
Karena Nana takut ia langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan Presdir sekaligus CEO itu dengan cepat kilat selagi bisa. 'haduh gawat tuh orang, serem amat. preman di indo aja kalah, apalagi aku yang hanya kariawan biasa nan miskin ini.... haduh.... ' batin Nana ketakutan sambil berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai 31 itu.
****
Di kantor Nana
"Serem amat tu bos qu, " gumam Nana karena takut setengah mati dengan presdir sekaligus CEO dari Hunagnan Group.
'tok...... tok....... tok...... '
"permisi, " terdengar suara perempuan dari balik pintu.
"masuk, " jawab Nana dari balik pintu.
"halo nona saya asisten anda perkenalkan, saya diutus oleh presdir Huang, " kata perempuan yang mengaku asisten Nana.
"oh.... siapa namamu? " tanya Nana pada perempuan ber rambut coklat ikal itu.
"nama saya Lilyana, biasa dipanggil Lily, " jawab asisten itu yang ternyata bernama Lily.
"ok, panggil saya Nana saja gak usah pakek nona - nona segalak, " kata Nana.
"baik, tapi.... presdir kata saya harus memanggil anda dengan embel - embel nona," kata Lily polos.
"kalau diluar pas kerja panggil nona gak papa, tapi kalau pas gini - gini gak ada kerjaan atau dikantor panggil Nana saja, " kata Nana menjelaskan panjang lebar kali tinggi.
'tok...... tok.... ' terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Nana.
"ya, masuk, " jawab Nana dari dalam.
"kasus baru Na, " kata seorang pria yang berjalan masuk kedalam ruangan dan menyerahkan map kepada Nana.
"kasus apa? " tanya Nana pada pria itu yang tak lain adalah asisten presdir (Ray).
__ADS_1
"penyeludupan barang ilegal, " jawab Ray.
"pergi dulu ya, pelajari berkasnya. Sidangnya 2 hari lagi, "kata Ray lalu beranjak pergi dari ruangan Nana.
" penyeludupan barang ilegal? " gumam Lily yang kurang mengerti dengan keadaan sekarang.
Nana memeriksa berkas itu dengan seksama.
"haduh.... harus minta tolong kakak nih, " kata Nana yang panik.
"ada apa Na? " tanya Lily yang kali ini tidak menggunakan embel - embel nona saat memanggil Nana.
"penyeludupan barang dari Italia, " kata Nana menjawab.
"hah? maksudnya apa? " tanya Lily (dasar IQ rendah).
"huh.... ada orang yang melaporkan perusahaan Hunagnan kita menerima penyeludup barang dari Italia, " jawab Nana merasa bahwa asistennya ini kurang genap.
"aduh..... yang namanya tuduhan itu harus disangkal dong, polos amat sih, " kata Nana sebal.
"oh... gitu ya, " kata Lily sangat polos.
"enggak!!!!" jawab Nana sebal, memang Nana bukanlah tipe penyabar seperti kariawan baru pada umumnya.
"kamu lulusan pengacara kan? " tanya Nana pada asistennya.
"ya saya lulusan pengacara tahun kemarin, " jawab Lily pasti.
"tahun kemarin! dari Universitas mana? " tanya Nana lagi.
"universitas Xxxx" jawab Lily
"ya universitas nya lumayan sih, tapi kamu kok kayak bagaimana gitu ya? " kata Nana yang gak mau menyinggung Lily karena Lily itu kayak orang o'on. "ya mungkin, saya bukan orang yang pintar seperti teman sebaya saya. Daya pikir saya sangat lambat, saya ada disini mungkin melalui koneksi. Saya kan anak tunggal jadi saya memang sangat dipentingkan di keluarga saya..... keunggulan saya hanya daya konsentrasi yang tinggi, " kata Lily sambil menundukkan kepala, minder mungkin.
__ADS_1
"biasanya orang dengan daya konsentrasi yang tinggi itu sangat pintar dari pada teman seusianya, " kata Nana yang merasa heran, daya konsentrasi tinggi itu seharusnya orang jenius. Bahkan Nana sendiri daya konsentrasinya cuma 20 % kan sedikit banget
"yah, kata temen dulu sih gitu. Tapi aku anak yang gak berguna jadi aku tidak pintar seperti kakak sepupuku. Kakak sepupuku itu EQ dan IQ nya tinggi, sedangkan aku IQ nya paas - pasan, EQ ku juga rendah, " kata Lily terukir jelas di wajahnya ada rasa penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
"oh.... gitu, kamu gak boleh minder dong kamu kan punya kelebihan , jadi gunakan lah kelebihanmu itu jangan mudah pasrah dan menyerah. Disini sekarang beda, aku atasannmu aku bukan orang yang mengejekmu, kamu bisa anggap aku ini sebagai teman kamu, " kata Nana memberi nasehat kepada Lily yang putus asa.
"tapi kita beda, kamu atasan ku aku bawahan mu, kamu lulus kuliah dari universitas ternama aku cuma dari Universitas bawah, IQ mu tinggi gak seperti aku, kamu cantik gak seperti aku yang jelek dan konyol ini, " kata Lily , airmatanya tidak dapat dibendung lagi.
"sudah lah, kita berdua sama kok.(Nana berdiri dari duduknya)sama - sama manusia, sama - sama perempuan, sama - sama makan nasi kan, kerja di perusahaan yang sama lagik. Kamu harus kuat agar kamu bisa membuktikan kepada mereka yang selalu mengejek kamu yah, " kata Nana menenangkan Lily yang menangis terisak.
****
**Terimakasih udah mampir jangan lupa di like dan berikan komentarnya ya.
Selamat hari raya idul fitri....
Minal aizin walfaizin , mohon maaf lahir dan batin๐๐๐
Oh iya, author pamit beberapa minggu dulu ya... Thor nya gak update. Bulan depan Thor baru update, paling engak nanti Thor libur 3 minggu untuk tidak update....
Maaf ya semuanya๐๐๐Thor sibuk banget..... masih harus ngurusin sekolah walau lagi dirumah aja nih....
Stay at home aja yah, jaga diri lagi pandemi soalnya.
Terimakasih untuk yang mampir ke Novel ku ya, maaf kalau ceritanya membosankan karena ini novel pertama yang kutulis..... baca juga chat story ku ya yang berjudul benci ayah .... terimakasih
Terimakasih.....
Arigatou gozaimasu......
Khamsamida.....
Thank you**....
__ADS_1