Teman Pacarku

Teman Pacarku
Eps. 1 Teman Baru


__ADS_3

Veli dan Rangga sudah menjalin hubungan asmara selama 1 Tahun. Mereka juga berkuliah di Kampus yang sama di Bogor, namun Rangga lebih tua dari Veli, Rangga sudah menginjak semester 7 dan Veli baru semester 5.


Veli mulai diperkenalkan ke teman-teman Rangga, semuanya sangat menerima Veli dengan baik.


Malam minggu besok, Veli ada kegiatan Makrab yang di adakan Himpunan Mahasiswa jurusannya, jadi malam ini Veli berpamitan kepada Rangga akan rapat di Kampus untuk persiapan besok malam.


"Byyy, aku mau ke Kampus, ada rapat malam ini untuk acara besok" Ucap Veli.


"Iya nanti aku antar sampai Kampus, kebetulan tadi Devan ajak nongkrong di Caffe Kampus" Ungkap Rangga yang akan bertemu dengan Devan teman satu kelasnya.


"Okee byy, aku tunggu nanti depan kos" Veli bergegas masuk ke kamar kos untuk mandi dan siap-siap.


Dalam perjalanan Veli ke Kampus bersama Rangga, mereka bertemu Devan yang sudah menunggu di Caffe Kampus lebih dulu.


Veli dan Rangga berhenti sebentar untuk menemui Devan.


"Eh lu udah disini aja, jam berapa ini?, pasti mau ketemu Lita kan lu?" Tanya Rangga sembari menggoda Devan.


"Ah lu tau aja, eh katanya Lita bareng semester sama Veli, cuma beda jurusan aja"


"Oh iya gue baru inget, byy... nanti kamu aku kenalin ke Lita ceweknya Devan, lumayan buat teman kamu kalau di Kampus aku belum jemput" Ungkap Rangga.


"Iyaa byy, yaudah yuk lanjut, aku udah terlambat nih" Mengajak Rangga untuk segera melanjutkan perjalanannya.


Rapat malam hari selesai, ternyata Rangga sudah di depan ruang rapat, Rangga sudah bersama Devan dan Lita kekasih Devan itu.


Rangga memang sudah kenal Lita dari lama, karena Rangga, Devan dan Lita satu Desa.


Veli memang baru kenal dengan Lita, tapi karena Veli anak yang supel, mereka langsung sangat akrab, dan kemana pun selalu bersama.

__ADS_1


Veli dan Lita memutuskan untuk ngekos bareng, karena lebih mudah untuk saling membantu dalam tugas kuliah.


Hari dimana Veli berangkat Kegiatan Makrab, Rangga, Devan dan Lita ternyata akan pulang ke Rumah selama 2 hari, Devan dan Lita berbonceng motor berdua, dan Rangga sendirian, karena Veli Makrab jadi Rangga memutuskan untuk pulang dulu ke Rumah.


"Kamu hati-hati ya, jangan lupa makan, semoga Makrab kamu menyenangkan ya byy" Ucap Rangga.


"Iyaa byy, kamu juga hati-hati pulangnya, nanti kalau udah sampai, kabarin aku ya" Veli yang sudah mau berangkat kegiatan Makrab dan sekalian berpamitan dengan Rangga.


"Nanti kalau aku udah berangkat ke Kampus lagi, aku langsung jemput kamu ya byy" Rangga pun bersiap untuk pulang.


Devan dan Lita pun turut melambaikan tangan pada Veli.


Sedikit cerita, Devan dan Lita memang berbeda sekali kisah percintaannya dengan Veli dan Rangga. Devan orang yang dingin dan cuek, Devan juga tidak seperti Rangga yang selalu memperlakukan Veli dengan baik, untuk ketemu saja Devan dan Lita harus menunggu Mood Devan baik, beda dengan Rangga yang setiap hari selalu antar jemput Veli, kadang Veli melihat Lita seperti iri terhadap hubungannya yang indah dan romantis itu.


Di saat Makrab Veli banyak melamun, seperti sedang banyak yang dipikirkan.


"Vel.. Heh kok ngelamun sih, ciee mikirin Rangga yaa" Ucap Bela teman kelas Veli.


"Yaellah Vel, lagian cuma 2 hari, galau banget deh, ada yang dipikirin?" Tanya Bela melihat Veli yang sering kedapatan melamun.


"Bel, lu tau kan cewek yang sama gue kemarin? Dia cewek teman Rangga si Devan, mereka satu desa, dan udah kenal lama juga, tapi gue lagi ngerasa risih aja sama tingkah laku Lita, yang kadang nempel banget sama Rangga, caper banget gitu deh" Ungkap Veli.


"Ya mungkin karena mereka udah kenal lama aja, terus lu cemburu gitu? Hahah"


Ucap Bela lagi-lagi mengejek Veli.


"Ya bukan cemburu sih, lebih ke risih aja liatnya, temen ya temen aja kali, gak usah caper di depan Rangga, kaya pengin banget gitu di perhatiin Rangga" Ucap Veli dengan nada kesal, tapi bagaimanapun Veli harus berpikir positif.


"Vel, siapa sih yang gak cemburu dan iri sama hubungan lu sama Rangga, gue juga iri kali, tapi gue mikir lah Rangga kan punya lu, masa iya gue caper di depan Rangga biar di antar ke Kampus tiap hari" Sambil menciwit pipi Veli yang cemberut.

__ADS_1


"Ah gue jadi was was rasanya" Ungkap cemas Veli.


"Vel, Rangga itu cowok setia, lu tau kan waktu Rangga KKN dulu, banyak yang naksir, tapi gak ada satupun yang Rangga respon, dia cuma milih lu, udah deh jangan berpikir negatif gitu"


"Iya sih, ya gimana lagi gue gak suka liat Lita kaya gitu ke Rangga, tapi gimanapun juga Lita udah akrab banget sama gue dan deket banget, gak mungkin aku mau marah-marah" Ucap Veli.


"Udah udah, ayok lanjut kegiatan" Bela mengajak Veli untuk melanjutkan kegiatan Makrabnya.


Ponsel Veli berdering, ada pesan Lita.


"Hai Vel, gimana Makrab kamu?, aku, Devan, sama Rangga sudah sampai nih, Rangga gak bisa ngabarin kamu karena Hpnya lowbat, jadi aku yang ngabarin kamu, santai Vel, Rangga baik-baik kok kalo sama kita" Isi Pesan Lita untuk Veli.


"Kegiatan hari ini udah selesai nih, pantas saja Rangga belum ngabarin aku udah jam segini, makasih yah udah kasih kabar buatku" Jawab Veli.


Veli bersiap untuk istirahat, karena besok masih ada kegiatan lagi.


Veli tidak bisa tidur karena teringat ucapan Bela, yang ternyata banyak yang iri terhadap hubungannya. Veli mencoba berpikir positif kepada Lita yang sering bertingkah laku genit ke Rangga.


"Ah sial, please Vel, jangan berpikir macam-macam, Lita itu teman Rangga, dia gak mungkin suka, palingan dia akrab sebagai teman lama saja" Veli yang berbicara ke diri sendiri, mencoba menenangkan pikiran yang negatif.


Ponsel berdering kembali, Rangga menghubungi Veli setelah ponselnya tadi lowbat.


"Byy, maaf ya baru bisa ngabarin kamu sekarang, tadi hp ku lowbat, niatnya sih tadi mau langsung pulang, eh si Lita ngajak makan dulu sama si Devan, dan aku di suruh jangan pulang langsung" Pesan Rangga untuk Veli.


"Hah, Lita ngajak Rangga makan dulu?" Ucap dalam hati Veli.


Veli tidak langsung membalas pesannya, karena masih bertanya-tanya tentang perlakuan Lita ke Rangga yang spesial itu, Veli takut perlakuan Lita ke Rangga yang seperti itu membuat Rangga tergoda dan lebih memilih Lita kekasih Devan itu.


"Kalau tiap hari dengar kaya gini, kayanya gue gak mood terus huftt"

__ADS_1


.....


Kira-kira Veli mau marah atau memaklumi keadaan ya?? yang penasaran dengan cerita ini, ayok selalu ikutin kisah percintaan ini, bantu Veli untuk selalu berpikir positif yaa.


__ADS_2