
Di Restoran
Setelah makan besar mereka berenam pulang ke rumah masing - masing, ada yang sibuk sampai gak bisa pulang ke rumah.
Untuk Nana ia akan mengajukan kontrak kerja dengan perusahaan Huangnan Group sebagai asisten pengacara. Dulu ia pernah ditawari untuk berkerja sebagai asisten pengacara di Huangnan Group. Sebenarnya ia ingin berkerja di perusahaan milik Rayhan, tapi Rayhan sendiri sebagai presdir tidak menawarinya, lah Nana bisa apa? Mungkin perusahaannya tidak menerima pengacara kalik, kalau ia dimasukkan begitu saja kan kayak masuk melalui koneksi. Di Huangnan juga gak buruk kok sebenarnya.
Hari sudah mulai gelap Nana membersihkan badannya dan makan malam, ia sengaja membeli makan saat di restoran tadi karena geratis.... hahah ya gak lah bercanda kok. Ia masih senantiasa beribadah kepada tuhannya
hanya tuhannya lah yang wajib disembah.
Keesokan Hari nya.....
Di perusahaan Huangnan.
"Permisi, dimana ruang asisten Presdir? " tanya Nana pada resepsionis.
"oh..... ruangan asisten ya, ada urusan apa ya?" tanya resepsionis.
"sebenarnya ada urusan sama Presdir tapi melalui asisasistennya saja, " jawab Nana agak malu karena mencari Presdir sekaligus CEO group Huangnan.
"oh, ada dilantai paling atas lantai 32," kata resepsionis.
"terimakasih, " kata Nana lalu beranjak pergi masuk ke lift.
Setelah lama berada didalam lift, Nana akhirnya sampai di lantai paling atas atau lantai 32 yang ditunjukkan oleh resepsionis. Dilantai ini hanya ada satu ruangan yang menurut Nana sangat besar serta satu ruangan yang berukuran sedang.
Nana mengetuk pintu ruangan yang berukuran sedang itu.
__ADS_1
'tok,,,,,,,,,, tok,,,,,,,,,,, tok,,,,,,,,,,, '
" ya, masuk" jawab orang dari dalam.
"halo, saya mau bertemu dengan asisten Ray," kata Nana yang masuk kedalam ruangan dan melihat seorang perempuan yang duduk di kursi kerjanya. "oh asisten Ray, maaf dia sedang rapat bersama Presdir Huang, " jawab asisten wanita itu.
"oh gitu ya, kalau boleh tau selesai jam berapa ya? " tanya Nana . "mungkin jam 10 nanti, " jawab nya.
"ok saya tunggu saja cuman setengah jam juga, " kata Nana sambil tersenyum.
"duduk disitu dulu saja sambil nunggu Tuan Ray, " kata wanita berrambut pirang itu.
"ok baiklah," jawab Nana lalu ia duduk disova yang terletak disebelah kanan meja kerja kedua asisten presdir itu.
1 jam berlalu begitu cepat
"dah balik tuan? " tanya asisten wanita pada asisten Ray. "ya, " jawabnya singkat.
"eh, Nana ya? kenapa? " tanya Ray kepada Nana yang duduk disova. "aih.... soal perkerjaan tempo hari, " jawab Nana merasa bahwa asisten Ray tidak ingat dengan perkerjaan itu, serta terukir jelas diwajahnya kalau dia sedang lelah.
"ah..... ya sudah lah kalau gak ingat, besok saja lelah banget tu kayaknya, " kata Nana kepada Ray. "yah, tau sendiri lah habis meiting jadi asistennya Raja Neraka or Raja Yama harus...... " kata Ray yang sedang menghibahkan bosnya.
"akhem..... sedang seru ya? " tiba - tiba masuklah orang yang paling menyeramkan di perusahaan ini, alhasil memotong perkataan Ray. "he he, " gumam Ray, Crystal (asisten wanita), dan Nana.
"hem?? " gumam pria yang baru masuk itu. Diketahui ia bernama Kriss Huang atau juga dia adalah Presdir serta CEO Huangnan Group. "gak papa kok, ha ha, " kata Ray ragu.
"yakin? potong gaji!Na ikut aku, " kata Presdir bernama lengkap Kriss Huang itu. "Presdir!!! jangan potong dong, " kata Ray sedikit berteriak dan nada yang sedikit bergetar.
__ADS_1
"makannya jaga bicaramu, " kata Kriss berhenti sejenak lalu melanjutkan jalannya menuju ruangan CEO.
***
"Silahkan duduk Nona Vivian Na, " kata Kriss lalu ia duduk di kursi kebangaannya. "terimakasih, " jawab Nana dengan senyuman lalu dia duduk.
"terimakasih kembali telah datang, soal perkerjaan yang kutawarkan bagaimana? " tanya Kriss seolah - olah sudah tau bahwa Nana datang karena masalah perkerjaan.
"saya menerima perkerjaan sebagai asisten pengacara, " jawab Nana pasti.
"bagus, tidak hanya sebagai asisten tapi bisa juga menjadi pengacaranya. Temanku yang pengacara itu pindah di perusahaan Yang Yi di Beijing China, " kata Kriss santai.
"apa!? jadi saya pengacara tunggal? " tanya Nana kaget dengan pernyataan Kriss.
"begitulah, gajinya tidak mengecewakan kok yang penting kamu semangat dan dapat memenangkan kasus - kasus yang ada. Tau sendiri kan yang namanya terlibat dalam gangster itu tidak sederhana, aku berharap kamu bisa seperti temanku itu. Terimakasih kamu bisa balik ke ruang kerjamu yang dulu kau tempati, " kata Kriss menjelaskan panjang lebar kali tinggi.
"ta..... ta.... tapi, " kata Nana gagap.
"tidak ada tapi tapian, cepat keluar, " kata Kriss dingin dengan tatapan membunuhnya.
Karena Nana takut ia langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan Presdir sekaligus CEO itu dengan cepat kilat selagi bisa. 'haduh gawat tuh orang, serem amat. preman di indo aja kalah, apalagi aku yang hanya kariawan biasa nan miskin ini.... haduh.... ' batin Nana ketakutan sambil berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai 31 itu.
****
Terimakasih ya udah mampir ke novel aku๐๐๐ jangan lupa tinggalkan vote dan komennya. Di vote sebanyak - banyaknya ya....
Sampai berjumpa di eps selanjutnya๐๐
__ADS_1