
'Tok.... tok... tok... ' suara pintu diketuk. "iya sebentar," kata nana semberani membuka pintu.
"Hallo nana, how are you?" tanya seorang perempuan yang tak lain adalah sahabat nana
"fain, kenapa kesini?" tanya nana masam.
"ayolah zayang kita bicara baik - baik," kata perempuan itu sambil menarik nana masuk kedalam rumah. "Bagaimana? kamu udah dapet kerja?" tanyanya.
" sudah, sementara ini jadi pengacara," jawab nana. "Oh ya ampun nana sayang cepet banget sih," kata sahabat nana yang bernama Mia itu.
"Ya iya lah nana gituloh," kata nana dengan pdnya. "btw jadi pengacaranya siapa nih?" tanya sahabat nana lagi semakin kepo.
"itu loh si dingin," kata nana. " hah dingin siapa?" tanya Mia penasaran. " oh.... atau jangan - jangan kamu gak mau bilang.... naksir ya.... cie.... nana ku udah dewasa sekarang," goda Mia pada nana.
" gak kok siapa yang suka, itu loh kris Huang," kata nana mengelak. "hah kr...... kris.... kris Huang, CEO muda nan tampan dari group Huangnan," kata Mia kaget dengan suara yang terbata - bata dan mulut yang ternganga.
"Ha'a kenapa? gak bisa biasa apa?" kata nana yang heran dengan sahabatnya. "kamu gak tau apa **** sih, idaman semua wanita. Kabar nya ia itu belum pernah tidur dengan wanita manapun," kata Mia menjelaskan.
"idih... kamu ni ya orang sini ma jaman sekarang mana ada yang bersih," kata nana dengan mulut nyingir nya. "oh... jadi kamu gak bersih dong," kata Mia tanpa basa basi.
"Hah ya bukan aku kalik,aku kan orang asli Indonesia , jadi aku masih bersih," kata nana mengelak dengan segala cara. "Pria itu juga orang indo kok, jadi dia masih bersih dong," kata Mia dengan senyum liciknya.
"Apa! orang indo yang bener aja," kata nana kaget. "Bener, blasteran sih indo - usa," kata Mia menjelaskan kepada nana.
__ADS_1
"oh.... masih orang sini juga pantesan," kata nana yang membayangkan masa lalu. "kenapa?" tanya Mia yang termasuk golongan kepo tingkat dewa.
"oh... tadi dia pakek bahasa indo, art nya
juga," kata nana menjelaskan pada si kepo.
"nah tu kan masih darah indo," kata Mia meyakinkan nana.
"ya.... ya.... ya.... gue sih gak peduli, yang gue peduliin dia itu kliyen gue, gue berkerja untuk nya," kata nana yang sudah kalah bicara.
"jadiin dia gebetan lah," kata Mia lagi gak mau menyerah.
"gue gak sudi, kutub Selatan jadiin gebetan amit - amit ya, aduh.... kayak langit dan bumi tau ngak," kata nana yang semakin kesal. "heleh coba dulu siapa tau kutubnya bisa mencair," kata Mia yang berusaha membujuk.
"ilih...... makin ilfil aja ni gue," kata nana yang jijik dengan Mia. "jangan bilang ilfil lah nanti jadian lo, dulu juga pernah," goda Mia. "lo itu yang pernah," kata nana sebal.
"ya ampun, lo jahat banget tau gak. ni ya gue itu orang baik - biak," kata Mia . "baik dari mana? dari hongkong?" kata nana emosi.
"na lo gak boleh gitu lah, cinta gak bisa dimengerti lo ya," kata Mia yang berlagak kasihan. "seumur - umur belum pernah ngrasain yang namanya pacaran gue," kata nana merajuk.
"ya to... ya lah..., " kata Mia. " gangu aja, lebih baik ni ya gue saranin lo pergi," kata nana mengusir halus.
"gangu! jagan gitu lah sayang, ni gue bawain makanan kesukaan lo," kata Mia sambil menyodorkan paper back. "dari mana gue suka ni kue, dari dulu aja gue gak suka," kata nana yang acuh.
__ADS_1
"kan lo suka telor, nah kan ni kue ada telornya jadi lo pasti suka," kata Mia menjelaskan. "ada krimnya endak?" tanya nana mengetes.
" ada dong suka kan?" kata Mia yng senang karena tidak sia - sia dia membawakan kue untuk sahabatnya itu, yang pasalnya kalau Mia membawa kue nana tidak selalu mau makan kue pemberiannya. "ni ya lo gak tau gue aja, gue gak suka dengan yang namanya krim," kata Mia manyun.
"hah.... lo gak suka krim, terus ni kue bagaimna dong?" tanya Mia yang langsung kecewa dengan jawaban nana. "ya lo makan aja sendiri," kata nana yang mulai sebal dengan tingkah laku Mia.
"emh... jahat banget sih," kata Mia. "belajar lah gue jadi jahat," kata nana dengan senyum sinisnya. "ilih, masih mimpi aja," kata Mia. "harus dong yang namanya milik gue harus gue rebut, " kata nana dengan semangat yang membara. "kalau lo punya kriss pasti lancar," kata Mia, yang mengingatkan nana kepada pria yang dingin kayak kutub Selatan itu. "lo jangan bahas apapun yang berhubungan dengan si dingin," kata nana dingin.
'oh... mama suhunya berubah mom,' batin Mia yang mulai ketakutan.
πΈπΈπΈ
#Prolog Mia
Mia memiliki nama asli Mia Yuhastari.
Mia Yuhastari adalah seorang kelahiran Indonesia. Berkebangsaan indonesia. Tapi blasteran Indonesia Belanda. Dengan postur tubuh yang tingginya sekitar 172 cm itu terlihat sangat ideal. Kulit putih, mata coklat, rambut pirang. Orang yang berprestasi mendapatkan penghargaan dibidang kesenian, pandai mengambar,bermain alat musik seperti piano, guitar, dan biola. Kalau kalian dengar dia main tu yah, saya jamin kalian mabuk sampai keluar tu kuah mulutnya. Sudah lama tinggal di Amerika. termasuk temen deket nya nana, anak orang kaya pastinya, penerus usaha keluarganya bahkan penerus tunggal.Juga ambil jurusan pengacara walupun pintar kesenian, karena pengacara adalah mengikuti jejak ibunya yang seorang Jaksa. Bisa beladiri whusu tapi tak sehebat taekwondo nana. Orang yang irit tidak memandang rendah orang lain. Cantik, sopan , baik hati, tapi sedikit brutal, dan bebas. Mungkin segitu dulu lah... kalau kurang nambah lagi. duadah..... suayang....
ππππ
Terimakasih yang sudah mampir ke novel sayaππ Jangan lupa Likeπdan favorit β€
Terimakasih.... sampai bertemu di episode selanjutnya.... da.. da... ππ
__ADS_1