Tantangan Hidup

Tantangan Hidup
Mia Bercerita


__ADS_3

Pagi harinya..... di kampus Nana


Nana dan Mia sedang asik bercerita dan bercanda tawa. Tiba - tiba ada seorang lelaki dan perempuan berjalan menghampiri mereka berdua.


"halo Nana, Mia, " sapanya pada Nana dan Mia. "Hai Lin, siapa tuh gebetan baru atau pacar baru, " goda Mia bertanya pada Lintang (perempuan yang menghampiri Nana dan Mia).


"bukan tuh, ni sepupuku kenalin namanya Kevin Yuhan Yuanda," kata lintang.


"vin ini temenku, yang itu Nana dan ini Mia," tambah lintang ganti memperkenalkan temannya.


"oh ya Mi, nanti walimu siapa? " tanya Nana pada Mia. "mungkin kakakku kalau mau dateng dianya, " jawab Mia.


"oh..... " kata Nana ber 'oh' ria.


"nanti pujaan hati dateng kok santai aja, " kata Lintang mengoda Nana. "pujaan hati? siapa sih? " tanya Nana pura - pura tidak tau.


"jangan sok lopa ingatan deh, jujur aja kalik cuman kita - kita kok yang denger. Ya gak sih?" kata Lintang terus mengoda Nana.


"Lin apaan sih? jangan bercandalah gak lucu," kata Nana dengan rona merah di pipinya.


"hei, gak ngelawak ya, " kata Lintang memberi peringatan.


"hallo my friends, " sapa seorang pria yang lagi - lagi hansome. "hallo brother, how are you today?" jawab Mia.


"oh.... i'm fine , why why ? kenapa mukanya ditekuk nih? " tanya pria itu lagi. "gak papa kok kak, masalah para gadis.... ha - ha - ha, " jawab Mia dengan tawa canggung nya.


"para gadis.... ngeributin cowok, " jawab kevin.


"haha gadis jaman sekarang bro, " kata pria yang dipanggil kak oleh Mia.

__ADS_1


"oh ya, kenalin ini kakak kandungku panggil saja Sean, " kata Mia memperkenalkan kakanya. "kak ini temenku, tau kan ini yang itu Lintang, " kata Mia.


"nih juga kenalin ini... " kata Sean akan memperkenalkan pria di sampingnya tapi keburu dipotong orang lain. "dah tau, itu namanya Esson Na, " kata Lintang yang berhasil memotong perkataan Sean.


"gak sopan, motong perkataan orang dewasa," kata Sean sambil melotot kearah Lintang.


"bukan dewasa kalik dah tua tuh, " gumam Lintang berhasil didengar oleh Sean.


"katakan sekali lagi!!!!! " kata Sean dengan penekanan disetiap kata - katanya dan ekspresi membunuhnya yang luarbiasa.


'aduh.... harusnya tau nih kan adiknya sabuk hitam masak kakaknya gak sih, bagaimana nih bisa - bisa gengster lagik, ' batin Lintang dalam hati dengan ekspresi ketakutan terlukis diwajah imutnya.


"maaf... maaf kak, " kata Lintang dengan tersenyum sedikit ragu. "huh, " gumam Sean lalu memalingkan kepala kearah yang berlawanan dari wajah Lintang.


"udah yuk masuk dulu, tuh dah dipanggil, " kata Esson menenangkan. "kita duluan ya, " pamit Kevin lalu berjalan bersama Esson dan Sean.


4 jam 30 menit kemudian....


"gak kenal tuh, tapi ada satu orang yang kukenal kayaknya, " jawab Sean. "siapa tuh, penasaran nih, " kata Lintang.


"ih, si lancang" kata Sean sambil menatap Lintang. "ngapain sih, ngatain orang seenak pusarnya sendiri, " kata Lintang yang merasa diejek oleh Sean.


"ngrasa ya nyah, " kata Sean lagi. "jangan bertengkar terus , nanti jadi cinta loh, " kata Nana dengan senyum jahilnya.


"apaan sih gak sudi punya pacar narsis, " kata Lintang dengan emosi. "emangnya gur sudi apa, gak sudi lah gak level sama cewek lancang, " kata Sean masih melotot kearah Lintang.


"hem" sedikit senyum terukir diwajah Esson.


"akhem..... mari ucapkan selamat pada Nana kita, " kata Sean dengan tampang sok coolnya

__ADS_1


"kenapa? " tanya Mia bingung.


"selamat ya Nana atas peringkat 10 besarnya," kata Kevin pada Nana, " sambil bengulurkan tangan untuk menyalami.


"apa!?!?!???" teriak Nana tidak percaya, alhasil Nana mengabaikan uluran tangan dari Kevin. Kevin pun hanya bisa pasrah dan menarik tangannya kembali lalu kembali ketempat semula.


"hei kak Ray peringkat berapa? " tanya Lintang pada Esson atau Rayhan. "peringkat 7," jawabnya singkat.


"wow na! luarbiasa, aku merasa bahwa semua keluargamu itu cerdas dan hebat ya, " kata Lintang yang terkagum - kagum.


"gak juga kok, " kata Nana merendah.


"masak sih? betul mi? " tanya Lintang kepo.


" ya begitulah tapi kalau dikata sederhana juga engak, " kata Mia. "ngak sederhana coba cerita, " kata Lintang antusias.


lalu mereka memilih bangku yang ada di taman untuk 6 orang 6 kursi.


"ayo dong Nana gak ngasih tau, Mia aja yang cerita, " kata Lintang masih antusias, tak berbeda dengan Lintang 3 pria lainnya pun sangat antusias mendengarkan cerita Mia.


"aku kenal Nana di indo, dulu kami satu universitas. Karena aku marah sama orang tua ku aku memutuskan terbang ke indo tinggal bersama nenek walau nenk itu cuman saudara sepupu nenek ku tapi dia baik banget. " kata Mia lalu ia mengambil nafas.


"terus?..... " tanya Lintang.


"ayah Nana itu salah satu pendiri perusahaan Andna group, ibu Nana berkerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Nana memiliki seorang nenek dan kakek juga seorang kakak laki - laki yang hanya beda kalau gak salah sih 6 tahun. Nenek Nana meninggal saat Nana berumur 8 bulan, lalu dihari ke-100 meninggalnya nenek, kakek dan juga kakak laki-laki Nana pindah ke Amerika. Nah di Amerika inilah kakek dan kakak Nana mendirikan perusahaaan dan anehnya sampai sekarang nama perusahaannya Nana pun gak tau.


Disaat Nana berusia sekitar 10 tahun ayah Nana mengalami kecelakaan karena frustasi, ayah Nana banyak terlilit hutang. Setelah ayahnya meninggal ayahnya mewariskan hutang yang menggunung karena ia dibohongi oleh kliyen. Akhirnya ibu Nana memutuskan untuk menjual rumah serta aset - aset perusahaan sampai akhirnya jatuh miskin. Setelah ini Nana dan ibunya hanya bisa tinggal dikontrakan yang kecil dan kotor. Karena mengurusi masalah suaminya ia hampir tidak berkerja selama 1 bulan, bolak balik ke pengadilan sangatlah melelahkan.


Sampai pada akhirnya ibu Nana bisa berkerja seperti biasanya. Ibu Nana sudah berkerja kurang lebih 1 minggu setelah kejadian itu, saat hari ke -8 dilaksanakan lah oprasi besar. Keluarga dari pasien adalah keluarga kaya dan berpengaruh di kota magelang, maka rumah sakit mewajibkan oprasi besar ini harus berhasil. Penanggung jawab dari oprasi adalah ibu Nana, oprasi dilaksanakan dengan sempurna bahkan pasien sudah pulih dari masa kritis. Tapi pada saat inilah Tuhan memberikan ujian, detak jantung dari pasien makin melemah ini tidak dikatakan kritis. Akhirnya Tuhan berkehendak lain, pasien yang bernama lengkap Andre Suharjo ini meninggal dunia. Analisis dari dokter fonersik Andre meninggal karena jantungnya yang tidak kuat akan mental. Tapi pihak keluarga menyalahkan dokter yang tadi melakukan operasi. Pihak rumah sakit dengan terpaksa memecat ibu Nana dan seluruh pasien yang ikut bertempur dalam operasi. "

__ADS_1


****


Terimakasih ya udah mampir, jangan lupa dilike dan ditambahkan ke favorit ya. Cerita tentang keluarga Nana masih panjang loh, nantikan di eps selanjutnya.... πŸ™‚πŸ‘‹


__ADS_2