
Di Kampus
Bela mendapat telfon dari Rangga, dan Bela mendapat kabar bahwa Veli koma setelah operasi selesai, Bela dan Noval memutuskan untuk datang ke Rumah sakit.
"Kita ke Rumah sakit gak ngajak temen lu satunya lagi" Tanya Noval.
"Siapa? buaya darat Devan sama pacarnya itu?" Jawab Bela.
"Ya iya lah siapa lagi"
"Ya udah deh nanti kalo ketemu di jalan kita ajak, siapa tau gak bisa"
"Kok gak bisa, gak kebalik?"
"Iya soalnya males aja liat mereka, dah lah ayok pergi"
Saat Bela dan Noval sudah mau berangkat, di depan gerbang utama Kampus mereka bertemu Devan dan Lita.
"Hadeh, kok bisa ketemu di sini sih" Ucap Bela dalam hati.
..
"Hai mau kemana kalian" Tanya Lita.
"Kita mau ke Rumah sakit, soalnya Veli koma waktu selesai operasi" Jawab Bela.
"Hah koma? terus gimana sekarang, belum ada kabar lagi?" Tanya Devan dengan nada khawatir.
"Ya belum, Rangga belum bales chat dari gue dari tadi, makanya kita mau ke sana langsung" Ucap Bela.
"Ya udah gue sama Lita ikut kesana" Ucap Devan.
"Iya deh kita ikut ke Rumah sakit" Ucap Lita.
..
"Hmm terjadi juga kan" Dalam hati Bela.
..
"Ya udah ayok, keburu siang ini, nanti panas"
Mereka berempat berangkat menuju Rumah sakit, Devan dan Lita terlihat akur hari ini, hubungan mereka terlihat lebih baik sekarang.
Di Rumah Sakit
Rangga bersama orang tua Veli masih menunggu di lorong ICU, Veli belum juga sadar.
"Keluarga Veli?" Ucap Dokter yang keluar dari ruang ICU.
"Iya betul, saya Ibunya" Ucap Ibu Veli.
"Bisa ikut sebentar ke ruangan saya?" Ucap Dokter.
"Bisa dok"
__ADS_1
Ibu Veli pergi menuju ruang dokter, untuk mengetahui keadaan Veli sekarang, Rangga semakin khawatir melihat dokter yang tiba-tiba datang mengajak orang tua Veli untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
"Om, kok jadi begini sih, Veli belum sadar juga" Ucap Rangga dengan nada sedih.
"Berdo'a saja, gak papa kok, semua akan baik-baik saja, Veli anak yang kuat pasti dia bisa melawan keadaannya sekarang" Ucap Ayah Veli.
Sekarang tinggal perawat yang muncul memanggil Ayah Veli untuk ikut masuk ke Ruangan.
"Ini ada apa sih sebenernya, Veli kenapa sih" Ucap Rangga dengan nada kesal dan khawatir.
"Kenapa Veli belum sadar juga, dan belum ada informasi apapun tentang Veli"
Rangga duduk termenung di bangku tunggu pasien, Rangga hanya terdiam dan berdo'a, sesekali dia melihat ke dalam lewat jendela, untuk memastikan keadaan Veli.
2 jam kemudian
"Rangga.." Teriakan Bela.
"Loh kok kalian kesini" Ucap Rangga.
"Ya lagian lu di telfon gak angkat di chat juga gak di bales, ya gue langsung ke sini aja"
"Gimana keadaan Veli?" Tanya Bela.
"Veli belum sadar Bel, tadi orang tuanya di panggil ke ruangan dokter tapi sampai sekarang belum balik"
"Veli dimana sekarang?"
"Tuh di dalem, lu liat aja dari jendela baris ke dua"
"Kok bisa sih lu sampe lemah kaya gini, gue gak nyangka liat lu kaya gini" Ucap Veli dengan menangis.
"Sampe sekarang belum ada yang bisa masuk ke dalem liat Veli langsung, dan gue juga khawatir Ayah sama Ibunya Veli belum juga balik" Ucap Rangga.
"Jangan-jangan Veli kenapa-kenapa deh" Ucap Bela sedih.
"Udah deh kita berdo'a aja, jangan mikir yang aneh-aneh" Ucap Noval.
"Iya kita berdo'a aja, aku yakin kok Veli pasti gak papa bentar lagi juga sadar" Ucap Lita.
Rangga yang hanya berdiri mondar mandir sesering mungkin melihat Veli dari jendela, dan sampai saat ini orang tua Veli belum juga kembali.
Di Ruang Dokter
3 jam berlalu orang tua Veli terlihat sedang menandatangani lembaran-lembaran kertas, dan kembali menuju ruang administrasi.
"Silahkan ibu atau bapak bisa menandatangani formulir ini dan menyerahkan kartu identitas orang tua dan pasien" Ucap staff administrasi Rumah sakit.
"Ini sudah mbak" Ucap Ayah.
"Besok pagi akan kami konfirmasi ulang ya pak/bu, jam 8 pagi bapak/ibu bisa langsung kesini saja"
"Iyah terimakasih mbak" Ucap Ibu.
"Anak saya pasti akan baik-baik saja kan mbak?" Tanya Ayah
__ADS_1
"Jika di tangani lebih cepat akan lebih baik Pak, kita serahkan semua ke Dokter ya, Bapak sama Ibu tinggal berdo'a saja" Ucap Perawat
"Baik mbak"
Ayah dan Ibu berjalan sembari memikirkan anaknya Veli.
"Ini salah Ibu, karena tidak pernah ada di samping Veli, kita sebagai orang tua hanya sibuk bekerja" Ucap Ibu
"Ibu gak salah, Veli juga kan kuliah dan ngekos jadi jarang di rumah, kita gak bisa selalu kontrol kegiatan Veli disana gimana, jadi jangan menyalahkan diri sendiri ya bu, kita berdo'a aja" Ucap Ayah dengan suara lembut.
"Tapi Ibu takut kalo Veli gak bisa sembuh ke sedia kala lagi, Ibu takut Veli jadi tidak percaya diri sama diri sendiri, kasian kalo kebahagiaan masa mudanya kurang bahagia"
"Gak mungkin bu, setelah operasi pasti Veli jadi lebih baik, buktinya dokter menyarankan itu ya karena untuk kebaikan Veli"
"Kalo bisa, sakitnya buat ibu aja yah" Ucap Ibu dengan menangis kecil.
"Udah bu, nanti Rangga tau malah makin sedih"
Orang tua Veli terlihat berjalan dari ujung lorong ICU, wajah Ibu terlihat lebih sedih dari biasanya.
"Om tante.." Semuanya menyapa.
"Eh kalian disini juga, udah lama ya?" Tanya Ibu.
"Engga kok tante, baru sejam disini hehe" Jawab Bela.
"Kok kalian bisa sampe sini, emang gak ada kuliah?" Tanya Ayah.
"Sekali kali bolos demi sahabat gak papa kan om" Ucap Bela.
"Iya gak papa, biar bisa nemenin Veli yang masih tidur hehe" Ucap Ayah.
"Kata dokter tadi gimana om?" Tanya Rangga.
"Engga papa kok, Veli masih belum sadar karena ada sedikit gejala lagi yang dari dulu baru ketauan penyakitknya"
"Tapi kok bisa sampe koma gini kenapa om?" Tanya Bela.
"Kata dokter kejadian orang kejang setelah operasi hampir 40%, penyebabnya karena ada penyakit bawaan atau penyakit lain yang belum di ketahui, dan kebanyakan jika setelah operasi kejang barulah ketauan semua penyakit lainnya kaya Veli ini"
"Brarti Veli ada penyakit lain om? Terus kata dokter gimana?" Tanya Rangga.
"Veli akan di operasi lagi besok siang, dan tadi om sama tante menandatangani surat-surat"
"Di operasi lagi? Kok gitu om?" Tanya Rangga dengan khawatir.
"Iya karena Veli di temukan penyakit lain setelah operasi kemarin"
"Penyakit apa om?? tolong jelasin ke saya, saya khawatir"
..
..
..
__ADS_1