
...Happy Reading...
.........
........
.......
Cahaya matahari yang cukup terang datang dan menelisik masuk ke dalam apartemen milik seorang gadis melalui celah gorden yang masih tertutup dengan rapat hingga membuat mata gadis itu menyipit.
Gadis itu semakin menyipitkan matanya, berusaha untuk menghalau sinar mentari yang telah menerobos masuk, seraya menyesuaikan cahaya yang juga ikut masuk ke dalam penglihatannya.
Kini hari sudah berganti pagi. Ia hanya mengingat bahwa semalam, ia memimpikan pertemuan pertamanya dengan Jason setelah sekian lama tak hadir dalam pikirannya.
Kepalanya juga ikut berdenyut, seolah menyadarkan bahwa semalam ia tertidur karena pengaruh alkohol yang telah ia komsumsi.
Kadar ketahanan yang ia bangun sedari dulu seolah telah melampauinya, begitu alkohol menyentuh ambang batas toleransi yang ia miliki.
Wanita itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. mendapati beberapa botol alkohol yang masih berada di atas meja juga dirinya yang tertidur tanpa sempat berpindah ke kasur miliknya.
"Ack.." kepalanya terus saja berdenyut, ia memeganginya dengan tangan serta sedikit memijit pangkal hidungnya dengan pelan
Kayaknya gue rasa kebanyakan minum deh semalem
Jocelyn bangun dan berjalan ke arah kamarnya lalu mengambil sebotol minuman penghilang mabuk yang diletakannya di atas meja.
Setelah di rasa pusingnya sedikit menghilang, ia mengambil ponselnya dan melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari ibunya.
Tanpa jocelyn sadari, ia sudah berada di manhattan selama hampir 5 hari dan masih belum menghubungi kedua orang tuanya sama sekali
Dengan perasaan tak enak, ia menekan serentetan angka dan menghubungi ibunya.
__ADS_1
Panggilan tersambung namun tak kunjung di angkat, membuat jocelyn menghembuskam nafasnya perlahan
Ia menutup panggilan itu dan berlalu menuju ke kamar mandi, pagi ini ia akan bekerja dengan shift pagi dikarenakan ia akan kembali ke brooklyn.
Semalam sebelum akhirnya ia mabuk, ia sudah mendapat balasan email dari pihak kampusnya dan sesuai rencananya ia akan diwisudakan dalam 3 hari lagi
Dan setelah dipikirkan olehnya baik baik, ia berencana untuk menunggunya bersama kedua orang tuanya di rumahnya yang berada di brooklyn.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan gaya casual yang biasa ia kenakan, jocelyn berjalan ke arah balkon kamarnya dan menikmati sarapan paginya
Ia menikmati waffle yang dihidangkan dengan buah berries dan madu yang dibuatnya tadi dengan segelas susu panas
Selagi menikmati semilir angin dan juga cahaya mentari pagi, pikirannya mulai berkelebat kembali ke peristiwa tentang bunuh diri yang dilakukan oleh sepupunya, marco
Sudah 5 hari semenjak kedatangannya ke manhattan, dan ia belum sama sekali melakukan investigasi ulang maupun mencari kembali barang bukti yang mungkin saja sudah dihilangkan oleh pelakunya.
Untuk saat ini, jocelyn masih bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Ia benar benar tidak tahu harus memulai semua ini dari mana
Seraya memikirkan jawaban atas rencana yang sudah disusun sebelumnya, ia mendapati dirinya kembali memikirkan mengenai penyebabnya mabuk semalam
Jocelyn memang sudah melupakannya, bahkan perasaannya untuk pria itu sudah tidak ada. Namun itu bukan berarti ia akan baik baik saja apabila keduanya kembali bertemu.
Hal ini juga cukup terbukti dengan ia memimpikan tentang pertemuan pertamanya dengan jason setelah sekian lama, tepat setelah keduanya bertemu.
Jocelyn menghembuskan nafasnya kesal, ia bahkan sudah tak memiliki nafsu makan begitu mengingat tentang pria itu.
Ia menatap ke arah jalanan yang nampak mulai memadat dan memutuskan untuk beristirahat sebentar lagi seraya menikmati sinar matahari yang tampak mulai meninggi
💸💸💸
Jocelyn baru saja menyelesaikan shift nya dan sedang menyeruput ice americano miliknya setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaannya
__ADS_1
Tadi pagi, begitu ia sampai di cafe. Ia sudah terlebih dahulu memberitahukan kepada manajernya bahwa hari ini ia akan kembali ke brooklyn
Setelah menghabiskan minumannya, jocelyn langsung menuju ke arah lokernya dan berganti pakaian
Jam sudah menunjukkan pukul 14.23 PM, dan ini sudah waktunya ia kembali ke brooklyn. Namun ia harus kembali ke apartemennya terlebih dahulu untuk mengemasi barangnya.
Setelah selesai mengemasi barangnya di apartemen, ia pun bergegas kembali ke brooklyn dan akhirnya meninggalkan manhattan
Di lain tempat, seorang pria dengan pakaian formalnya sedang mengetik sesuatu di laptop miliknya
Ia sedang sibuk dengan tugasnya dan tak memedulikan bahwa sudah lebih dari dua jam ia tak menyentuh sedikit pun makan siang yang dibuatkan untuknya
Matanya masih tetap terfokus pada pekerjaan yang sebenarnya tak begitu membutuhkan perhatiannya dengan intens.
Namun seolah tak ada yang menarik selain pekerjaannya, ia tak begitu memedulikan sekitarnya. Begitu juga dengan kehadiran seorang wanita yang sudah sedari tadi menatapnya tak percaya
Wanita itu terlihat kesal karena kehadirannya yang tak dianggap, ia bertambah kesal karena pria itu bahkan tak menyentuh makan siang yang dibawanya
Sesaat kemudian, terdengar suara pintu yang terketuk. Menampilkan wajah datar khas milik asisten pribadinya
Pandangan kedua orang di dalam ruangan itu beralih ke arah asisten pribadi milik pria itu
Dengan tatapan tajam, pria itu menatap asisten pribadinya seolah menanyakan perihal berita penting apa yang dibawanya kali ini.
Seolah mengerti arti dari tatapan itu, pria yang menjabat sebagai asisten pribadi itu masuk dan menyerahkan sebuah file kepada boss nya
Pria itu menatap asistennya dengan menaikkan sebelah alisnya dan sedikit memiringkan kepalanya
Asisten pria itu melirik ke arah wanita itu yang masih menatap keduanya dan akhirnya berbicara dengan suara yang sedikit dikecilkan
"Wanita itu, ia melamar pekerjaan disini boss," Ujarnya kemudian dan membuat pria yang ber-title sebagai bossnya itu menaikkan sebelah alisnya
__ADS_1
Pria itu membuka file yang berada di dalam amplop coklat itu dan sesaat kemudian, sudut bibir milik pria itu sedikit terangkat
"Interesting"