu dilakukan bertepatan oleh Raja yang melihat ciri-cirinya, dan selalu dilakukan di setiap satu zaman bintang gizala. Bisa saja raja Makalat punya kesempatan untuk penjagaan dan bisa saja tidak. Tapi setelah kita menemukan informasi sejarah yang baru kita dapat ini, semua menjadi sangat masuk akal, mungkin ini dilakukan untuk mencegah kejadian Madail dan Hadawi agar tidak terulang lagi. Penemuan ini sangat menguatkan teori kita bahwa kejadian Madail dan Hadawi adalah kisah nyata. "


Edhial : " Tapi bukankah semua balasi di sini hanya percaya bahwa cerita ini hanya dongeng dan tidak nyata. Tapi di sisi lain sang raja melakukan penjagaan seolah olah dia tau bahwa pada masa lalu pernah terjadi hal yang tidak diinginkan yang terjadi mada Madail dan Hadawi. "


Methas : " Pemikiranmu ada benarnya anakku, sepertinya seluruh raja yang pernah ada, mereka tidak memperkenankan rakyatnya untuk mengetahui sejarah lengkap yang terjadi di puncak pohon Haladal ini. Mungkin ini dilakukan agar tidak ditiru dan tidak dipikirkan oleh rakyat kerajaan Haladal, sehingga tempat ini lebih aman dari sebelumnya."


Edhial : " Lalu apa yang terjadi setelah penjagaan, kemana buah-buah ini perginya? "

__ADS_1


Methas : " Tidak ada yang pernah tau, tapi ada rumor yang menyebutkan buah ini hanya tumbuh dalam waktu satu hari setelah itu buahnya menyusut kembali ke dalam pohon Haladal ini. "


Bintang gizala mulai menuju garis gelap. Kami berkemas menuju pesawat vertikal. Akhirnya setelah kami menemukan penemuan bola data itu kami berhenti untuk pulang menuju kamp yang ada di akar Haladal. Untunglah pesawat vertikal zaman ini sudah mempunyai banyak kemajuan sehingga hanya butuh dua jam untuk menuju akar Haladal. Dan kami akan kembali dan melanjutkan lagi penelitian esok hari.


__ADS_2