Teman Pacarku

Teman Pacarku
Eps. 3 Marah


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 22.15, Rangga dan Devan belum juga balik, Veli sudah tak tahan hanya berdua dengan Lita, Veli ingin segera tanya dan memastikan pada Rangga.


"Byy.. Lama banget sih kamu, aku mau ngomong penting sama kamu" Isi pesan WA yang dikirim untuk Rangga.


Berapa menit kemudian, Rangga dan Devan tiba.


"Kok kalian lama banget sih, idihh kok cuma Rangga yang keringetan, pasti Devan gak bantuin kamu ya?" Ucap Lita.


"Yang keringetan biasanya cuma bantuin, yang lebih kerja keras gue lah" Sangkal Devan.


"Apaan dari tadi lu cuma ngegame mulu, gak bantuin gue sama Veri" Ucap Rangga.


"Kasihan banget si Rangga, memang Devan itu bukannya meringankan beban malah menambah beban" Ucap Lita.


.


"Buka chat ku!" Bisik Veli lirih pada Rangga.


"Ada apa byy?? Yaudah kita pulang duluan nanti kita bicara berdua" Rangga balas bisik.


"Eh kalian mau kemana lagi habis ini?" Tanya Lita


"Aku mau pulang deh, aku lupa ada tugas deadline besok pagi, Rangga suruh aku bantu kerjain tugasku heheh" Ucap Veli.


"Iya nih, gue balik dulu yah, kapan-kapan kita nongki lagi" Rangga berpamitan sembari minum kopi yang tadi sudah dingin.


"Yaah, yaudah dehh, semangat ngerjain tugasnya yaa Vell, kapan-kapan kita qtime lagi" Ucap Lita sambil memeluk Veli.


"Pasti kita qtime lagi kok, dahh" Ucap Veli.


Di perjalanan pulang, tidak ada sepatah kata pun dari mulut Veli, suasana hening sekali, tidak ada percakapan antara Rangga dan Veli apalagi suara tawa. Rangga mencoba membuka percakapan, karena merasa ada yang tidak beres.


"Byy.. Kamu kenapa sih, diem aja dari tadi? Aku salah?" Tanya Rangga dengan nada lembutnya, sambil memegang tangan Veli.


Veli hanya diam, tidak menjawab sepatah kata pun, merasa sedikit kesal karena Rangga menyembunyika sesuatu darinya.


"Byy.. Jangan diem aja dong, aku ngrasa bersalah kalo gini" Genggaman tangan Rangga semakin kuat di tangan Veli.

__ADS_1


"Udah deh kita cari tempat dulu untuk cerita" Jawab Veli ketus.


Rangga menghela nafas, karena merasa sudah menyakiti hati Veli. Rangga sangat takut bila Veli marah karena kelakuannya apalagi sampai sakit hati di buatnya. Rangga pasti akan melakukan apapun untuk membuat hati Veli membaik kembali.


Tiba di Caffe Kampus, Rangga mencari meja yang jauh dari pengunjung lain, karena bau-baunya Veli akan marah.


"Byy... Please jangan marah-marah ya cantik" Sambil mengusap kepala Veli.


"Udah intinya aja, kamu sering curhat gitu sama Lita? Curhatin apa sih? Bisa-bisanya aku gak tau soal kaya gini" Tanya ketus pada Rangga.


"Iya maaf byy.. Lita memang sering curhat , tapi curhat tentang Devan kok gak lain" Jawab dengan muka melas Rangga.


"Byy!! Cewek dan cowok bisa saling nyaman karena sering curhat! Kenapa kamu gak bilang aku kalo Lita sering Curhat ke kamu, jadi kesannya kamu berdua lagi masa curhat gitu??" Tegas Veli dengan pipi mulai memerah.


"Byy... tapi aku ngrespon biasa aja, sebatas memberi saran, udah gitu aja, kamu jangan berpikir aneh, aku cuma milik kamu dan kamu cuma milik aku" Jelas Rangga.


"Tapi byy... Semenjak aku kenal Lita, tingkah laku dia itu beda ke kamu, liat aja cara ngomong Lita itu seperti suka ke kamu, gak kaya temen cewek lainnya, dia kaya caper ke kamu, yang bikin aku was-was, dia pernah bilang kalo dia iri sama hubungan kita, dia pengin punya pasangan kaya kamu Rangga!" Ungkap Veli.


"Oke okee aku salah, aku minta maaf, byy... Dengerin aku, aku hanya luluh sama kamu Veli, gak ada yang lain, yang lain sebatas teman, mulai sekarang aku gak akan bales sesering mungkin chat dari Lita" Sambil memegang kedua tangan Veli, Rangga mencoba menenangkan Veli.


Veli hanya menunduk dan sedikit meneteskan air mata, lalu di usap oleh Rangga, sekarang Rangga seperti merasa bersalah sekali, Rangga mencoba meyakini dan menenangkan Veli untuk tidak berpikir yang aneh-aneh.


Veli hanya mengangguk tanpa bebicara apa-apa.


Di jalan Veli menegaskan lagi ucapan yang tadi, karena sejatinya hubungan terjadi, berawal dari curhat, apalagi curhat dengan lawan jenis.


"Byy, dulu kita kenal, deket sampai seperti ini berawal dari aku sering curhat ke kamu, dan kamu selalu menanggapi curhatanku, kalo aku dulu gak salah karena kita sama-sama single, sekarang kamu udah milikku jadi jangan kamu ulangi ke cewek lain byy" Jelas Veli.


"Iya byy, aku minta maaf, lain kali aku selalu kasih tau kamu, tapi kenapa kamu baru ungkapin ini sekarang? Aku jadi ngerasa salah banget kalo gini" Ucap Rangga.


"Aku menghormati Lita sebagai teman kamu, dan kekasih Devan, aku juga tetap profesional di hadapannya walau pikiranku hancur, aku tetap bersikap baik di depannya"


Rangga terdiam, merasa sangat bersalah karena tidak memberi tahu Veli tentang Lita yang sering curhat pada dirinya.


~


Rangga dan Veli mengelilingi kota sembari melihat jalanan kota yang ramai, di perjalanan, mereka masih berbincang masalah Lita.

__ADS_1


"Udah ya byy marahnya, kalau ada apa-apa bilang ya by, jangan di pikir sendiri, nanti jadinya gini lagi deh" Ucap Rangga.


"Kamu sih!" Jawab Veli dengan menggerutu.


"Iya lagian kok kamu tau sih kalau Lita beda dari cewek yang lain?" Tanya Rangga.


"Iya aku tau lah, aku kan cewek, dan aku pernah di posisi itu, mustahil kalau niatnya cuma curhat, pasti ada yang lain" Jelas Veli.


"Masa sih?"


"Hadehh.. Aku pernah di posisi itu byy... Semua cewek pasti lama-lama nyaman kalau di gituin"


"Tapi kan Lita udah punya Devan byy"


"Liat sendiri Devan dinginnya melebihi kulkas, Lita pengin diantar ke Kampus kaya aku aja gak pernah, malah di cuekin"


"Hmm iya juga sih, keterlaluan banget Devan, kasian Lita"


"Teruss?? Mau kamu yang antar Lita gitu??"


"Ya engga gituu byy... Marah mulu perasaan nanti jelek loh"


Jam sudah sangat malam, penghuni Kos pun sudah pada tidur, Veli langsung berpamitan pada Rangga untuk segera masuk ke Kosan.


"Byy.. Aku masuk dulu ya, kamu hati-hati pulangnya, jangan mampir dan main lagi sama Lita dan Devan yaah!!" Tegas Veli.


"Engga byy, di Kos ada Veri nungguin, kasian kalau aku tinggal lagi"


Kring...


Kring...


Ponsel Rangga berdering, Veli masih ditempat menunggu Rangga pergi, dan Veli pun ikut melihat siapa yang menghubungi Rangga malam-malam gini.


"Lita kirim pesan??" ..........


.

__ADS_1


.


Aduhh makin tidak mengenakan rasanya, yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, ayok ikuti terus ceritanya, bantu Veli dan Rangga menghadapi teman genit ini.


__ADS_2