
Veli memandang wajah Lita yang kesal dengan terdiam, Veli merasa bersalah telah menyembunyikan rahasia Devan pada Lita.
"Brarti itu beneran Devan?" Ucap Bela yang masih penasaran.
"Ah masa sih, bukan deh kayanya, soalnya ini agak jelek orangnya, yuk kita cari tempat lain aja" Jelas Veli.
Veli berusaha menjelaskan bahwa itu bukan Devan, supaya Lita tidak mendekati lelaki tersebut.
"Bentar deh, kita ikutin mereka dulu, aku mau memastikan kalo itu bukan Devan" Jelas Lita.
"Nanti kalo bukan Devan gimana?" Tanya Bela.
"Ya gak papa, yang penting aku udah mastiin itu bukan Devan"
"Kita dari jauhan aja ya, jangan terlalu deket" Ucap Veli.
Mereka bertiga mendekati lelaki tersebut yang ternyata memang Devan dengan wanita lain.
~
"Devan? Ngapain disini?" Ucap Lita sambil tersenyum pada Devan.
"Lu ngapain kesini? kok gak bilang-bilang?" Tanya Devan dengan wajah kebingungan.
Veli diam melihat sorot mata Devan yang tertuju pada dirinya seperti memberi kode.
"Hah, apa sih Devan, gue juga gak tau kalo lu ada disini" Ucap Veli dalam hati.
~
"Katanya ada rapat di kampus kok rapatnya sampe puncak?" Tanya Lita dengan kesal.
"Apaan sih, diem aja lu, gak usah ikut campur!" Jelas Devan lalu pergi meninggalkan Lita.
Devan memang menyukai banyak wanita, tapi Devan juga masih suka sama Lita dan sebaliknya.
"Udah yuk kita pulang aja" Ucap Lita.
"Kamu gak papa kan Lit?" Tanya Veli dengan kasihan.
"Engga kok, itu hal biasa" Jelas Lita dengan tersenyum.
Mereka bersiap untuk pulang, suasana sangat hening tidak seperti awal berangkat, lalu Veli mencoba menghubungi Rangga soal kejadian tadi.
"Byy.. tadi aku ketemu Devan di Puncak"
"Ngapain Devan di Puncak?"
"Devan sama cewek yang tadi malem byy, terus kepergok Lita" Jelas Veli.
"Wahh, terus Devan gimana byy?"
"Devan langsung pergi, malahan marah ke Lita"
"Udah biasa gitu byy, nanti juga baikan minta maaf"
"Kasian Lita byy, nanti kamu ke Caffe Kampus ya byy"
"Oke byy,
Devan memang sudah terkenal dengan playboy nya itu, tidak heran jika banyak yang naksir pada Devan dengan jurus merayunya.
"Nanti kita ke Caffe Kampus aja dulu Lit, biar kamu bisa cerita sama Rangga, tadi Rangga udah aku suruh ke Caffe Kampus" Ucap Veli.
"Iya Lit, biar lu bisa tenang dulu" Ucap Bela.
~
__ADS_1
Sampai di Kampus, mereka langsung menuju Caffe Kampus yang sudah mulai ramai pengunjung.
"Eh itu Rangga udah nunggu" Ucap Veli.
~
"Lama banget sih kalian?" Tanya Rangga.
"Supir kita dalam mode sedih" Jawab Bela.
"Haha engga kok Bel, cuma heran aja, Devan gak bakal bisa berubah" Jelas Lita.
"Oh iya kok Devan bisa ada di Puncak sih, dia bilang katanya hari ini gak ada acara, eh pas gue ke kosnya sepi" Jelas Rangga.
"Ke gue juga bilangnya ada rapat" Ucap Lita dengan wajah murung.
"Ya gimana lagi Lit, Devan kan emang kaya gitu, lu juga udah tau sendiri" Jelas Rangga.
"Gue juga punya hati Ngga, kadang sakit juga, kadang biasa aja karena memang Devan sifatnya gitu" Ucap Lita.
"Sabar ya Lit" Ucap Veli.
"Itu cewek yang mana lagi sih ngga, kok gue gak kenal?" Tanya Lita.
"Gue lebih gak tau lah Lit, kan gue gak liat"
"Biasanya bukan sama cewe yang tadi, ini beda lagi" Jelas Lita.
Veli menatap mata Rangga, memberi isyarat bahwa wanita itu yang tadi malam dibawa oleh Devan.
~
"Yuk kita balik kos udah malem banget ini" Ucap Bela.
"Lu mau tidur di kos gue lagi?" Tanya Veli.
"Byy aku pulang dulu ya" Ucap Veli.
"Iya byy hati-hati yah, nanti kabarin kalo udah sampai"
Wajah Lita masih sedih dan terlihat murung, yang biasanya genit pada Rangga, sekarang seperti tak punya siapa-siapa.
Malam ini Veli tidur sendiri, Bela memilih pulang ke kos sendiri, hanya tersisa Lita dan Veli yang masih berjalan menuju kos.
"Kamu kalo ada apa-apa cerita aja ya Lit" Jelas Veli.
"Iya Vel makasih ya"
"Apa kamu mau tidur di kamarku?" Ajak Veli.
"Engga usah Vel, aku lagi pengin sendiri dulu"
"Jangan gitu dong Lit, aku gak tega liat kamu murung, biasanya kan kamu ceria" Jelas Veli.
"Vel kayanya Devan kenal sama cewek itu udah lama ya, keliatan banget akrabnya" Ucap Lita.
Veli hanya bisa diam tak berani bercerita apapun yang sesungguhnya tentang Devan.
"Gak tau juga Lit, aku juga gak tau siapa aja cewek yang deket sama Devan" Ungkap Veli.
"Banyak Vel, cantik-cantik juga"
"Gak heran sih, Devan cakep gitu pasti ceweknya cantik-cantik termasuk kamu yang bisa dapetin Devan" Ucap Veli sambil tersenyum.
"Haha bisa aja kamu Vel, ya udah aku masuk kamar dulu ya, dah"
"Dah.."
__ADS_1
Veli menutup pintu kamar sambil melamun, memikirkan kelakuan Devan yang tega pada Lita seperti itu.
"Gue jahat gak sih, padahal gue tau sebenernya soal Devan dan cewek tadi, tapi aku juga takut kalo mau bilang ke Lita, karena ini bukan urusanku huft"
"Semoga aja Rangga gak ketularan bejad kaya temen-temennya, itu sih keterlaluan banget udah jahat banget"
"Gimana kalo nanti Lita tau sebenernya tentang ini, bakalan lebih sakit hati"
Veli masih berbicara sendiri di kamarnya dan lama-lama mulai tertidur.
~
Pagi hari.
Veli tidak ada kelas pagi, jadi Veli masih ada waktu untuk bersantai di kosnya. Veli menghubungi Bela seperti biasa untuk datang ke kosnya.
"Bel, lu kesini ya"
"Iya bentar, baru selesai mandi nih gue"
Veli keluar kos untuk membeli sarapan terlebih dahulu, di lorong kos Veli melihat Lita yang sedang menyapu lantai.
"Heii Lita, ada kelas jam berapa hari ini?" Tanya Veli.
"Eh Veli, aku ada kelas siang hari ini Vel"
"Oh ya udah nanti kita berangkat bareng aja sama Bela"
"Bolehh, nanti aku ke kamar kamu ya"
"Wajah kamu sembab gitu, habis nangis ya" Tanya Veli dengan mengusap pipi Lita.
"Hehe sedikit Vel"
"Kan aku bilang tidur di kamarku aja, jadi ada temen ngobrol"
"Lagi pengin sendiri dulu Vel"
"Ya udah aku pergi dulu ya, nanti kamu ke kamarku aja kalo udah siap"
"Oke"
Siang hari.
Mereka bertiga bersiap untuk berangkat kuliah, mereka memilih berjalan kaki saja untuk menuju kampus.
Sesampainya di kampus, Lita melihat wanita yang mirip seperti yang bersama Devan tadi malam.
"Vel, itu bukannya cewek yang tadi malem sama Devan ya" Tanya Lita penasaran.
"Eh iya bener itu cewek yang tadi malem" Ucap Bela.
"Masa sih?" Tanya Veli.
Lita mendekati wanita tersebut dan menanyakan sesuatu tentang tadi malam.
"Hai, mbak yang tadi malam sama Devan kan?" Tanya Lita.
"Oh iya, kenalin saya pacarnya Devan, kalian semua temannya ya?"
.......
..
..
Devan memang keterlaluan! Yang penasaran sama kelanjutannya, yuk ikutin terus ceritanya, jangan lupa Like ya. :)
__ADS_1