Tantangan Hidup

Tantangan Hidup
Kartu kejutan untuk nana


__ADS_3

🌸sore harinya....


"Uh capek, dari tadi padahal gak kerja," gumam nana. "kamu tu ya gak mandiri banget," kata Mia. " hehe kan cuman hari ini, kan lo tau gue dipecat dari kerja," kata nana.


"makannya kerja yang bener," kata Mia sok menasehati. "kurang bener apa cobak, lo liat gue pontang - panting kesana - kemari gak kenal siang gak kenal malam, gak kenal capek ataupun susah. kurang berusaha apa cobak gue?" kata nana yang marah - marah karena diejek Mia. "iya sayangku gak usah merajuk," kata Mia membujuk nana. "hemh"


🌸malam harinya.... rumah nana


' tok..... tok.... tok...., terdengar suara pintu diketuk. Tak lama seorang perempuan membuka pintu itu. "cari siapa ya?" tanya perempuan itu kepada orang yang ada didepannya. "cari nana ada?" tanya orang tersebut. "ada, silahkan masuk aku panggil dia dulu, mau minum apa?" kata perempuan tersebut yang tak lain adalah Mia. "tidak usah repot, aku gak haus," kata pria itu.


🌸setelah beberapa saat.....


"eh tuan yang kemarin ya?" tanya nana pada pria itu yang tak lain adalah Esson.


"he em," jawab Esson. "cari siapa?" tanya nana lagi. "cari kamu lah terus siapa lagi," kata Esson. "kirain cari temanku," kata nana yang semberani duduk di sofa.


"ini terimakasih yang kemarin," kata Esson menyodorkan sebuah amplop berisi uang. "apa ini?" tanya nana emosi. "eits.... sabar ini ucapan makasih dariku," kata pria itu yang berusaha menenangkan nana.


"gue beri tau lo ya, walupun gue itu orang miskin gue gak makan belas kasihan orang lain, gue masih muda, masih kuat kerja. Gue saranin lo jangan kasihani gue lah, masih banyak orang yang gak mampu kerja diluar sana ,lebih baik lo berikan ke orang lain dah, gua gak butuh uang ginian," kata nana yang marah sambil meneteskan air matanya karena merasa diremehkan.

__ADS_1


"ya... maaf gue gak tau," kata Esson menyesal. "lo pikir kata minta maafmu itu penting apa!" kata nana marah pada Esson. "ya mungkin gak penting tapi kata maafmu untukku itu sangat penting bagiku," kata Esson hangat bak pria idaman semua wanita.


"heh! gak usah sok bersandiwara," kata nana jengkel dengan orang yang ada didepannya. "nana tenagkan pikiranmu, lo gak tau siapa yang lo hadapi pria di depan lo ini," kata Mia.


"Mia! gue gak peduli siapa dia, gue merasa dia meremehkan gue, gue bukan pengemis," kata nana yang ngomel. "nana jaga bicaramu, kamu akan habis jika tidak memandangnya," kata Mia yang takut dengan Esson, karena pasalnya Esson adalah orang yang berpengaruh di kota T yang mereka tinggali.


"gak kok gak kan habis. Sungguh... aku bersungguh - sungguh minta maaf padamu. Gini aja agar gampang, lo bisa minta apapun dari gue, tapi kesempatanmu hanya 2 kali permintaan," kata Esson yang menengahi pertengkarannya dengan nana.


"Okh, lo emangnya bisa pegang janji apa?" kata nana yang balik meremehkan. "lo gak lihat kalau gue orang berpengaruh, jadi lo bisa pegang janji gue," kata Esson.


"ya permintaan yang pertama, aku mau mendapatkan surat izin pengacara, bagaimana? bisa tidak?" tanya nana mengetes. 'kalau lo bisa bagus sekali, tapi kalau tidak, gue bisa remehin lo sesukannya,' gumam nana dalam hati .


"ok.... boleh kok ditunda, jawab Esson. " tapi harus jadi besok lo ya kartu izinnya" kata nana yang merasa bahwa Esson akan keberatan. "ok, gak masalah," jawab Esson pd. 'loh kok dia santai aja ya, siapa sih orang ini sebenarnya kayak gak ada yang susah dalam hidupnya, bak raja penguasa dumia,' batin nana dalam hati.


"na.... gue nginep disini ya malam ini," kata Esson pada nana. "hah! tapi.... " kata nana yang kaget. "kalau gak boleh gak papa kok," kata Esson yang merasa ditolak nana.


"maaf..... apakah kamu ini CEO group sessonna?" tanya Mia pada Esson. "iya perkenalkan nama ku Esson Na, bisa dipanggil Esson... juga bisa nama indonesiaku Rayhan," kata Esson menjelaskan. (enak pakek Esson atau Rayhan ya?) (Rayhan aja kalik ya. Ya deh yuk pakek nama Rayhan aja.)


"oh... namaku Mia Yuhastari, biasa dipanggil Mia mau nama usa atau indo sama," kata Mia menjelaskan kepada Rayhan.

__ADS_1


"ok, kamu siapa namamu?" tanya Rayhan pada nana. "aku nana," jawab nana masam. "nama lengkap?" tanya Rayhan lagi.


"kok lo lama - kelamaan kepo banget sih Han," kata nana kesal dengan Rayhan. "kalau gue gak tau nama lengkap lo bagaimana gue cariin surat izin lo," kata Reyhan yang gantian masam.


"oh... iya yah gue lupa, nama gue Vivian Na, biasa dipanggil nana," kata nana. "ni kartu izin kamu," kata Esson sambil menyodorkan sebuah kartu.


"loh... loh... loh kok dah jadi sih," kata nana yang heran dengan Rayhan. "tadi yang mau gue berikan itu kartu ini dengan sejumlah uang," jelas Reyhan pada nana.


"oh... gitu ya... eum ya maaf," kata nana yang merasa bersalah. "kalau kesalahan bisa selesai dengan maaf, apa gunanya polisi? apa gunanya penjara cobak? apa gunanya pengacara dan pengadilan?" kata Rayhan yang bertanya kepada nana. "iyah... iyah... dasar crewet," kata nana manyun.


🌺🌺🌺


ok... kakak - kakak semuanya terimakasih sudah mampir ke novel saya. 🙏🙏🙏


jangan lupa ya kak like👍 dan favorit kan❤


terimakasih... 😊😊 sampai jumpa di


episode berikutnya💗💗

__ADS_1


__ADS_2