
Sidang pun telah usai. Ini sidang pertama untuk Nana, pengalaman pertama untuknya. Dan dari sidang yang pertama inilah ia berhasil memenangkannya, memang benar apa kata orang Indonesia usaha tidak akan menghianati hasil.
#NANA
Aku sangat senang dengan hasil yang ku capai, aku tak pernah menyangka ini akan terjadi padaku. Harapan yang sangat besar dalam hidupku. Memang usahaku tidak sia - sia, ku luangkan waktu yang begitu besar, uangnya pun lumayan. Bukannya aku ini mata duitan ya, tapi aku butuh uang untuk menyambung hidupku.
#AUTHOR
"ukh.... akhirnya, lega banget dah, " gumam Nana dengan bahasa indo gaulnya. "Terimakasih nona atas kerja kerasnya, " kata kriss sambil mengulurkan tangannya.
"iya tuan, terimakasih kembali sudah mempercayai saya, " jawab Nana sambil membalas uluran tangan Kriss disertai senyum manisnya.
'sungguh manis... luar biasa, ' gumam Kriss didalam hati. "Terimakasih , saya akan transfer uangnya, " kata Kriss lalu ia beranjak pergi dengan asistennya.
Nana masih saja melihat punggung Kriss yang membelakangi nya, berjalan terus menjauh meninggalkannya sendirian.
"yeah..... hari ini harus rayain keberhasilan yang pertama kalinya, pengalaman pertama, sunguh pertama kalinya, " kata Nana berteriak tidak jelas seperti orang kesetanan.
Nana berjalan menuju restoran yang berseberangan dengan kantor pengadilan. Rencananya ia akan makan dengan Mia dan Kak Rayhan.
"Hallo Mia, sudah lama? " sapa Nana kepada gadis yang sedang duduk sendiri disudut pojok restoran. "gak kok baru aja nyampek, " jawab Mia.
__ADS_1
"Mana kak Rayhan? " tanya Nana pada Mia. "ciee.... yang kangen ni yee..., " goda Mia. "apaan sih Mi, " kata Nana dengan muka yang memerah karena malu.
"tu... tu kan bener,,,, kan... kan dah jatuh cinta tu ama si Rayhan, " goda Mia yang sukses membuat muka Nana panas merah seperti tomat. "ah... Mia gak asik lah, " kata Nana yang mulai sebal.
"kenapa sih suayangkuh? katanya kak Rayhan ada rapat penting , jadi gak bisa datang dianya, " kata Mia menjelaskan. "oh, " kata Nana singkat.
"ya kan.... rayain berdua saja. Kalau ada waktu nanti sama - sama dirumahnya kak Rayhan, " kata Mia semangat, siapa cobak yang gak semangat untuk makan geratis.
Tapi sebaliknya Nana merasa ada yang kurang tanpa kehadirannya Rayhan. author; tukan buih cintanya tumbuh... memang udah dewasa ni sayangkuh :)
"oh.. yah, gue kepo nih. Kok lo ingin ngrayain sih? kan lo itu biasanya hemat, sehemat - hematnya," tanya Mia yang merasa bahwa sahabatnya ini berbeda.
"iya, kan ini untuk pertama kalinya aku jadi pengacara, sekalian pertama kalinya aku traktir orang lah, " kata Nana senang. "emang ni ya, lo gak bisa ditebak, " kata Mia yang terlalu semangat untuk makan besar.
"Lo hargai gue lah, pertama kalinya loh, " kata Nana yang mau dipuji. "iya pertama kalinya pasti rasanya sama aja, " kata Mia dengan mukanya yang manyun.
"jangan manyun lah, ngrusak suasana aja, " kata Nana membujuk Mia. "ok.. ok kita makan sekarang, " kata Mia yang gak betah nahan laper.
β Keesokan harinya....... (09.00)
'tok..... tok....... tok....., ' terdengar suara pintu kos nana diketuk.
__ADS_1
"iyh,,,,,,, bentar, " teriak Nana dari dalam rumah dan langsung membukakan pintu untuk menyambut tamu.
"eh,,,, mas nya yang kemarin ya? ada apa? " tanya Nana yang melihat orang yang ada di depannya adalah bawahannya Kriss. "iyh, saya disini disuruh oleh Tuan Huang untuk memberikan riwet tambahan dan menawari anda untuk berkerja sebagai asisten pengacara perusahaan kami, " kata pria itu menjelaskan kepada Nana dengan panjang lebarnya.
"oh,,,,,,, kalau boleh tau itu perusahaan apa ya?" tanya Nana yang sebenarnya sudah tau bahwa itu perusahaan Huangnan tapi untuk memastikan saja.
"itu perusahaan Huangnan,,,,, kalau anda berminat, " kata pria yang sendari tadi hanya berdiri dan tidak dipersilahkan untuk duduk. (gak duduk gak pegel apa ? lama banget ni jawabnya, pegel dah kakik gue :l )
"oh,,,,, Huangnan. Tapi untuk sekarang belum bisa, " jawab Nana ragu. Karena sebenarnya Nana sangat menginginkan perkerjaan ini tapi ia mau menunggu lulus kuliah dulu kan tinggal dua minggu lagi.
"ok, ngak papa bisa dipikir - pikir dulu, " jawab pria itu. "um..... tapi saya nunggu lulus kuliah dulu ya, supaya dapat sertifikat pengacara pasti cuma dua minggu kok, " kata Nana menjelaskan kepada pria itu agar tidak salah terima tentang perkataan Nana.
"ok, nanti saya koordinasi sama Tuan Huang, " jawab pria itu lalu beranjak pergi. Jelas tau lah Nana kalau pria itu hanya menuruti perintah dari seorang Kriss Huang, jangan sampai mengambil keputusan sebelum atasannya memerintahkan. Kalau sampai melanggar aturan dijamin nyawa jadi taruhannya, ya kan. Bigg Boss dari geng mafia yang terkenal...... oh yaampun emang ya berurusan dengan orang yang terkenal dan berkuasa itu tidaklah mudah. Apa - apa nyawa taruhannya, paling ringan kedudukan. huh!!!!
πΊπΊπΊ
**Terimakasih untuk kaka semua yang telah mampirππππππ
Jangan lupa ya tinggalkan jejak dengan likeπ dan komen nya. semoga kakak suka ya.
*Oh ya jangan lupa ya membaca novel saya yang lain berjudul ;Benci Ayah (bisa dibaca di noveltoon /mangatoon)
__ADS_1
Bergenre; Chat Story, Misteri, Horor
Terimakasih selamat membaca ***:)