Taste Of Blood

Taste Of Blood
15


__ADS_3

...Happy Reading...


.........


........


.......


Jocelyn menghabiskan botol ke enam alkohol yang ia miliki seraya menatap sekeliling ruangan dengan pandangan kosong. Kepalanya sudah tak bisa diajak untuk berpikir.


Jocelyn tidak menyangka, setelah sekian lama, ia hidup dan bertahan dengan perasaan kecewa. Hari ini, ia malah dipertemukan kembali dengan sumber kekecewaannya selama ini.


Takdir begitu mempermainkannya, seolah menuntun ia kembali ke hadapan orang yang sudah berusaha ia lupakan selama 3 tahun belakangan ini.


Jocelyn sudah memendam kekecewaan yang ia punya lama, tapi begitu bertemu dengan orang itu, ia bahkan tak bisa meluapkan apa yang ia rasakan.


Bahkan ia lepas kendali dengan memeluk pria itu erat dan hampir terlena untuk tidak membiarkan pria itu pergi lagi.


Namun akal sehatnya kembali dan pada akhirnya ia melepas pelukan itu.


Tubuhnya seolah diberitahu untuk diam dan lari dari kenyataan, Jocelyn bahkan tak punya keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan ini.


Ia takut akan kecewa untuk yang kesekian kalinya.


Dan dalam keadaan mabuk pun, ia terlelap.


...****************...


Seorang perempuan terlihat sedang merapikan peralatan tulis dan memasukkan barang bawaan miliknya ke dalam loker.


Ia tak sengaja melihat sepucuk surat yang ada di dalam buku teks yang ia punya, surat tersebut tampak cukup baru, ia bahkan tidak menyadari hal itu sebelumnya.


Perempuan itu mengambil surat tersebut dan membawanya lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan yang berisi loker milik para siswa.


Saat sedang berjalan menuruni tangga, ia tidak sengaja menabrak pundak seorang laki laki dan membuat keduanya kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.


Laki laki itu menatap perempuan itu dengan tatapan kesal seraya menghela nafasnya pelan, ia mengambil peralatan miliknya yang terjatuh karena bertabrakan tadi.


"Apa tangga ini memang sesempit itu, sampai kau tak bisa mengambil jarak dan berakhir dengan menabrak orang lain?"


Laki laki itu tampak sangat kesal dan sepertinya hendak memaki perempuan itu, tapi ia menahannya.


"Sorry, i mean it! Aku tidak melihatmu datang dari arah yang berlawanan. Jadi tidak sengaja menabrakmu. Sekali lagi, aku minta maaf,"


Perempuan itu meminta maaf dan menatap laki laki itu dengan tatapan memelas dan perasaan bersalah, ia benaran tidak sengaja menabrak lelaki itu.


Laki laki itu hanya menghela nafasnya kembali dan berlalu meninggalkan perempuan itu seorang diri tanpa sepatah kata pun.


Perempuan itu mengambil dan merapikan kembali barang bawaan miliknya yang terjatuh dan segera melanjutkan perjalanan yang tadi sempat tertunda.

__ADS_1


Sesampainya di perpustakaan, perempuan itu memeriksa kembali barang bawaannya dan mendapati sebuah surat yang dirasa bukan miliknya.


Ia memang membawa surat sebelum kejadian tadi, tapi surat tersebut bukan yang satu ini, seperti surat miliknya tertukar dengan milik laki laki itu.


Dengan perasaan penasaran gadis itu membuka surat tersebut untuk memastikan isinya dan secara tidak sengaja membaca isi dari surat itu sendiri.


••••••••••••••••••••••••


Hi there!


Aku rasa kau tidak akan mengenaliku dengan baik, but fact is aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menyukai dan mengagumimu.


Aku sudah lulus dari sekolah ini sekitar 2 tahun yang lalu, jadi bisa dikatakan kalau aku seorang kakak kelas. Ini cukup memalukan!


Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini secara langsung ketika kita bertemu, tapi kita tidak pernah punya waktu yang tepat. Or atleast thats what i thought.


Ah, sebenarnya surat ini tidak benar benar akan kuberikan untukmu sih. Aku hanya ingin mengatur kata kataku saja, jaga - jaga kalau akhirnya surat ini sampai ke tanganmu.


Lagipula, kau juga tidak akan menolakku begitu aku mengatakannya, bukan begitu?


Kudengar juga kau punya sahabat yang sangat pintar, bagaimana jika sahabatmu kukenalkan dengan temanku jadi kita bisa melakukan double date?


AH..


Apa apaan ini?


Kenapa perkataanku jadi terdengar begitu norak!


Tidak tidak aku tidak menyukaimu?


Atau mungkin aku benar menyukaimu!


AH


MENGHILANGLAH DARI PANDANGANKU


F*** OFF


GET LOST


OH **** WHAT AM I DOING?


KENAPA AKU JADI MEMAKINYA?


..........


••••••••••••••••••••••••


"Aku tidak tahu jika kau adalah orang yang begitu TIDAK TAHU MALU dengan membaca sesuatu milik orang lain"

__ADS_1


Perempuan itu sedikit tersentak mendengar ucapan ketus milik laki laki yang tidak ia sangka, ia tidak menyadari kehadiran lelaki itu dan malah asik membaca surat miliknya.


"I'm sorry, again? Aku benar benar tidak berniat mengganggu privasimu, hanya saja..."


Perkataan perempuan itu tidak dapat ia selesaikan begitu laki laki itu langsung memotong semua ucapannya dengan marah.


"Aku tidak tahu apa yang kau kejar, tapi pertama kau menabrakku lalu mencampuri privasiku?. Bukankah ini terdengar sangat aneh jika hanya kebetulan"


Perempuan itu mengernyitkan dahinya tak mengerti.


Apa laki laki ini berpikir jika ia menguntitnya?


"Tidak perduli apapun yang kau rencanakan, aku tidak akan membiarkanmu lewat begitu saja"


Laki laki itu menambahkan kalimatnya yang sempat terjeda.


"Biar kuberitahu sesuatu, AKU TIDAK MENYUKAIMU SAMA SEKALI!"


Perempuan itu menatap laki laki itu kesal dan menamparnya dengan keras. Well, ia agak tersinggung.


"APA KAU PIKIR AKU MENYUKAIMU?, SIMPAN OBSESIMU ITU RAPAT RAPAT. YOU BASTARD!"


Perempuan itu mengigit bibirnya keras hingga mengeluarkan sedikit darah dan tentu saja dengan ucapan sebesar itu membuat seluruh orang di perpustakaan memandangi mereka kesal.


Pada akhirnya, kedua remaja itu diusir keluar dari perpustakaan oleh pustakawan yang sedang bertugas.


Dengan masih memendam amarah milik masing masing, perempuan itu akhirnya mencoba untuk berlapang dada. Jika dilihat dari sisi manapun, perempuan ini salah.


Ia sudah membuka barang yang bukan miliknya dan malah menampar pemiliknya karena alasan bodoh.


"Aku minta maaf, kuakui aku memang salah karena sudah membuka barangmu tanpa izin tapi aku benar benar tidak sengaja melakukannya,"


Perempuan itu mengalihkan pandangannya ke sekitar tanpa berani menatap mata laki laki itu, dan laki laki itupun mengangguk.


"Yah. Aku juga minta maaf. Ini tidak sepenuhnya salahmu juga, aku minta maaf karena meneriakimu sebelumnya,"


Keduanya terdiam dan larut dalam keheningan hingga akhirnya perempuan itu kembali membuka suara.


"Ini surat milikmu, aku mengembalikannya ke pemilik aslinya. Dan sedikit saran dariku, kurasa jika kau menyukai orang yang ingin kau kirimi surat ini..."


"Katakan saja secara spontan, karena jika ia juga menyukaimu, dia pasti tidak akan mempermasalah bagaimanapun kau mengatakannya,"


Perempuan itu bangkit dari duduknya dan bersiap untuk meninggalkan laki laki itu sampai sebuah telapak tangan menggenggam pergelangan tangannya erat.


"Aku Jason, Jason Lewis"


"Aku Jocelyn...."


Keduanya kembali terdiam.

__ADS_1


"Nice to meet you.... Jason!"


Perempuan itu berujar dengan wajah yang tersenyum tulus dan mata lelaki itu yang tak berhenti memandanginya hingga punggungnya hilang dibalik belokan koridor.


__ADS_2