
Perjalanan sekitar 30 menit telah berlangsung dan sekarang mereka berdua sudah sampai tujuan.
"tunggu disini ya , aku beli tiket dulu, " kata Rayhan lalu beranjak ke loket. "ok, " jawab Nana yang fokus dengan taman hiburan itu tanpa memperhatikan apa yang dikatakan Rayhan.
Setelah beli tiket Rayhan langsung menghampiri Nana. "yuk masuk, " ajak Rayhan pada Nana. "ok,,,,, oh... eh,,,, tiketnya? kita belum beli tiketkan?" tanya Nana pada Rayhan dengan buru - buru.
"lo gak dengerin gue ngomong ya?" kata Rayhan kesal dengan Nana. "Denger kok," jawab Nana cemberut .
#RAYHAN
gue kesel sih dengan ni perempuan diajak ngomong gak merhatiin, dikritik malah cemberut. Harusnya gue yang kesel kok malah dia sih yang cemberut, apa semua wanita itu begini? Hadeh wanita memang menyusahkan ples menyebalkan.
" kalau lo denger apa yang gue omongin tadi?" tanyaku pada Nana, ngets ni. Gue yakin ni perempuan gak dengerin gue. "um..... kamu mau ke toilet, " jawabnya dengan polos, memang sih wajah polosnya bisa mencairkan hati gue yang dingin ini.
"gila ni cewek, linglung banget sih lo," kataku yang sangat sangat sebal dengan Nana, siapa cobak yang gak emosi menghadapi orang linglung. Walau ia imut tapi ini keterlaluan woy, dia berhadapan dengan ku baik aku gak marah, kalau gue marah sudahku tendang sampai Australia sana.
"iyah.... maaf, yuk masuk," ajak Nana yang mengalihkan pembicaraan. "maaf!! apa gunanya penjara?" gumamku geram.
#NANA
__ADS_1
Setelah selesai bicara panjang lebar tentang kecerobohan ku , kami berdua pun masuk ke taman hiburan dan berkeliling. Taman hiburan ini sungguh indah dan megah pasti bayarnya mahal. Gak papa kalik ya dibayarin sama orang kaya, bukannya aku ini matrelitas tapi kan perempuan itu perlu perhatian nah ini lah cowok yang tepat. Sebenarnya aku suka yang lebih sederhana, seperti pria itu masak buat aku kek, ya walau makananya gak enak pasti aku bilang enak.
Kami berjalan dengan bercanda ria ditaman hiburan ini. Setelah capek berkeliling taman hiburan yang luasnya sekitar 800 m² itu. Kami duduk dikursi terdekat sambil memandang orang yang berlalu lalang.
#AUTHOR
"Capek?" tanya Rayhan pada Nana. "iyah, " jawab Nana singkat sambil memandangi bianglala yang agak jauh dari tempat duduk mereka.
"mau naik itu?" tawar Rayhan, seperti menawari anak kecil yang merajuk. "emm... gak kok, mungkin, " jawab Nana ragu.
"yakin kamu gak mau?" tanya Rayhan memastikan. "gak," jawab Nana singkat. "kalau mau naik ayuk, naik bersamaku," ajak Rayhan yng sendari tadi memperhatikan bibir mungil Nana yang komat - kamit.
Akhirnya mereka naik bianglala berdua. "Bagus ya pemandangannya," kata Rayhan mengajak ngobrol Nana. "iyah, indah banget, " jawab Nana yang diajak bicara.
Waktu telah menunjukkan jam 14.00
"uh.... hawanya sejuk banget," kata Nana dengan mata yang berbinar - binar. Karena hawanya sekarang sedang mendung.
"Kamu senang?" tanya Rayhan yang sendari tadi memandangi wajah Nana dan tidak berpaling sedikitpun. "iyah seneng banget," jawab Nana antusias, yang sekarang wajahnya telah menoleh ke Rayhan , padahal tadi ia sedang melihat keluar kaca bianglala.
__ADS_1
"yah, tetaplah bahagia seprti sekarang ini, seperti detik ini Nana, " kata Rayhan dengan membelai rambut Nana, dengan bibir yang tersenyum tipis. "ok,,,, emangnya kenapa?" tanyanya pada Rayhan.
"gak papa kok . cuman aku takut kehilangan kamu yang polos ini," kata Rayhan yang seketika membuat wajah Nana merona. "ah... santai aja kalik, kita kan best friend gk bakalan kok gua ninggalin lo," kata Nana yang menahan wajahnya yang merona.
"kamu malu ya?" tanya Rayhan yang merasa imut dengan tingkah laku Nana. "gak papa kok, cuman terharu aja," kata Nana dengan menundukkan kepalanya. "masak sih, boong," kata Rayhan mengoda Nana.
"gak kok, oh ya besok ada waktu engak?" tanya Nana pada Rayhan. "gak ada besok aku harus kerja," jawabnya pada Nana. "okh, gak papa. Oh ya berapa umurmu?" tanya Nana.
" kepo banget sih, umurku 28 tahun, " jawabnya. "28 dah tua ya? kok mukanya masih muda?" gumam Nana. "kenapa? heran?" tanya Rayhan.
"gak kok cuman tanya aja," jawab Nana yang merasa malu, karena ia terlalu agresif dengan Rayhan.
🌸Rumah Nana
Rayhan mengantarkan Nana kerumahnya. "jaga diri baik - baik ya," pesan Rayhan pada Nana. "makasih banyak untuk hari ini," kata Nana berterimakasih. "ok.... dadah see you," kata Rayhan lalu beranjak pergi. "see you too," jawab Nana sedikit berteriak.
🌺🌺🌺
Terimakasih kakak telah mampir ke novel saya🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa ya berikan dukungan kalian, beri like 👍 beri saran di kolom komentar ya kakak semuanya. Thanks, good bay 👋👋