Tantangan Hidup

Tantangan Hidup
Untuk Pertama Kalinya (1)


__ADS_3

๐ŸDi rumah Nana......


Nana pun sampai dirumah sekitar pukul 15.30 . "sudah pulang na?" tanya Mia pada Nana yang baru masuk rumah itu. "hemm" jawab Nana yang merasa lelah. "aku mau sholat dulu, kamu sholat tidak?" kata Nana yang bertanya pada Mia. "tidak , ada penghalang ini," jawab Mia. "ok" kata Nana lalu ia beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk melakukan sholat ashar.


#NANA


setelah aku mandi dan berganti aku melaksanakan sholat ashar. setelah sholat aku berdoa kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, dan hanya dia yang aku sembah hanya Allah lah Tuhanku.


dalam do'a ku berisi ya Allah Tuhan semesta alam aku memohon ampun padamu atas semua kesalahan yang telah saya perbuat, ya Allah mohon ampunni hamba dari siksa neraka engkau ya Allah. Maafkan lah hambamu ini yang tidak bisa melaksanakan sholat full 5 waktu, maafkan hambamu ini yang cuma manusia biasa, ya Allah Tuhanku berikanlah hambamu ini ketabahan, kesabaran, dan kesehatan selalu ya Allah. Berikanlah hambamu ini perlindungan selalu ya Allah. Ampunilah semua dosa kedua orang tua saya ya Allah, masukkan lah saya dan orang tua saya kedalam surga engkau yaallah. Berikanlah kelancaran dalam perkerjaanku ini ya Tuhan, Tuhanku Allah SWT berikanlah kemenangan pada sidang yang akan datang lima hari lagi ya Allah. robigfrili wali wali daya wal hamhuma kama robayani shongiroh.... robbana atina fidunya khasanah wabil aqiroti khasanah whakina adza bannar ...... allohumma sholi alla muhammad wa ala ali muhammad walhamdulillah hirobbil alamin...... Amin.


๐ŸŒธKeesokan harinya......


#AUTHOR


'hoahem...,' suara Nana terdengar berat karena ia baru bangun dari tidurnya. "emh.... mau ngapain ya? " gumam Nana yang sadar cuman remang - remang itu, lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh muka


dan rutinitas pagi harinya( nongkrong).


setelah selesai melakukan rutinitas Nana kembali ke kamarnya karena mendengar henfonnya berbunyi.


"hallo," kata Nana setelah mengeser tanda calling hijau yang ada di layar hpnya. "hallo kamu ada waktu engak?" tanya orang disebrang telepon.


"ada, kebetulan lagi luang ini," jawab Nana. "yuk jalan," ajak orang disebrang telepon. "mau kemana emangnya?" tanya Nana. "ke taman bermain," jawab orang disebrang.

__ADS_1


"hahaha taman bermain! boleh... boleh..." jawab Nana dengan tawa khasnya. "ok, nanti gue jemput jam 10.00 a. m ya," katanya. "ok, " jawab Nana masih dengan senyumannya.


#NANA


aku pun bersiap memasak, biarkan aku memasak nasi goreng. kelihatanya Mia udah pulang kemarin, kasihan dia yah gue tinggal tidur kemarin hahaha. Lidahku sangat tidak cocok dengan makanan luar negri, aku selalu memasak makanan Indonesia, untungnya ni aku bisa masak, cobak kalau tidak !mungkin aku sudah mati kelaparan. Memang sih masakkan ku tak seenak mereka diluar sana tapi untuk diriku sendiri aku cukup puas.


setelah 30 menit aku memasak dengan susah payah , padahal hanya masak nasi goreng saja lo lambat kalik aku ni. setelah itu aku makan nasi ku dengan lahap.


jam dinding sekarang menunjukkan pukul 09.57 am.


#AUTHOR


'tok... tok... tok.... ' terdengar suara pintu diketuk dari luar. "ya bentar," kata Nana lalu membuka pintu tersebut. "eh," gumam nana kaget karena orang yang mengajaknya ada didepannya sekarang, padahal dia belum sempat berganti pakaian.


"sudah siap?" tanya orang itu yang bernama Rayhan. "belum ganti ni kok cepet banget sih, kan lagi jam 9 lebih," kata Nana. "udah ngomel meluluk, cepet ganti gak keburu waktuku," kata Rayhan pada Nana.


"yuk," ajak Nana. "lama banget, ni dah jam 10.08 ," kata Rayhan protes pada Nana. "iyah bawel berangkat yuk," ajak Nana mengalihkan pembicaraan.


"ok, jalan kaki ya," kata Rayhan. "emangnya dekat?" tanya Nana. "lumayan, cuman 1 km saja kok," jawab Rayhan. "1km ? ok gak masalah," kata Nana pasti lalu berjalan beriringan dengan Rayhan.


"oh... ya kenapa kamu tau nomor HP ku?" tanya Nana pada Rayhan. "lo pernah dengar geng mafia Blood pot ? " tanya Rayhan.


"ya pernah, itu kan sangat terkenal. apalagi dengan alat penyadap nya, " kata Nana yang tau tentang blood pot itu dari Mia beberapa tahun lalu. "nah alat penyadap kan, aku juga punya. Makannya gue sadap tu operator biar kapok , jadi gue temuin nomor lo," jelas Rayhan darimana ia mendapatkan nomor itu.

__ADS_1


"gini ya, kan kita baru kenal beberapa hari lalu, tapi kok kita akrab gini sih, apa dulu kita pernah berteman?" tanya Nana pada Rayhan.


"gak tau , gak ingat soalnya. Tapi entah kenapa aku merasa nyaman bila ada didekatmu," kata Rayhan dengan mantabnya.


"hah?" hanya kata itu saja yang bisa keluar dari mulut Nana sekarang.


"kamu binggung ya? gini aja aku tarik kesimpulan kalau kamu itu suka padaku," kata Rayhan percaya diri sekali. "idih.... ya kalik emangnya kamu punya apa yang bisa dibanggain?" kata Nana menyepelekan.


"ya kan aku cuma manusia awam jadi gak ada yang bisa ku banggain dari diriku yang fana ini, tampang ku saja gini gini aja kok, tampang ini hanya mahakarya Tuhan yang maha Esa. Aku menerima diriku apa adanya, kekayaan yang melimpah untuk apa juga, kalau mati gak dibawa kok. Tidak ada yang bisa di sombongkan dari diriku, yang berhak sombong hanyalah Tuhan, Tuhan sang mahakarya dunia ini yang menciptakannya." kata Rayhan panjang kali lebar.


'bagus.... mulut pria ini sangat luar biasa, kadang bicara baik kadang bicara buruk. Tapi gak masalah bagiku karena pria ini masih memandang tuhan,' gumam Nana dalam hati.


"Cinta ya sama aku?" tanya Rayhan yang memecahkan keheningan diantara mereka berdua. "gak kok, siapa juga?" kata Nana masam. " ok... ok canda loh," kata Rayhan.


"ih... seb.... ," gumam Nana tanpa sadar. "kenapa gak diteruskan? kecewa ya?" goda Rayhan. "gak kok, dasar GR banget sih," jawab Nana cemberut.


ย 


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Terimakasih kakak kakak telah mampir ke novel saya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


jangan lupa like๐Ÿ‘ dan fovoritkan โค


dadah sampai berjumpa di episode selanjutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2