
Ping!!!
Ping!!!
Ping!!!
Spam pesan dari Rangga untuk Veli, karena Veli belum juga membalas pesannya, padahal status Online.
"Byy, kamu kenapa sih? sibuk?, kok gak bales pesanku" Tanya Rangga yang menunggu balasan dari Veli.
"Maaf byy.. Tadi habis ke kamar kecil, jadi belum sempet bales" Jawab Veli untuk menutupi kecurigaan Rangga.
"Iyaa byy gak papa, kirain kamu marah gara-gara aku gak ngabarin cepet ke kamu"
"Engga kok byy.. Kan aku udah tau hp kamu lowbat, untung aja Lita ngabarin aku tadi, kalau engga pasti aku berpikiran yang engga-engga" Ucap Veli.
"Padahal aku gak nyuruh Lita untuk ngasih tau kamu, tapi dia baik deh, biar kamu gak cemas disana"
"Brarti Lita memang inisiatif kasih tau kabar Rangga ke aku, hmmm" Veli terus berbicara dalam hati sambil berpikir.
"Oh iya byy.. Aku mau tanya boleh?"
"Boleh lah byy, tanya aja, ada apa?"
"Lita itu udah deket banget sama kamu kaya gitu dari lama banget ya? Keliatannya kalian akrab banget"
"Hmm, aku kenal Lita waktu mereka udah jadian aja, dulu cuma kenal sebatas satu Desa aja, gak se kenal sekarang, emang kenapa byy?"
"Engga papa byy, kirain kalian udah akrab dari dulu"
"Engga lah byy, tapi bersyukur banget jadi kamu sekarang ada temen lagi, dan kita bisa pergi double date gitu heheh"
Wajah Veli semakin tidak mood memandang isi chat Rangga seperti itu, Makrab kali ini Veli benar-benar merasa tidak menikmati kegiatannya. Susana jadi tidak enak, Bela yang sudah sibuk untuk persiapan besok pagi, namun Veli masih duduk didepan pintu dengan muka kusutnya.
"Velll... Lu kenapa sih, bener-bener harus di antar ke Rumah Rangga yah?" Ucap Bela dengan nada mengejek kesal pada Veli.
"Bel, lu tau gak? tadi Lita chat gue kaya kasih kabar gitu tentang Rangga, padahal Rangga gak minta tolong untuk kasih tau ke gue, sok baik gitu ih ke gue"
"Ya bagus dong Vel, brarti dia baik ke lu, biar lu gak cemas kan?"
"Hmm iya sih, tapi aneh aja, kesannya kaya dia pamer aja gitu lagi makan sama Rangga, padahal dia udah punya Devan"
__ADS_1
"Lu tau Lita udah punya Devan, ngapain mikir aneh terus sih, udah ayok bantuin gue" Bela menarik tangan Veli untuk mengangkat meja kegiatan besok.
Pagi harinya, ada pesan masuk dari Lita, Rangga tidak akan mungkin chat dia Pagi hari, Rangga memang cowok yang suka bangun Siang dan susah sekali ikut jika ada kegiatan Pagi hari.
"Velii... Besok kalo aku udah berangkat, nanti kita main yuk, ya qtime gitu, mau ya?" Ajakan Lita pada Veli.
"Ide bagus tuhh, oke nanti kita qtime berdua, ngemall enak kali ya"
"Oke oke aja, tunggu aku disana ya"
Lita memang baik, Lita juga enak di ajak ngobrol, tapi Veli tidak suka dengan perlakuan Lita ke Rangga yang over itu.
~
Makrab telah usai, lagi-lagi Rangga sudah didepan Kampus menunggu Veli pulang.
"Byy kamu kok makrab bukannya berenergi malah lusuh gitu sih, pasti kamu gak mandi ya? Hahah" Ejekan Rangga ke Veli dengan mengelus kepalanya.
"Iih apaan sih byy, nanti juga kalau udah mandi kamu kaget melihat kecantikan ku ini" Jawab genit Veli.
"Ah bisa aja kamu byy, kamu tetep cantik walau gak mandi 2 hari kok"
Veli memukul pundak Rangga dan langsung bergegas untuk mengantar Veli ke Kos.
Waktu menunjukan pukul 15.35, Veli membuka ponsel dan banyak sekali spam chat dari Rangga dan Lita.
Rangga mengajak makan malam bersama Devan dan Lita di tempat makan biasa kita Dinner.
Veli beranjak dari tempat tidur dan mandi lalu bersiap-siap, karena Rangga pasti sudah dalam perjalanan ke Kosnya.
Ping!!!
"Byy, aku udah di depan Kos , kamu keluar ya" Rangga sudah tiba di Kosan Veli, Veli langsung keluar dan pergi bersama Rangga.
"Byy, nanti kapan-kapan aku mau qtime bareng Lita boleh kan"
"Ya boleh dong, Lita kan buat temen kamu disini"
Tiba di tempat makan, terlihat Devan dan Lita sudah duduk di meja nomor 15, mereka masing-masing sedang bermain ponsel tidak ada perbincangan apapun.
"Ehh kalian diem-diem aja sih, Devan jahatin lu lagi ya Lit?" Tanya Rangga sambil mengejek Devan.
__ADS_1
"Aahh iya nih, biasa Devan itu dingin banget gak kaya lu ke Veli yang romantis"
"Yee apaan sih, pacaran itu jangan bucin banget kaya Rangga" Ucap Devan.
"Gak papa kali yang penting gak dingin kaya kalian gini, melebihi kulkas haha" Jawab Veli.
Setelah selesai makan mereka lanjut nongkrong di tempat Pemuda, disana banyak anak muda hanya untuk ngobrol-ngobrol, karena tempatnya enak untuk kumpul bersama.
Dan lagi-lagi Lita mulai mengobrol genit dengan Rangga, wajah Veli masih bisa menerima kelakuan genit Lita pada Rangga, Devan sebagai kekasih Lita tidak pernah merasa kesal melihat Lita lebih akrab dengan Rangga, karena mungkin itu hal biasa.
"Eh waktu itu gue liat lu di sini sendirian ngapain ngga?" Tanya Lita ke Rangga sambil tersenyum.
"Ahaha oh itu gue lagi COD, waktu itu Veli ada kelas sore jadi gak bisa nemenin, lu liat kenapa engga nyamperin sih"
Pikiran dan hati Veli mulai menjadi-jadi.
"Dih apaan sih mereka, berlebihan banget gak sih" Dalam hati Veli.
Veli memang bisa di bilang berwajah dua dia bisa baik di depan orangnya, bisa jahat di belakang orangnya, tapi Veli profesional sebagai kekasih Rangga yang harus siap dengan apapun keadaannya jika sedang kumpul bersama teman-temannya.
Rangga dan Devan mendadak pamit keluar sebentar karena teman kuliahnya meminta bantuan di sekitar Pemuda sini, motor temannya mogok dan tidak ada bengkel yang masih buka, sekarang hanya ada Veli dan Lita berdua.
"Ah akhirnya kita qtime dadakan ya Vel" Ucap Lita
"Ini sih terjadi tanpa di rencana haha" Jawab Veli.
"Oh iya Lit, Devan kok bisa cuek gitu ya jadi cowok" Tanya Veli memulai pembicaraan untuk bisa tau hubungannya dengan Devan.
"Ya emang gitu lah Vel, Devan memang cuek banget, tapi kalo lagi baik ya bisa baik, aku aja heran, makanya aku sering curhat sama Rangga tentang hubunganku"
"Lita sering curhat ke Rangga, kok dia gak pernah cerita ke aku ya" Veli berbicara dalam hatinya.
"Iya sih, Rangga yang dekat banget dengan Devan, pasti kalau kamu curhat ke Rangga banyak lah solusinya"
"Iya hampir setiap saat aku tanya solusi ke Rangga hahah, capek sih sebenernya liat tingkah Devan, aku iri sama hubungan kalian, aku juga mau di perhatiin kaya Rangga ke kamu gitu"
"Haha bisa aja kamu"
Veli semakin tidak karuan pikirannya tentang kelakuan Lita ke Rangga yang diam-diam sering curhat, walaupun Lita sudah punya Devan, nyatanya tidak membuat Veli tenang.
.
__ADS_1
.
Aduhh ada hubungan apa Lita dengan Rangga sampai mereka sering curhat gitu, tanpa sepengetahuan Veli?? Yang penasaran ayokk ikutin terus ceritanya, bantu Veli mencari jawaban tentang kebingungan ini.