Tantangan Hidup

Tantangan Hidup
Cerita Nana dari Mia


__ADS_3

Mia berhenti sejenak meneguk minuman yang ada didepannya. Tadi saat Mia bercerita ada seorang siswa yang menawari minuman. Mia menarik nafas dan melanjutkan ceritanya yang panjang itu.


"Rumah sakit tempat kerja ibu Nana adalah rumah sakit swasta, jadi setelah pensiun tidak mendapatkan uang pensiunan. Karena ibu Nana diberhentikan karena suatu skandal.


Nana dan ibunya hidup apa adanya, seorang anak berumur 12 tahun yang mengurusi ibunya yang sakit. Ya saat Nana berumur sebelas tahun lebih 8 bulan ibu Nana jatuh sakit, ia divonis mengidam penyakit ginjal. Karena ginjal ibu Nana hanya tinggal satu, yang satunya di donorkan untuk saudara sepupunya. Tidak ada kerabat dan saudara di Indonesia , semua keluarga Nana tinggal di luar bahkan ada yang tidak tau mereka kemana.


Saat masih sakit sering kali ibu Nana pergi berkerja saat Nana sedang sekolah. waktu Nana berumur 15 tahun ia berkerja paruh waktu di toko sembako dekat SMP nya. Saat setelah lulus SMP Nana sempat berhenti 1 tahun karena tidak ada biaya untuk bersekolah. Pada waktu itu ada dermawan baik yang membantu Nana untuk membayar sekolah, ia masuk ke tahun ajaran baru saat berumur 16 tahun, harusnya dia masuk saat berumur 15 tahun. Karena Nana anak yang cerdas maka seorang dermawan yang membantunya tidak sia - sia. Saat SMA inilah Nana menjadi tulang punggung keluarga, tak jarang Nana pulang malam karena ia berkerja di sebuah restoran paruh waktu.


Pada saat Nana berumur 19 tahun cobaan datang kepada keluarganya. Penyakit yang diderita ibu Nana semakin parah, ingin rasanya meminta bantuan kepada orang lain tapi siapa?..... Saat ibu Nana sedang kritis Nana mencoba mencari pamannya untuk berhutang uang, pamannya adalah kakak sepupu dari ayahnya. Waktu itu karena bibi Nana gengsi dengan tamu yang berkunjung di rumahnya, ia meminjami Nana uang.


DP sudah ada didepan mata, Nana menyerahkan itu bila oprasi nya berhasil maka ia harus membayar sisanya lagi, tapi dia harus membayar dengan apa? itu adalah masalah nanti . Oprasi berlangsung dokter pun keluar, tapi Tuhan berkata lain dengan kondisi ibu Nana.


Pemakaman diurus oleh Nana, uang yang ia pinjam dari bibinya dikembalikan. Nana ditawari untuk tinggal bersama paman dan bibinya serta 2 saudara perempuan lainnya. Karena pikiran Nana buntu ia mengikuti kemauan mereka. Saat umur 20 tahun Nana memasuki UGM dengan biasiswa, di UGM itulah kami bertemu. Satu jurusan adalah kegemaran kami, Nana ingin menjadi seorang pengacara karena ibunya dulu berimpian menjadi pengacara, dan juga untuk mendapatkan keadilan bagi orang - orang yang berhak mendapatkannya.


Saat Nana sudah kuliah di UGM sekitar 1 semester ia dipindah oleh keluarganya ke Amerika, karena tidak ada biasiswa paman dan bibinya harus membayarnya.


Di indo UGM adalah Universitas yang bagus, bahkan banyak melahirkan insinyur bertalenta

__ADS_1


beda dengan di amrik sekarang bahkan universitas Nana sangan jelek dan kumuh, apalagi muridnya cuman sedikit.


Keberuntungan selalu menghujani Nana.Di Universitas yang ia tempati mengadakan tes biasiswa, dari tes biasiswa itulah Nana mendapatkan biasiswa untuk kuliah di Harvard. Untuk biaya sehari - harinya ia hanya bisa berkerja paruh waktu, karena paman dan bibinya tidak memberikan uang lagi kepadanya. Masih tersisa 20%saham Andna group yang ada ditangan ayah Nana, tapi sekarang itu pindah kepemilikan menjadi milik pamannya.


Setelah kuliah di Harvard aku dan Nana kembali bertemu. Saat Nana pergi ke amrik aku juga pergi dari jogja untuk kuliah di Harvard. Kami adalah sahabat, sampai sekarang Nana masih berkerja paruh waktu tapi dia berhenti setelah magang 1 bulan itu. Aku menyayangi Nana seperti keluargaku sendiri, tiada ayah bunda dan kakak tapi ada sahabatku di sampingku itu membuatku semakin nyaman. Menurutku tidak ana anak yang seteguh Nana, anak yang sebaik Nana, anak yang serajin Nana, bahkan Nana tidak ingin membalas dendam dan mengambil 20% saham ayahnya. Aku hanya berharap Nana dapat bertemu kembali dengan kakek dan kakaknya, Nana tidak tau nama kakek dan kakaknya. Tapi aku paham betul bahwa Nana juga mendambakan keluarga lengkap seperti kita ini, mungkin diantara kita ada yang keluarganya tidak lengkap. Tapi kalian mendapatkan kasih sayang walau hanya sekupil, lihatlah Nana apa dia mendapatkan kasih sayang dari keluarganya. Hanya seorang ibu yang mampu ia miliki, hanya seorang ibu yang mampu ia kagumi, hanya seorang ibu yang mampu melindunginya dan dilindunginya. Kita do'akan saja orang berprestasi ini.... πŸ™‚" Kata Mia, airmata jatuh membasahi pipi chubby nya, sesekali ia sesegukan karena menangisi sahabatnya itu.


saat ditengah cerita kebetulan Nana dipanggil dosen karena peringkat yang didapatkannya,makannya mereka bisa mengungkap dan menguak semua tentang Nana.


"kalau boleh tau siapa nama ayah dan ibunya Nana? " tanya Rayhan yang buka bicara.


"aku tidak tau, Nana gak pernah cerita soal ortunya. Yang ku tau ibu Nana itu blasteran (amrik - indo)dan ibu dari ayah Nana juga blasteran (indo - Tiongkok).


"em..... kalau soal blasteran sih aku kurang tau, " kata Mia memberi penjelasan.


" seru amat nih, ngapain? ceritain aku ya? " tanya Nana yang baru saja tiba.


"iya nih, seru juga loh, " jawab kevin.

__ADS_1


"Mia ! kamu ini ya, " kata Nana menatap Mia.


"sory na, mereka maksa soalnya. Oh ya nama ortu kamu itu siapa ya? kalau boleh tau? " kata Mia masih ragu karena itu hal privasi.


"maaf bukannya apa - apa nih, tapi ini privasi tolong dihargai ya, " kata Nana dengan senyumnya.


"ok berhenti bercerita, aku leper mari makan kita ditraktir oleh Presdir Sesson Group, " kata Sean yang langsung berdiri dari duduknya.


"huh, " gumam Rayhan menghela nafas.


"mari..... buat Presdir dari Grup Na ini bangkrut, " teriak Nana yang diikuti sorak dari lintang, Mia, dan Kevin.


"coba saja, " kata Rayhan lalu beranjak pergi, mereka pun mengikutinya dari belakang dengan canda tawanya.


****


Terimakasih ya yang udah mampir ke cerita aku, jangan lupa tinggalkan vote dan komennya beri saran dan kritik ya.

__ADS_1


Boleh juga di favoritkan....


__ADS_2