
Suasana hening mulai terasa di ruangan, Veli yang penasran langsung menanyakan hal ini.
"Kenapa byy?" Tanya Veli.
"Gak cowoknya, gak ceweknya sama aja!" Ucap Rangga.
"Ada apa sih? Devan?" ucap Veli
"Lita masih aja ngajak aku suruh jadi partnernya, udah aku bilang nggak bisa eh maksa terus, bikin risih aja" Jelas Rangga.
"Hmm yaudah bantu aja" Ucap Veli ketus.
"Apa sih byy, udah ku bilang suruh sama Devan aja, dia lagi balik ke kos kok"
"Devan balik ke kos?"
"Iya byy, tadi aku liat statusnya"
"Ya udah kita makan dulu byy, aku udah laper" Ucap Veli.
"Sekarang makan yang puas byy, besok kan udah harus puasa sebelum operasi"
"Iya byy tapi belum enak makan"
"Iya gak papa sedikit dulu aja"
Di Kampus
Devan bertemu dengan Lita, dan Devan mengiyakan tawarannya menjadi partner di acaranya.
"Sekali ini aja ya, gue gak mau ikut ginian lagi" Ucap Devan.
"Iya deh sekali ini aja"
"Tapi ada syaratnya"
"Apa?..."
...
...
...
Raut wajah Lita berubah tanpa mengeluarkan sepatah kata pun setelah mendengar keinginan Devan.
Bella yang baru selesai kuliah, melihat Lita dan Devan sedang berduaan di Caffe.
"Tumben banget mereka akur berdua gitu, lagi ngapain yah?"
"Gak mungkin juga kalo bahas tentang acaranya Lita, apa jangan-jangan Devan berubah pikiran?"
"Sukurlah kalo udah baikan, dari pada saling ngerusak hubungan orang"
Bella pun pergi tanpa mendengarkan pembicaraan Lita dan Devan.
"Gimana, mau engga? kalo lu sayang beneran sama gue pasti lu mau" Ucap Devan.
...
...
...
__ADS_1
Lita hanya diam.
Di Rumah Sakit.
"Byy, emangnya Devan berbahaya banget yah?" Tanya Veli
"Bukan berbahaya lagi, udah jahat banget, kadang keliatan baik biasanya lagi ada maunya"
"Jangan-jangan kamu juga gitu yah?"
"Engga dong byy, kalo iya sekarang aku gak ada disini"
"Ah bisa aja kamu byy"
"Ya udah tidur sana udah malem, besok operasinya kan jam 9, nanti jam 2 aku bangunin buat kamu makan atau minum sebelum puasa, puas-puasin makan dulu byy"
"Iya byy makasih, tapi aku mau makan yang pedas-pedas boleh nggak byy" ucap Veli
"Ya nggak gitu juga dong, harus makanan yang sehat-sehat, biar kuat juga kamu puasanya" ucap Rangg
"Ah pokoknya kalo udah selesai operasi aku mau makan banyak yang aku mau"
"Hahah iya iya byy"
Pagi Hari
Orang tua Veli sudah datang, karena hari ini hari operasi Veli, orang tua Veli akan bermalam di sini menjaga Veli.
Perawat datang.
"Nona Veli, bisa berganti pakaian operasi dulu ya, dan sekalian persiapan lainnya, udah mulai puasa kan?" Ucap Perawat.
"Iya mbak, udah kok mbak dari jam 3 pagi"
"Iya mbak, makasih"
Veli bersiap untuk berganti pakaian, bercampur gugup dan takut Veli hanya terdiam.
"Bu, operasi itu sakit engga?" Tanya Veli.
"Ya engga lah, kan di bius kamu gak ngerasain apa-apa" Jelas Ibu.
"Kalo jaman dulu gak pake bius langsung di bongkar itu tubuhnya" Ucap Ayah meledek.
"Iiih apaan sih" Ucap Veli.
"Gak usah takut gitu, harusnya kamu seneng setelah ini bisa makan enak lagi" Ucap Rangga.
"Nah bener kata Rangga, dari pada sakit terus gak mau kan?" Ucap Ibu.
..
Perawat datang bersama 2 perawat lainnya.
"Kita langsung ke ruang operasi yah" Ucap Perawat.
Veli di bawa ke ruang operasi, di ikuti Rangga, Ibu dan Ayah, wajah Veli semakin takut karena baru pertama kali dia masuk Rumah sakit hingga di operasi.
Sebelum masuk ruangan, Ayah dan Ibu mendo'akan Veli, dan menyuruh Veli untuk berdo'a sebelum operasi, lalu mengecup kening Veli, Ibu yang tadi sangat kuat sekarang meneteskan air mata, melihat putrinya pertama kali masuk ruang operasi.
"Bismillah ya nak, pasti lancar dan kamu sehat kembali" Ucap Ibu.
"Iya bu, ih jangan nangis, aku tambah takut nih" Ucap Veli.
__ADS_1
"Iya ibu cuma kasian ke kamu, kalo bisa Ibu aja yang sakit"
"Tunggu Veli ya, kata mba perawat cuma 3 jam aja kok"
"Iya kita semua di sini tunggu kamu"
"Semoga lancar ya byy, aku janji kalo udah sembuh kita jalan-jalan oke" Ucap Rangga dengan mata berkaca-kaca.
"Siapp byy, tunggu aku yah"
"Ayah bangga sama kamu, kamu anak kuat, nanti kamu mau minta apa aja Ayah kabulin" Ucap Ayah.
"Beneran yah, biasa bohong sih jadi Veli gak percaya"
"Mana bisa kali ini bohong buat tuan putri" Ucap Ayah.
Veli mulai masuk ke ruang operasi, tempat yang sunyi, tidak ada orang selain Dokter disana, Rangga yang tidak tega melihat Veli hanya berkaca-kaca, mengingat setiap harinya Veli selalu ceria, sekarang terbaring lemah.
Ayah, Ibu dan Rangga, menunggu di ruang tunggu tempatnya agak jauh dari ruang operasi.
Keluarga Veli di jelaskan tentang operasi yang akan di lakukan pada Veli.
"Pak, operasi ini di lakukan kurang lebih 3 jam, dan masa observasi selama 30 menit, jadi jika ada suatu kendala di akhir bisa langsung kami atasi" Ucap Dokter.
"Iya dok, tolong anak saya ya" Ucap Ayah.
"Iya, kami akan lakukan sebaik mungkin, keluarga bisa menunggu di ruang tunggu dekat sini ya, jika nanti ada informasi mendadak bisa langsung sampai ke keluarga pasien"
1 jam berlangsung.
Semua menunggu kabar dari Veli, Rangga yang tidak duduk, hanya bolak balik mendekati ruang operasi untuk menunggu kabar dari Veli.
..
..
3 jam berlangsung.
Ada panggilan untuk keluarga Veli.
"Gimana mba, apa operasinya berjalan dengan baik?" Ucap Ibu.
"Bapak dan Ibu, operasi sudah selesai, tapi ada kendala saat masa observasi, nona Veli mengalami kejang dan tekanan darah naik secara tiba-tiba, jadi kami akan langsung bawa nona Veli ke ruang ICU biar lebih terpantau lagi keadaanya sampai membaik" Ucap Perawat.
"Astaghfirullah" Ucap Ibu.
"Kami akan beri informasi lagi jika nona Veli sudah membaik, berdo'a saja ya bu"
"Itu kira-kira kenapa ya mba" Ucap Ayah.
"Mungkin ada penyakit bawaan dari nona Veli?"
"Kayanya gak ada mba"
"Ya sudah kita tunggu saja hasilnya yah"
Rangga hanya terdiam tanpa bertanya apapun, wajahnya pucat sekali mendengar berita buruk ini.
"Byy, ayok dong kamu bisa lawan tubuhmu" Ucap Rangga dalam hati.
Keluarga menunggu di depan ruang ICU, melihat Veli dari luar kaca jendela ICU terlihat Veli terbaring lemah dengan tubuh penuh kabel monitor jantung dan slang pernafasan, semua berharap Veli melewati masa koma nya dan kembali membaik lagi.
..
__ADS_1
..